Cari disini...
Seputar Kaltim
Koordinator Wilayah BGN Kota Bontang, Surya Dwi Saputra pada peresmian dapur SPPG Bontang Utara 05. (Foto: Hayt Prokompim Bontang)
Bontang - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat terus menunjukkan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Hingga kini program MBG di Kalimantan Timur (Kaltim) telah menjangkau 286.606 penerima manfaat atau sekitar 22 persen dari total target 1,1 juta penerima manfaat di provinsi tersebut.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Bontang, Surya Dwi Saputra menyampaikan capaian tersebut merupakan hasil dari pengoperasian bertahap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah, termasuk Kota Bontang.
“Untuk Kalimantan Timur sendiri saat ini sudah mencapai 286.606 penerima manfaat. Dari total target sekitar 1,1 juta penerima manfaat, artinya masih sekitar 22 persen yang sudah tercapai dan akan terus kita dorong,” ujar Surya Sabtu (24/1/2026).
Di Kota Bontang, SPPG Bontang Utara 05 yang baru diresmikan hari ini menjadi dapur ke-14 yang telah beroperasi, dari target 28 SPPG di seluruh wilayah kota. Hingga kini, sebanyak 17 dapur SPPG telah mengantongi SK dari pusat dan secara bertahap akan melayani ribuan penerima manfaat, khususnya anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui dan keluarga berisiko stunting.
Surya menegaskan distribusi penerima manfaat MBG tidak hanya difokuskan di wilayah perkotaan. Lima titik SPPG direncanakan ditempatkan di wilayah pesisir dan terpencil, seperti Selangan, Tihi-Tihi, Malahing, Lok Tunggul dan Gusung guna memastikan pemerataan akses gizi.
“BGN terus melakukan sinkronisasi data dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang untuk menyasar keluarga berisiko stunting. Akses gizi harus merata hingga ke wilayah terluar Bontang,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyampaikan perluasan jangkauan penerima manfaat MBG menjadi bagian penting dari upaya menurunkan prevalensi stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia menilai program MBG tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga memberikan efek sosial dan ekonomi.
Dengan terus bertambahnya jumlah dapur SPPG yang beroperasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang optimistis jumlah penerima manfaat MBG akan terus meningkat, seiring target menjadikan Bontang sebagai daerah dengan cakupan layanan gizi yang merata dan berkelanjutan.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Koordinator Wilayah BGN Kota Bontang, Surya Dwi Saputra pada peresmian dapur SPPG Bontang Utara 05. (Foto: Hayt Prokompim Bontang)
Bontang - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat terus menunjukkan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Hingga kini program MBG di Kalimantan Timur (Kaltim) telah menjangkau 286.606 penerima manfaat atau sekitar 22 persen dari total target 1,1 juta penerima manfaat di provinsi tersebut.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Bontang, Surya Dwi Saputra menyampaikan capaian tersebut merupakan hasil dari pengoperasian bertahap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah, termasuk Kota Bontang.
“Untuk Kalimantan Timur sendiri saat ini sudah mencapai 286.606 penerima manfaat. Dari total target sekitar 1,1 juta penerima manfaat, artinya masih sekitar 22 persen yang sudah tercapai dan akan terus kita dorong,” ujar Surya Sabtu (24/1/2026).
Di Kota Bontang, SPPG Bontang Utara 05 yang baru diresmikan hari ini menjadi dapur ke-14 yang telah beroperasi, dari target 28 SPPG di seluruh wilayah kota. Hingga kini, sebanyak 17 dapur SPPG telah mengantongi SK dari pusat dan secara bertahap akan melayani ribuan penerima manfaat, khususnya anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui dan keluarga berisiko stunting.
Surya menegaskan distribusi penerima manfaat MBG tidak hanya difokuskan di wilayah perkotaan. Lima titik SPPG direncanakan ditempatkan di wilayah pesisir dan terpencil, seperti Selangan, Tihi-Tihi, Malahing, Lok Tunggul dan Gusung guna memastikan pemerataan akses gizi.
“BGN terus melakukan sinkronisasi data dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang untuk menyasar keluarga berisiko stunting. Akses gizi harus merata hingga ke wilayah terluar Bontang,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyampaikan perluasan jangkauan penerima manfaat MBG menjadi bagian penting dari upaya menurunkan prevalensi stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia menilai program MBG tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga memberikan efek sosial dan ekonomi.
Dengan terus bertambahnya jumlah dapur SPPG yang beroperasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang optimistis jumlah penerima manfaat MBG akan terus meningkat, seiring target menjadikan Bontang sebagai daerah dengan cakupan layanan gizi yang merata dan berkelanjutan.
(Sf/Lo)