Cari disini...
Seputarfakta.com - Nuraini -
Seputar Kaltim
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat menyampaikan terkait program KBP bagi peserta didik. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Sekitar 29 ribu peserta didik PAUD hingga SMP di Bontang segera merasakan manfaat Kartu Bontang Pintar (KBP), program yang digagas untuk meringankan biaya pendidikan keluarga.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan pemerintah kota mengalokasikan Rp29 miliar untuk pelaksanaan KBP mulai 2026. “Dengan program ini, anak-anak bisa tetap belajar tanpa terbebani biaya sekolah atau pungutan yang tidak resmi,” ujarnya, Selasa (13/1/2025).
Besaran bantuan KBP yang sebelumnya diusulkan senilai Rp1 juta per siswa mengalami penyesuaian. Setelah perhitungan ulang, nilai bantuan ditetapkan sebesar Rp300 ribu per siswa. Penyesuaian ini dilakukan menyusul kebijakan pemangkasan anggaran 2026 dari pemerintah pusat yang turut berdampak pada kemampuan fiskal daerah.
Pemkot Bontang juga telah menyalurkan perlengkapan sekolah gratis, ribuan tablet pintar untuk pelajar SMP, serta memperkuat literasi melalui perpustakaan keliling, Night Library dan program Kejar 2025 yang menanamkan budaya menabung sejak dini.
Untuk mendukung anak-anak dari keluarga kurang mampu, pemkot juga menyiapkan sekolah rakyat berkonsep boarding school di Bontang Lestari.
“Kami ingin semua anak punya kesempatan belajar, tidak ada yang tertinggal,” kata Neni.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Nuraini -
Seputar Kaltim

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat menyampaikan terkait program KBP bagi peserta didik. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Sekitar 29 ribu peserta didik PAUD hingga SMP di Bontang segera merasakan manfaat Kartu Bontang Pintar (KBP), program yang digagas untuk meringankan biaya pendidikan keluarga.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan pemerintah kota mengalokasikan Rp29 miliar untuk pelaksanaan KBP mulai 2026. “Dengan program ini, anak-anak bisa tetap belajar tanpa terbebani biaya sekolah atau pungutan yang tidak resmi,” ujarnya, Selasa (13/1/2025).
Besaran bantuan KBP yang sebelumnya diusulkan senilai Rp1 juta per siswa mengalami penyesuaian. Setelah perhitungan ulang, nilai bantuan ditetapkan sebesar Rp300 ribu per siswa. Penyesuaian ini dilakukan menyusul kebijakan pemangkasan anggaran 2026 dari pemerintah pusat yang turut berdampak pada kemampuan fiskal daerah.
Pemkot Bontang juga telah menyalurkan perlengkapan sekolah gratis, ribuan tablet pintar untuk pelajar SMP, serta memperkuat literasi melalui perpustakaan keliling, Night Library dan program Kejar 2025 yang menanamkan budaya menabung sejak dini.
Untuk mendukung anak-anak dari keluarga kurang mampu, pemkot juga menyiapkan sekolah rakyat berkonsep boarding school di Bontang Lestari.
“Kami ingin semua anak punya kesempatan belajar, tidak ada yang tertinggal,” kata Neni.
(Sf/Lo)