Cari disini...
Seputar Kaltim
Sekretaris BKAD PPU, Ruliyana.(Istimewa)
Penajam - Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Penajam Paser Utara (PPU) mencatat hasil serapan belanja dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan 2024 pada Agustus ini, baru mencapai Rp1,2 triliun atau sekitar 38 persen dari target belanja senilai Rp3,19 triliun.
Sekretaris BKAD PPU, Ruliyana menyatakan, hasil serapan belanja daerah yang paling mendominasi adalah belanja transfer dengan nilai realisasi sudah mencapai sekitar 55 persen atau Rp92 miliar.
“Belanja transfer ini melingkupi berbagai pos, salah satunya seperti bantuan keuangan yang diperuntukan kepada desa dan pemerintah kota terkait bagi hasil pajak. Karena anggarannya cukup besar sekitar Rp172 miliar maka pergerakan realisasinya cukup relevan,” ungkap Ruliyana, Minggu (1/9/2024).
Tak hanya itu, BKAD PPU juga menekankan untuk segera mempercepat realisasi belanja modal karena dinilai begitu penting. Dengan nilai target anggaran belanja daerah mencapai Rp3,19 triliun dan target pendapatan mencapai Rp2,94 tiriliun, seharusnya hasil serapan dari anggaran itu berjalan maksimal.
“Maka dari itu, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) harus berupaya lebih maksimal lagi dalam mempercepat belanja modal untuk merealisasikan anggaran,” jelas Ruliyana.
Untuk mempercepat realisasi anggaran itu, setidaknya perlu SKPD yang memiliki kegiatan fisik yang besar, salah satunya seperti Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) yang kini pembangunan gedungnya sedang berjalan. Di mana proses lelang dan pengerjaan proyek tersebut harus dikebut.
“Percepatan belanja modal ini tak hanya penting untuk mencapai target APBD, tetapi juga upaya untuk menghindari anggaran yang tersisa di saat pergantian tahun,” ungkap Ruliyana.
Maka, BKAD PPU akan berkoordinasi dengan seluruh SKPD untuk terus meningkatkan percepatan realisasi belanja, terutama belanja modal.
“Untuk mencapai target itu, kami akan terus memantau dan mengevaluasi realisasi APBD secara berkala, serta berkoordinasi dengan seluruh SKPD,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Sekretaris BKAD PPU, Ruliyana.(Istimewa)
Penajam - Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Penajam Paser Utara (PPU) mencatat hasil serapan belanja dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan 2024 pada Agustus ini, baru mencapai Rp1,2 triliun atau sekitar 38 persen dari target belanja senilai Rp3,19 triliun.
Sekretaris BKAD PPU, Ruliyana menyatakan, hasil serapan belanja daerah yang paling mendominasi adalah belanja transfer dengan nilai realisasi sudah mencapai sekitar 55 persen atau Rp92 miliar.
“Belanja transfer ini melingkupi berbagai pos, salah satunya seperti bantuan keuangan yang diperuntukan kepada desa dan pemerintah kota terkait bagi hasil pajak. Karena anggarannya cukup besar sekitar Rp172 miliar maka pergerakan realisasinya cukup relevan,” ungkap Ruliyana, Minggu (1/9/2024).
Tak hanya itu, BKAD PPU juga menekankan untuk segera mempercepat realisasi belanja modal karena dinilai begitu penting. Dengan nilai target anggaran belanja daerah mencapai Rp3,19 triliun dan target pendapatan mencapai Rp2,94 tiriliun, seharusnya hasil serapan dari anggaran itu berjalan maksimal.
“Maka dari itu, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) harus berupaya lebih maksimal lagi dalam mempercepat belanja modal untuk merealisasikan anggaran,” jelas Ruliyana.
Untuk mempercepat realisasi anggaran itu, setidaknya perlu SKPD yang memiliki kegiatan fisik yang besar, salah satunya seperti Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) yang kini pembangunan gedungnya sedang berjalan. Di mana proses lelang dan pengerjaan proyek tersebut harus dikebut.
“Percepatan belanja modal ini tak hanya penting untuk mencapai target APBD, tetapi juga upaya untuk menghindari anggaran yang tersisa di saat pergantian tahun,” ungkap Ruliyana.
Maka, BKAD PPU akan berkoordinasi dengan seluruh SKPD untuk terus meningkatkan percepatan realisasi belanja, terutama belanja modal.
“Untuk mencapai target itu, kami akan terus memantau dan mengevaluasi realisasi APBD secara berkala, serta berkoordinasi dengan seluruh SKPD,” pungkasnya.
(Sf/Rs)