Cari disini...
Seputar Kaltim
Pelajar SDN 013 Penajam saat menerima makanan bergizi gratis belum lama ini.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Sebanyak 281 Lembaga pendidikan yang terdiri dari Pendidikan Anak Usia Didik (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Penajam Paser Utara (PPU) menjadi sasaran dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2025 ini.
Bahkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU telah mengalokasikan anggaran senilai Rp30 miliar untuk menjalankan program yang dicanangkan oleh Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.
Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) jumlah peserta didik yang bakal menerima program MBG ini mencapai 31.987 pelajar dari tingkat PAUD, TK, SD dan SMP.
Namun, jumlah tersebut bisa berubah saat para pelajar mulai memasuki hari kelulusan dan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang diperkirakan terjadi pada pertengahan 2025 ini.
Kepala Disdikpora PPU, Andi Singkerru mengatakan belum bisa memastikan kapan program itu dilaksanakan.
Ini dikarenakan masih menunggu instruksi langsung dari Pemerintah Pusat untuk menyesuaikan pelaksanaan ini dengan daerah lain.
“Kita belum menerima Petunjuk Teknis (Juknis) dari pusat, tapi kita akan mengkoordinasikan perihal ini dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Bimbingan dan Konseling (BK) agar tidak salah dalam mengimplementasikan program MBG,” ucap Andi, Kamis (2/1/2025).
Koordinasi itu, kata dia, membahas pemilihan makanan bergizi dengan menggunakan jasa boga, seperti dari pengusaha warung, kantin-kantin atau lainnya guna memastikan gizi peserta didik bisa terpenuhi dengan baik.
“Kita masih memikirkan bakal menggunakan jasa boga siapa, ini bertujuan agar pelaksanaannya bisa berjalan maksimal,” ungkapnya.
Meski pelaksanaan program MBG ini belum diketahui kapan dilaksanakan, tapi Disdikpora PPU memastikan pelaksanaannya tidak akan mengganggu proses belajar-mengajar karena dilaksanakan ketika memasuki jam istirahat saja.
“Mudah-mudahan program ini bisa tepat sasaran dan terlaksana sesuai dengan arahan, serta kebijakan dari bapak presiden. Semoga langkah ini bisa bermanfaat untuk anak-anak peserta didik kita dalam menyongsong tumbuh kembang mereka lewat pemberian makanan bergizi,” tandasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pelajar SDN 013 Penajam saat menerima makanan bergizi gratis belum lama ini.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Sebanyak 281 Lembaga pendidikan yang terdiri dari Pendidikan Anak Usia Didik (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Penajam Paser Utara (PPU) menjadi sasaran dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2025 ini.
Bahkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU telah mengalokasikan anggaran senilai Rp30 miliar untuk menjalankan program yang dicanangkan oleh Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.
Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) jumlah peserta didik yang bakal menerima program MBG ini mencapai 31.987 pelajar dari tingkat PAUD, TK, SD dan SMP.
Namun, jumlah tersebut bisa berubah saat para pelajar mulai memasuki hari kelulusan dan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang diperkirakan terjadi pada pertengahan 2025 ini.
Kepala Disdikpora PPU, Andi Singkerru mengatakan belum bisa memastikan kapan program itu dilaksanakan.
Ini dikarenakan masih menunggu instruksi langsung dari Pemerintah Pusat untuk menyesuaikan pelaksanaan ini dengan daerah lain.
“Kita belum menerima Petunjuk Teknis (Juknis) dari pusat, tapi kita akan mengkoordinasikan perihal ini dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Bimbingan dan Konseling (BK) agar tidak salah dalam mengimplementasikan program MBG,” ucap Andi, Kamis (2/1/2025).
Koordinasi itu, kata dia, membahas pemilihan makanan bergizi dengan menggunakan jasa boga, seperti dari pengusaha warung, kantin-kantin atau lainnya guna memastikan gizi peserta didik bisa terpenuhi dengan baik.
“Kita masih memikirkan bakal menggunakan jasa boga siapa, ini bertujuan agar pelaksanaannya bisa berjalan maksimal,” ungkapnya.
Meski pelaksanaan program MBG ini belum diketahui kapan dilaksanakan, tapi Disdikpora PPU memastikan pelaksanaannya tidak akan mengganggu proses belajar-mengajar karena dilaksanakan ketika memasuki jam istirahat saja.
“Mudah-mudahan program ini bisa tepat sasaran dan terlaksana sesuai dengan arahan, serta kebijakan dari bapak presiden. Semoga langkah ini bisa bermanfaat untuk anak-anak peserta didik kita dalam menyongsong tumbuh kembang mereka lewat pemberian makanan bergizi,” tandasnya.
(Sf/By)