Cari disini...
Seputar Kaltim
Foto bersama saat kunjungan SLB Kabupaten Berau ke Perpustakaan Sanggam Barintak pada Jumat, (26/9/2025). (Foto: Dok Dispusip Berau)
Tanjung Redeb – Sebanyak 240 peserta didik dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Berau melakukan kunjungan edukatif ke Perpustakaan Sanggam Barintak, Jumat (26/9/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca, memperluas wawasan, serta memperkenalkan fasilitas literasi kepada anak-anak berkebutuhan khusus.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Berau, Yudha Budisantosa, menyampaikan kunjungan ini juga merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya, yaitu kunjungan Perpustakaan Keliling (Pusling) ke SLB.
"Beberapa waktu yang lalu, SLB mengirim surat kepada kami untuk melakukan kunjungan ke perpustakaan. Ini sebenarnya kelanjutan dari kunjungan kami ke sana lewat pusling," ujar Yudha.
Ia mengatakan dalam kunjungan pusling tersebut antusiasme para peserta didik sangat tinggi. Namun karena keterbatasan sarana pada pusling, tidak semua peserta didik bisa terlayani secara maksimal.
"Jumlah mereka sekitar 240 orang, sedangkan pusling tidak bisa mengakomodasi semuanya. Maka dari itu kami fasilitasi kunjungan langsung ke perpustakaan," terangnya.
Disampaikannya, para siswa yang hadir berasal dari jenjang SD, SMP hingga SMA. Dalam kunjungan tersebut kegiatan yang dilakukan meliputi membaca buku, menggambar, bermain edukasi, hingga mencoba fasilitas komputer di perpustakaan. Komunikasi juga dilakukan melalui bahasa isyarat dengan bantuan guru pendamping.
"Ternyata mereka banyak yang pintar membaca juga. Walaupun berkomunikasi melalui penerjemah dan bahasa isyarat, anak-anak tetap aktif berdiskusi dan mengeksplorasi isi perpustakaan," tambahnya.
Selain itu, ia juga menyoroti perilaku para siswa SLB yang menunjukkan kedisiplinan dan ketertiban luar biasa.
"Mereka itu justru lebih tertib, tidak ramai, tidak berlarian, rapi dan sangat patuh ketika diberi arahan. Jauh dari stigma yang sering kita dengar," jelasnya.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi para guru pendamping dan pustakawan yang hadir. Semua pihak tampak senang dan menikmati suasana literasi yang inklusif ini.
"Semua sangat menikmati. Banyak kegiatan positif yang dilakukan. Anak-anak membaca, menggambar, mencoba komputer dan interaksi yang hangat juga terjadi antara peserta didik dan petugas perpustakaan," ungkapnya.
Yudha berharap ke depan perpustakaan daerah dapat terus meningkatkan layanan, khususnya dalam menyediakan fasilitas yang lebih ramah dan mendukung proses belajar anak-anak berkebutuhan khusus.
"Kami ingin perpustakaan ini menjadi tempat belajar yang terbuka dan nyaman untuk semua, termasuk anak-anak SLB. Semoga kunjungan seperti ini bisa lebih sering dilakukan," pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Foto bersama saat kunjungan SLB Kabupaten Berau ke Perpustakaan Sanggam Barintak pada Jumat, (26/9/2025). (Foto: Dok Dispusip Berau)
Tanjung Redeb – Sebanyak 240 peserta didik dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Berau melakukan kunjungan edukatif ke Perpustakaan Sanggam Barintak, Jumat (26/9/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca, memperluas wawasan, serta memperkenalkan fasilitas literasi kepada anak-anak berkebutuhan khusus.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Berau, Yudha Budisantosa, menyampaikan kunjungan ini juga merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya, yaitu kunjungan Perpustakaan Keliling (Pusling) ke SLB.
"Beberapa waktu yang lalu, SLB mengirim surat kepada kami untuk melakukan kunjungan ke perpustakaan. Ini sebenarnya kelanjutan dari kunjungan kami ke sana lewat pusling," ujar Yudha.
Ia mengatakan dalam kunjungan pusling tersebut antusiasme para peserta didik sangat tinggi. Namun karena keterbatasan sarana pada pusling, tidak semua peserta didik bisa terlayani secara maksimal.
"Jumlah mereka sekitar 240 orang, sedangkan pusling tidak bisa mengakomodasi semuanya. Maka dari itu kami fasilitasi kunjungan langsung ke perpustakaan," terangnya.
Disampaikannya, para siswa yang hadir berasal dari jenjang SD, SMP hingga SMA. Dalam kunjungan tersebut kegiatan yang dilakukan meliputi membaca buku, menggambar, bermain edukasi, hingga mencoba fasilitas komputer di perpustakaan. Komunikasi juga dilakukan melalui bahasa isyarat dengan bantuan guru pendamping.
"Ternyata mereka banyak yang pintar membaca juga. Walaupun berkomunikasi melalui penerjemah dan bahasa isyarat, anak-anak tetap aktif berdiskusi dan mengeksplorasi isi perpustakaan," tambahnya.
Selain itu, ia juga menyoroti perilaku para siswa SLB yang menunjukkan kedisiplinan dan ketertiban luar biasa.
"Mereka itu justru lebih tertib, tidak ramai, tidak berlarian, rapi dan sangat patuh ketika diberi arahan. Jauh dari stigma yang sering kita dengar," jelasnya.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi para guru pendamping dan pustakawan yang hadir. Semua pihak tampak senang dan menikmati suasana literasi yang inklusif ini.
"Semua sangat menikmati. Banyak kegiatan positif yang dilakukan. Anak-anak membaca, menggambar, mencoba komputer dan interaksi yang hangat juga terjadi antara peserta didik dan petugas perpustakaan," ungkapnya.
Yudha berharap ke depan perpustakaan daerah dapat terus meningkatkan layanan, khususnya dalam menyediakan fasilitas yang lebih ramah dan mendukung proses belajar anak-anak berkebutuhan khusus.
"Kami ingin perpustakaan ini menjadi tempat belajar yang terbuka dan nyaman untuk semua, termasuk anak-anak SLB. Semoga kunjungan seperti ini bisa lebih sering dilakukan," pungkasnya.
(Sf/Lo)