Cari disini...
Seputar Kaltim
(Foto: Ilustrasi)
Samarinda - Sejumlah sekolah di Kalimantan Timur (Kaltim), melaporkan tak sedikit peserta didik mereka kerap mengalami pusing ketika mengikuti proses belajar mengajar di kelas. Ahli Analisis Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim Uzah Mariah Ulfah menyebut, dari 43 orang peserta didik di kelas, setidaknya 27 persen di antaranya mengalami anemia tinggi.
Jumlah itu, disebut didominasi remaja putri alias siswi.
"Anak di sekolah, penjaringan di sekolah kelas VII (kelas 1 SMP) hingga kelas X (kelas 1 SMA) katanya sering pusing. Kami menggunakan alat Hb Meter untuk periksa hb anemia. Mereka yang datang cek, ternyata ada kadarnya mencapai 7 gram/dL," ungkap Uzah, ditemui Kantor Dinkes Kaltim, Senin (4/9/2023).
Diketahui, kadar hemoglobin normal pada remaja itu 10 - 15 gram/dL. Hal tersebut menunjukkan bahwa adanya masalah kesehatan yang terjadi pada siswa.
Dikemukakannya, bahwa remaja saat ini ketika berangkat sekolah belum sarapan di rumah, sehingga sering konsumsi makanan atau jajanan di kantin yang menghambat penyerapan zat besi. "Atau konsumsi zat besi dengan tablet tapi kurang vitamin c dan sayur-sayuran," terangnya.
Ia menyarankan untuk setiap minggunya ditambah dengan tablet tambah darah. "Hal tersebut dirutinkan, karena akan berdampak pada kinerja otak ketika berpikir dan akan ada perbedaan," tambahnya.
Ia menekankan agar para orang tua membiasakan budaya makan sehat di rumah. Karena saat ini menurunnya tingkat kesadaran orang tua dalam membangun keluarga harmonis. "Pola pembelajaran dari orang tua membiasakan makanan sehat, karena saat ini budaya makan bersama itu kurang, harusnya dari kecil dibiasakan, orang tuanya sibuk," bebernya.
Untuk sementara secara spesifik, Dinkes Kaltim memastika para remaja putri khususnya untuk mengonsumsi tablet tambah darah yang sudah disediakan di Sekolah masing-masing. Kata Ulfah distribusi tablet tambah darah sudah disebarluaskan di masing-masing Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur.
"Tablet penambah darah sudah disediakan puskesmas. Kita sudah dropping langsung ke kabupaten kota diletakkan di gudang farmasi. Bagi masyarakat yang ingin gratis datang ke puskesmas. Sedangkan untuk anak sekolah atau remaja, kami sudah bekerja sama dengan pihak sekolah," jelasnya.
Untuk di Sekolah, siswa bisa koordinasi dengan guru yang ditugaskan dalam UKS. "Nanti itu koordinasi terlebih dahulu, nantinya ditentukan hari apa pembagian tersebut," jabarnya.
Terlebih untuk ibu hamil, pada saat melakukan pemeriksaan kehamilan, bisa sekaligus mendapatkan tablet penambah darah, dengan sesuai anjuran yang diberikan oleh dokter.
"Untuk meminum tablet tersebut tidak dibarengi dengan minum teh. Karena ngga boleh bersamaan dengan kalsium, dan juga obat magh harus ada jaraknya. Akan lebih bagus kalau mau tidur. Tambah dengan minum jus buah. Kami berharap pemeriksaan saat kehamilan rajin ke posyandu harus lebih rutin," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

(Foto: Ilustrasi)
Samarinda - Sejumlah sekolah di Kalimantan Timur (Kaltim), melaporkan tak sedikit peserta didik mereka kerap mengalami pusing ketika mengikuti proses belajar mengajar di kelas. Ahli Analisis Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim Uzah Mariah Ulfah menyebut, dari 43 orang peserta didik di kelas, setidaknya 27 persen di antaranya mengalami anemia tinggi.
Jumlah itu, disebut didominasi remaja putri alias siswi.
"Anak di sekolah, penjaringan di sekolah kelas VII (kelas 1 SMP) hingga kelas X (kelas 1 SMA) katanya sering pusing. Kami menggunakan alat Hb Meter untuk periksa hb anemia. Mereka yang datang cek, ternyata ada kadarnya mencapai 7 gram/dL," ungkap Uzah, ditemui Kantor Dinkes Kaltim, Senin (4/9/2023).
Diketahui, kadar hemoglobin normal pada remaja itu 10 - 15 gram/dL. Hal tersebut menunjukkan bahwa adanya masalah kesehatan yang terjadi pada siswa.
Dikemukakannya, bahwa remaja saat ini ketika berangkat sekolah belum sarapan di rumah, sehingga sering konsumsi makanan atau jajanan di kantin yang menghambat penyerapan zat besi. "Atau konsumsi zat besi dengan tablet tapi kurang vitamin c dan sayur-sayuran," terangnya.
Ia menyarankan untuk setiap minggunya ditambah dengan tablet tambah darah. "Hal tersebut dirutinkan, karena akan berdampak pada kinerja otak ketika berpikir dan akan ada perbedaan," tambahnya.
Ia menekankan agar para orang tua membiasakan budaya makan sehat di rumah. Karena saat ini menurunnya tingkat kesadaran orang tua dalam membangun keluarga harmonis. "Pola pembelajaran dari orang tua membiasakan makanan sehat, karena saat ini budaya makan bersama itu kurang, harusnya dari kecil dibiasakan, orang tuanya sibuk," bebernya.
Untuk sementara secara spesifik, Dinkes Kaltim memastika para remaja putri khususnya untuk mengonsumsi tablet tambah darah yang sudah disediakan di Sekolah masing-masing. Kata Ulfah distribusi tablet tambah darah sudah disebarluaskan di masing-masing Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur.
"Tablet penambah darah sudah disediakan puskesmas. Kita sudah dropping langsung ke kabupaten kota diletakkan di gudang farmasi. Bagi masyarakat yang ingin gratis datang ke puskesmas. Sedangkan untuk anak sekolah atau remaja, kami sudah bekerja sama dengan pihak sekolah," jelasnya.
Untuk di Sekolah, siswa bisa koordinasi dengan guru yang ditugaskan dalam UKS. "Nanti itu koordinasi terlebih dahulu, nantinya ditentukan hari apa pembagian tersebut," jabarnya.
Terlebih untuk ibu hamil, pada saat melakukan pemeriksaan kehamilan, bisa sekaligus mendapatkan tablet penambah darah, dengan sesuai anjuran yang diberikan oleh dokter.
"Untuk meminum tablet tersebut tidak dibarengi dengan minum teh. Karena ngga boleh bersamaan dengan kalsium, dan juga obat magh harus ada jaraknya. Akan lebih bagus kalau mau tidur. Tambah dengan minum jus buah. Kami berharap pemeriksaan saat kehamilan rajin ke posyandu harus lebih rutin," pungkasnya.
(Sf/Rs)