Cari disini...
Seputar Kaltim
Pengukuhan Kepala Sekolah SD dan SMP di Samarinda. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun melantik 17 Kepala Sekolah (Kepsek), baik Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Senin (20/3/2023).
Wali Kota Samarinda, Andi Harun menyampaikan pesan kepada seluruh tamu undangan yang hadir bahwa human capital indeks di Samarinda masih rendah.
"Setelah kita mempelajari data susenas 2021-2022, bahwa kita punya angka akses lanjutan sekolah S1 - S3 diangka 0,2 persen dan angka terbesar sebanyak 53 persen berhenti pada Sekolah Menengah Atas (SMA)," ungkapnya.
Kota Samarinda, kata dia, masih tertinggal dalam pendidikan dikarenakan banyak motif, baik karena pembiayaan, terbatasnya jumlah sekolah daerah tertinggal dan infrastruktur yang belum merata.
"Data ini perlu kita pelajari, kita perbaiki kualitas pendidikan dan infrastruktur sekolah di Samarinda," lanjutnya.
Pembangunan infrastruktur, kata dia, merupakan bagian dari pembangunan Sumber Daya manusia (SDM). Sebab akar dari peradaban yang produktif adalah fasilitas yang sesuai.
Pemerintah Kota (Pemkot) terus berupaya meningkatkan fasilitas kebersihan sekolah di Samarinda, paling utama dalam pembangunan infrastuktur adalah WC Siswa.
"Kita tahun ini harus membangun peradaban dalam dunia pendidikan, di mulai dari WC sekolah yang layak dan baik, bukan seperti WC di terminal, kita siapkan WC kelas hotel berbintang "terangnya
Pembangunan WC ini berlangsung pada semua sekolah SD dan SMP di Samarinda. "Pembangunan ini akan merata pada seluruh sekolah di Samarinda, dan untuk anggaran akan menggunakan Anggaran perubahan APBD," tutupnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pengukuhan Kepala Sekolah SD dan SMP di Samarinda. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun melantik 17 Kepala Sekolah (Kepsek), baik Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Senin (20/3/2023).
Wali Kota Samarinda, Andi Harun menyampaikan pesan kepada seluruh tamu undangan yang hadir bahwa human capital indeks di Samarinda masih rendah.
"Setelah kita mempelajari data susenas 2021-2022, bahwa kita punya angka akses lanjutan sekolah S1 - S3 diangka 0,2 persen dan angka terbesar sebanyak 53 persen berhenti pada Sekolah Menengah Atas (SMA)," ungkapnya.
Kota Samarinda, kata dia, masih tertinggal dalam pendidikan dikarenakan banyak motif, baik karena pembiayaan, terbatasnya jumlah sekolah daerah tertinggal dan infrastruktur yang belum merata.
"Data ini perlu kita pelajari, kita perbaiki kualitas pendidikan dan infrastruktur sekolah di Samarinda," lanjutnya.
Pembangunan infrastruktur, kata dia, merupakan bagian dari pembangunan Sumber Daya manusia (SDM). Sebab akar dari peradaban yang produktif adalah fasilitas yang sesuai.
Pemerintah Kota (Pemkot) terus berupaya meningkatkan fasilitas kebersihan sekolah di Samarinda, paling utama dalam pembangunan infrastuktur adalah WC Siswa.
"Kita tahun ini harus membangun peradaban dalam dunia pendidikan, di mulai dari WC sekolah yang layak dan baik, bukan seperti WC di terminal, kita siapkan WC kelas hotel berbintang "terangnya
Pembangunan WC ini berlangsung pada semua sekolah SD dan SMP di Samarinda. "Pembangunan ini akan merata pada seluruh sekolah di Samarinda, dan untuk anggaran akan menggunakan Anggaran perubahan APBD," tutupnya.
(Sf/By)