Seputar Kaltim

    22 Warga PPU Teridentifikasi Terjangkit Campak, 1 Orang Positif

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    05 September 2025 pukul 14:54 WITA

    Kantor Dinkes PPU (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Kesehatan (Dinkes) Penajam Paser Utara (PPU) mencatat 22 orang didiagnosa mengidap penyakit campak per September 2025. 

    Bahkan satu di antaranya telah dinyatakan positif terjangkit campak saat dilakukan uji lab di Banjar Baru, Kalimantan Selatan (Kalsel). 

    “Jadi 22 kasus campak di tahun ini belum tentu positif semua, baru satu yang dinyatakan positif setelah dicek ke laboratorium Banjar Baru,” ucap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes PPU, Sri Temu, Sabtu (5/9/2025).

    Ia menjelaskan penyakit campak merupakan infeksi virus yang dapat menyerang semua kelompok usia, baik bayi, balita, anak-anak, remaja hingga dewasa.

    Gelaja awalnya, pengidap akan mengalami demam tinggi dengan diiringi sakit tenggorokan, batuk, flu dan muncul bintik-bintik putih di dalam mulut.

    Temu menyatakan campak dapat menimbulkan berbagai penyakit serius apabila tidak segera ditangani dengan baik, seperti gagal jantung, kebutaan, kerusakan pada paru-paru dan lainnya.

    “Bahkan campak itu bisa menimbulkan kematian jika tidak segera diobati dan ditangani dengan baik. Masa penyembuhannya pun membutuhkan waktu yang panjang, sekitar 14-21 hari. Itu pun kalau diobati dengan baik dan rutin,” jelas Temu.

    Guna mencegah masyarakat terjangkit virus campak, Dinkes PPU rutin melaksanakan imunisasi terhadap bayi berusia sembilan bulan, balita 18-24 bulan dan anak-anak yang baru masuk sekolah dasar.

    Imunisasi ini penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus campak, sehingga anak-anak tidak mudah tertular penyakit tersebut.

    “Campak itu bisa dicegah melalui pemberian imunisasi sejak bayi, balita hingga anak-anak,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    22 Warga PPU Teridentifikasi Terjangkit Campak, 1 Orang Positif

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    05 September 2025 pukul 14:54 WITA

    Kantor Dinkes PPU (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Kesehatan (Dinkes) Penajam Paser Utara (PPU) mencatat 22 orang didiagnosa mengidap penyakit campak per September 2025. 

    Bahkan satu di antaranya telah dinyatakan positif terjangkit campak saat dilakukan uji lab di Banjar Baru, Kalimantan Selatan (Kalsel). 

    “Jadi 22 kasus campak di tahun ini belum tentu positif semua, baru satu yang dinyatakan positif setelah dicek ke laboratorium Banjar Baru,” ucap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes PPU, Sri Temu, Sabtu (5/9/2025).

    Ia menjelaskan penyakit campak merupakan infeksi virus yang dapat menyerang semua kelompok usia, baik bayi, balita, anak-anak, remaja hingga dewasa.

    Gelaja awalnya, pengidap akan mengalami demam tinggi dengan diiringi sakit tenggorokan, batuk, flu dan muncul bintik-bintik putih di dalam mulut.

    Temu menyatakan campak dapat menimbulkan berbagai penyakit serius apabila tidak segera ditangani dengan baik, seperti gagal jantung, kebutaan, kerusakan pada paru-paru dan lainnya.

    “Bahkan campak itu bisa menimbulkan kematian jika tidak segera diobati dan ditangani dengan baik. Masa penyembuhannya pun membutuhkan waktu yang panjang, sekitar 14-21 hari. Itu pun kalau diobati dengan baik dan rutin,” jelas Temu.

    Guna mencegah masyarakat terjangkit virus campak, Dinkes PPU rutin melaksanakan imunisasi terhadap bayi berusia sembilan bulan, balita 18-24 bulan dan anak-anak yang baru masuk sekolah dasar.

    Imunisasi ini penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus campak, sehingga anak-anak tidak mudah tertular penyakit tersebut.

    “Campak itu bisa dicegah melalui pemberian imunisasi sejak bayi, balita hingga anak-anak,” tandasnya.

    (Sf/Lo)