Seputar Kaltim

    23 Persen Warga Samarinda Belum Terlayani Air Bersih, Wali Kota: Target 2025 semua teraliri

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    12 Juni 2024 pukul 16:03 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun (AH), mengungkapkan bahwa masih ada sekitar 23 persen warga Samarinda yang belum terlayani air bersih. 

    Meski demikian, AH menyatakan bahwa pemerintah kota telah berhasil meningkatkan kapasitas produksi dan cakupan layanan air bersih dalam dua tahun terakhir.

    “Kita sudah pada posisi sekitar 77 persen masyarakat merasakan air bersih. Kita telah berhasil menaikkan kapasitas produksi dan cakupan layanan dalam dua tahun terakhir ini. Sisanya yang belum terlayani, kami mohon kesabaran dan maaf kepada seluruh masyarakat,” kata AH, Selasa (11/6/2024) malam.

    AH menegaskan bahwa Pemkot Samarinda bersama jajarannya terus bekerja keras untuk mencapai target 100 persen cakupan layanan air bersih. 

     “Target kita tahun 2025 semua sudah 100 persen. Kami telah menyampaikan kepada pihak Direksi Perumdam untuk setiap tahun membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA),” jelasnya.

    Dengan pembangunan IPA atau infrastruktur pengelolaan air, kapasitas produksi air bersih diharapkan dapat memenuhi kebutuhan seluruh wilayah kota Samarinda. 

    Sebab ia pun sadar bahwa akses air bersih adalah hal yang sangat penting, sebagai bagian dari hak asasi manusia. 

    “Kami berharap tidak ada lagi kawasan yang tidak terjangkau PDAM di tahun depan. Tidak ada lagi masyarakat yang tidak menikmati akses air bersih,” ujar Wali Kota.

    Kemudian, dengan lengkapnya struktur Perumdam baik Dewan Pengawas maupun Direksi yang baru dilantik, kinerja layanan Perumdam diharapkan semakin membaik. 

    Ia ingin Perumdam semakin tanggap dan lebih sigap dalam menanggapi keluhan-keluhan pelanggan serta membuat perencanaan dengan lebih besar agar kedepannya tidak ada lagi warga Samarinda yang tidak menerima air bersih.

    “Air bersih itu bagian dari HAM, sehingga kita semua harus bekerja keras. Walaupun secara bertahap, kita terus meningkatkan kualitas dan cakupan layanan air bersih untuk masyarakat,” tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    23 Persen Warga Samarinda Belum Terlayani Air Bersih, Wali Kota: Target 2025 semua teraliri

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    12 Juni 2024 pukul 16:03 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun (AH), mengungkapkan bahwa masih ada sekitar 23 persen warga Samarinda yang belum terlayani air bersih. 

    Meski demikian, AH menyatakan bahwa pemerintah kota telah berhasil meningkatkan kapasitas produksi dan cakupan layanan air bersih dalam dua tahun terakhir.

    “Kita sudah pada posisi sekitar 77 persen masyarakat merasakan air bersih. Kita telah berhasil menaikkan kapasitas produksi dan cakupan layanan dalam dua tahun terakhir ini. Sisanya yang belum terlayani, kami mohon kesabaran dan maaf kepada seluruh masyarakat,” kata AH, Selasa (11/6/2024) malam.

    AH menegaskan bahwa Pemkot Samarinda bersama jajarannya terus bekerja keras untuk mencapai target 100 persen cakupan layanan air bersih. 

     “Target kita tahun 2025 semua sudah 100 persen. Kami telah menyampaikan kepada pihak Direksi Perumdam untuk setiap tahun membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA),” jelasnya.

    Dengan pembangunan IPA atau infrastruktur pengelolaan air, kapasitas produksi air bersih diharapkan dapat memenuhi kebutuhan seluruh wilayah kota Samarinda. 

    Sebab ia pun sadar bahwa akses air bersih adalah hal yang sangat penting, sebagai bagian dari hak asasi manusia. 

    “Kami berharap tidak ada lagi kawasan yang tidak terjangkau PDAM di tahun depan. Tidak ada lagi masyarakat yang tidak menikmati akses air bersih,” ujar Wali Kota.

    Kemudian, dengan lengkapnya struktur Perumdam baik Dewan Pengawas maupun Direksi yang baru dilantik, kinerja layanan Perumdam diharapkan semakin membaik. 

    Ia ingin Perumdam semakin tanggap dan lebih sigap dalam menanggapi keluhan-keluhan pelanggan serta membuat perencanaan dengan lebih besar agar kedepannya tidak ada lagi warga Samarinda yang tidak menerima air bersih.

    “Air bersih itu bagian dari HAM, sehingga kita semua harus bekerja keras. Walaupun secara bertahap, kita terus meningkatkan kualitas dan cakupan layanan air bersih untuk masyarakat,” tutupnya.

    (Sf/Rs)