Cari disini...
Seputar Kaltim
Proses pencarian bocah tenggelam di perairan Sungai Mahakam, Loa Tebu. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Sudah 24 jam berlalu, bocah 13 tahun yang tenggelam di Sungai Mahakam, Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tenggarong, belum juga ditemukan.
Tim gabungan Badan Sar Nasional Provinsi (Basarnas) Kalimantan Timur (Kaltim), Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD), Satpolairud serta relawan kini masih berusaha melakukan pencarian.
Berbagai metode pencarian dilakukan, seperti menyelam dan menggunakan rawai dengan mata pancing berukuran besar, tetapi hasilnya masih nihil.
"Kami belum temukan anak itu, tapi pencarian masih berlangsung sampai, kami terus berusaha," kata Koordinator Lapangan BPBD Kukar, Eko Suryawinata, Rabu (28/5/2025).
Eko menjelaskan metode penyelaman pertama dilakukan selama 15 menit, kedua 10 menit, ketiga lima menit. Sementara pencarian dengan cara merawaikan puluhan mata pancing berukuran besar ini diharapkan agar korban bisa tersangkut.
Selanjutnya pencarian dilakukan dengan cara menyisir sungai dan menggunakan alat sonar dan underwater searching device untuk mendeteksi objek di dalam permukaan air.
Di tengah upaya pencarian, terdengar tangis haru seorang ibu yang terus berdoa agar anaknya segera ditemukan. “Nak, cepat naik ke atas, kasihan ibu,” ucapnya lirih penuh harap.
Sampai berita ini ditayangkan, proses pencarian korban masih berlangsung.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Proses pencarian bocah tenggelam di perairan Sungai Mahakam, Loa Tebu. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Sudah 24 jam berlalu, bocah 13 tahun yang tenggelam di Sungai Mahakam, Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tenggarong, belum juga ditemukan.
Tim gabungan Badan Sar Nasional Provinsi (Basarnas) Kalimantan Timur (Kaltim), Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD), Satpolairud serta relawan kini masih berusaha melakukan pencarian.
Berbagai metode pencarian dilakukan, seperti menyelam dan menggunakan rawai dengan mata pancing berukuran besar, tetapi hasilnya masih nihil.
"Kami belum temukan anak itu, tapi pencarian masih berlangsung sampai, kami terus berusaha," kata Koordinator Lapangan BPBD Kukar, Eko Suryawinata, Rabu (28/5/2025).
Eko menjelaskan metode penyelaman pertama dilakukan selama 15 menit, kedua 10 menit, ketiga lima menit. Sementara pencarian dengan cara merawaikan puluhan mata pancing berukuran besar ini diharapkan agar korban bisa tersangkut.
Selanjutnya pencarian dilakukan dengan cara menyisir sungai dan menggunakan alat sonar dan underwater searching device untuk mendeteksi objek di dalam permukaan air.
Di tengah upaya pencarian, terdengar tangis haru seorang ibu yang terus berdoa agar anaknya segera ditemukan. “Nak, cepat naik ke atas, kasihan ibu,” ucapnya lirih penuh harap.
Sampai berita ini ditayangkan, proses pencarian korban masih berlangsung.
(Sf/Lo)