18 Desa Wisata Kaltim Masuk 500 Besar ADWI

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    21 Mei 2024 10:56 WIB

    Sejumlah Desa Wisata yang ada di Kaltim tembus 500 besar dalam ajang ADWI 2024. (Kolase oleh seputarfakta.com)

    Samarinda - Sebanyak 18 desa wisata di Kalimantan Timur tembus 500 besar ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.

    Desa wisata yang masuk terdiri dari empat kabupaten kota. Pertama, Kutai Kartanegara (Kukar) terdapat enam desa wisata, yakni Pantai Ambalat, Danau Semayang, Bhuana Jaya, Pokdarwis Dewi Arum, Sangkuliman, Kampung Wisata Pulak. 

    Kedua, Berau, memiliki delapan desa wisata andalan yang masuk yakni Biduk-Biduk, Ekowisata Mangrove Teluk Menanting, Tanjung Baru, Kampung Merasa, Tulung Ni' Lenggo, Payung-Payung, Pulau Derawan dan Merabu Asik.

    Adapun ketiga dan keempat, Penajam Paser Utara (PPU) dan Balikpapan masing-masing terdapat dua desa wisata. Untuk Balikpapan ada Pantai Smacly dan Kang Bejo, sementara PPU terdapat Kelurahan Nipah-Nipah dan Wono Sari.

    Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi mengungkapkan rasa syukur dan senang desa wisata di Kaltim mengalami kemajuan yang pesat.

    "Tentunya kita ikut senang dan bangga, semoga lolos kembali 300 besar ADWI, yang mana ini masih dalam tahap kurasi," ungkap Ririn dihubungi di Samarinda, Selasa (21/5/2024).

    Kesuksesan yang dialami oleh beberapa desa wisata ini tak lebih peran dari penguatan kerja sama yang melibatkan Pemerintahan Desa (Pemdes), Dinas Kominfo, Dinas PUPR, Dinas Perindagkop, dan opd lain yang terkait,  seperti Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, BKSDA KemenLH. "Tentunya mitra Dispar Kabupaten Kota dan Kaltim," imbuhnya.

    Sebelumnya, dalam ajang ini Kabupaten/Kota diberi kebebasan untuk mendaftarkan minimal tiga desa wisata. 

    "Untuk itu kita visitasi dan mapping untuk melakukan pendampingan supaya menjadi desa wisata mandiri," tambahnya.

    Bentuk keseriusan Dispar Kaltim dalam pembangunan desa wisata salah satunya dengan mendorong untuk dibuatkan profiling desa wisata, agar kedepan seluruh desa wisata dapat dikenal masyarakat Indonesia.

    "Langkah kita untuk mengembangkan desa wisata dengan membuat profiling desa wisata," tukasnya.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    18 Desa Wisata Kaltim Masuk 500 Besar ADWI

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    21 Mei 2024 10:56 WIB

    Sejumlah Desa Wisata yang ada di Kaltim tembus 500 besar dalam ajang ADWI 2024. (Kolase oleh seputarfakta.com)

    Samarinda - Sebanyak 18 desa wisata di Kalimantan Timur tembus 500 besar ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.

    Desa wisata yang masuk terdiri dari empat kabupaten kota. Pertama, Kutai Kartanegara (Kukar) terdapat enam desa wisata, yakni Pantai Ambalat, Danau Semayang, Bhuana Jaya, Pokdarwis Dewi Arum, Sangkuliman, Kampung Wisata Pulak. 

    Kedua, Berau, memiliki delapan desa wisata andalan yang masuk yakni Biduk-Biduk, Ekowisata Mangrove Teluk Menanting, Tanjung Baru, Kampung Merasa, Tulung Ni' Lenggo, Payung-Payung, Pulau Derawan dan Merabu Asik.

    Adapun ketiga dan keempat, Penajam Paser Utara (PPU) dan Balikpapan masing-masing terdapat dua desa wisata. Untuk Balikpapan ada Pantai Smacly dan Kang Bejo, sementara PPU terdapat Kelurahan Nipah-Nipah dan Wono Sari.

    Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi mengungkapkan rasa syukur dan senang desa wisata di Kaltim mengalami kemajuan yang pesat.

    "Tentunya kita ikut senang dan bangga, semoga lolos kembali 300 besar ADWI, yang mana ini masih dalam tahap kurasi," ungkap Ririn dihubungi di Samarinda, Selasa (21/5/2024).

    Kesuksesan yang dialami oleh beberapa desa wisata ini tak lebih peran dari penguatan kerja sama yang melibatkan Pemerintahan Desa (Pemdes), Dinas Kominfo, Dinas PUPR, Dinas Perindagkop, dan opd lain yang terkait,  seperti Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, BKSDA KemenLH. "Tentunya mitra Dispar Kabupaten Kota dan Kaltim," imbuhnya.

    Sebelumnya, dalam ajang ini Kabupaten/Kota diberi kebebasan untuk mendaftarkan minimal tiga desa wisata. 

    "Untuk itu kita visitasi dan mapping untuk melakukan pendampingan supaya menjadi desa wisata mandiri," tambahnya.

    Bentuk keseriusan Dispar Kaltim dalam pembangunan desa wisata salah satunya dengan mendorong untuk dibuatkan profiling desa wisata, agar kedepan seluruh desa wisata dapat dikenal masyarakat Indonesia.

    "Langkah kita untuk mengembangkan desa wisata dengan membuat profiling desa wisata," tukasnya.

    (Sf/Rs)