Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Paser, Bayu Agung Prasetyo (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Dua komponen yang mempengaruhi perhitungan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Paser meningkat.
Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Paser diketahui pada 2024 IPM di Paser berada di angka 75,13 dan meningkat di 2025 menjadi 75,85.
Kepala BPS Paser, Bayu Agung Prasetyo menjelaskan terjadi kenaikan angka yang signifikan terhadap dua komponen pembentuk IPM.
"Angka harapan hidup dari 74,1 naik menjadi 74,39 dan angka lama sekolah dari 8,92 menjadi 9,04," kata Bayu Agung Prasetyo, Selasa (10/2/2026).
Ia menilai naiknya dua komponen tersebut merupakan wujud dari berjalannya program pemerintah daerah yang berpihak kepada kesejahteraan masyarakat.
Pemkab Paser juga diketahui pada beberapa waktu lalu memiliki program pendidikan masa lampau yang diinisiasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Paser.
"Rata-rata lama sekolah dihitungnya bagi masyarakat yang berumur 25 tahun ke atas," tambahnya.
Menurutnya, agar dapat meningkatkan angka rata-rata lama sekolah ke depannya masyarakat harus bisa didorong untuk mengejar paket A, B atau C.
Sementara angka harapan hidup mengalami kenaikan sebesar 0,2 poin. Hal itu mencerminkan angka kesehatan masyarakat di Paser.
"Salah satunya dikarenakan adanya pemerataan sarana kesehatan maupun pemerataan tenaga kesehatan," tutupnya
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Paser, Bayu Agung Prasetyo (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Dua komponen yang mempengaruhi perhitungan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Paser meningkat.
Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Paser diketahui pada 2024 IPM di Paser berada di angka 75,13 dan meningkat di 2025 menjadi 75,85.
Kepala BPS Paser, Bayu Agung Prasetyo menjelaskan terjadi kenaikan angka yang signifikan terhadap dua komponen pembentuk IPM.
"Angka harapan hidup dari 74,1 naik menjadi 74,39 dan angka lama sekolah dari 8,92 menjadi 9,04," kata Bayu Agung Prasetyo, Selasa (10/2/2026).
Ia menilai naiknya dua komponen tersebut merupakan wujud dari berjalannya program pemerintah daerah yang berpihak kepada kesejahteraan masyarakat.
Pemkab Paser juga diketahui pada beberapa waktu lalu memiliki program pendidikan masa lampau yang diinisiasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Paser.
"Rata-rata lama sekolah dihitungnya bagi masyarakat yang berumur 25 tahun ke atas," tambahnya.
Menurutnya, agar dapat meningkatkan angka rata-rata lama sekolah ke depannya masyarakat harus bisa didorong untuk mengejar paket A, B atau C.
Sementara angka harapan hidup mengalami kenaikan sebesar 0,2 poin. Hal itu mencerminkan angka kesehatan masyarakat di Paser.
"Salah satunya dikarenakan adanya pemerataan sarana kesehatan maupun pemerataan tenaga kesehatan," tutupnya
(Sf/Lo)