17 Hari Melaut, 3 Nelayan Dilaporkan Hilang di Perairan Pulau Derawan

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    Seputar Kaltim

    07 Maret 2026 02:45 WIB

    Ilustrasi kapal di laut. (Foto: freepik)

    Tanjung Redeb - Tiga nelayan dilaporkan hilang kontak saat melaut di perairan utara luar Pulau Derawan. Ketiganya berangkat dari Pelabuhan Kampung Kasai menggunakan kapal motor nelayan tanpa nama.

    Ketiganya hilang pada 17 Februari 2026 sekitar pukul 16.00 WITA. Kapolsek Tanjung Redeb, AKP Amin Maulani membenarkan informasi tersebut. ia mengatakan laporan diterima Polsek Tanjung Redeb pada 6 Maret 2026 sekitar pukul 20.00 WITA dari salah satu keluarga korban yang merasa khawatir karena ketiganya sudah lama tidak dapat dihubungi.

    "Benar pada Jumat malam kami menerima laporan terkait tiga warga yang hilang kontak saat melaut di perairan luar Pulau Derawan," ujar AKP Amin.

    Ia pun menyebutkan identitas korban adalah Rapiuddin (30), Sukri (22) dan Saparuddin (38), ketiganya warga Jalan Pangeran Diguna, RT 17, Tanjung Redeb.

    "Kapal yang digunakan kapal motor tanpa nama, berwarna biru putih, memiliki tenda di bagian belakang dan tonase sekitar 16 ton," tambahnya.

    Hingga laporan dibuat, sekitar 17 hari setelah keberangkatan, ketiga nelayan tersebut belum kembali dan belum dapat dihubungi.

    "Setelah menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Basarnas untuk melakukan pencarian serta pemantauan di wilayah perairan," ujarnya.

    Ia menambahkan kondisi kini di perairan Kecamatan Pulau Derawan cukup buruk dengan ombak tinggi. Hingga berita ini diterbitkan pihak terkait tengah berupaya melakukan pencarian.

    "Kami berharap ketiga nelayan tersebut dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat," harapnya.

    Pihak kepolisian mengimbau nelayan dan masyarakat pesisir untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca serta memastikan alat komunikasi dan keselamatan sebelum melaut.

    "Keselamatan adalah yang utama. Tetap perhatikan perkiraan cuaca dan pantau cuaca dilaman resmi BMKG sebelum beraktivitas di luar termasuk laut. Pastikan peralatan dan komunikasi juga siap sebelum berangkat melaut," tegas AKP Amin.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    17 Hari Melaut, 3 Nelayan Dilaporkan Hilang di Perairan Pulau Derawan

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    Seputar Kaltim

    07 Maret 2026 02:45 WIB

    Ilustrasi kapal di laut. (Foto: freepik)

    Tanjung Redeb - Tiga nelayan dilaporkan hilang kontak saat melaut di perairan utara luar Pulau Derawan. Ketiganya berangkat dari Pelabuhan Kampung Kasai menggunakan kapal motor nelayan tanpa nama.

    Ketiganya hilang pada 17 Februari 2026 sekitar pukul 16.00 WITA. Kapolsek Tanjung Redeb, AKP Amin Maulani membenarkan informasi tersebut. ia mengatakan laporan diterima Polsek Tanjung Redeb pada 6 Maret 2026 sekitar pukul 20.00 WITA dari salah satu keluarga korban yang merasa khawatir karena ketiganya sudah lama tidak dapat dihubungi.

    "Benar pada Jumat malam kami menerima laporan terkait tiga warga yang hilang kontak saat melaut di perairan luar Pulau Derawan," ujar AKP Amin.

    Ia pun menyebutkan identitas korban adalah Rapiuddin (30), Sukri (22) dan Saparuddin (38), ketiganya warga Jalan Pangeran Diguna, RT 17, Tanjung Redeb.

    "Kapal yang digunakan kapal motor tanpa nama, berwarna biru putih, memiliki tenda di bagian belakang dan tonase sekitar 16 ton," tambahnya.

    Hingga laporan dibuat, sekitar 17 hari setelah keberangkatan, ketiga nelayan tersebut belum kembali dan belum dapat dihubungi.

    "Setelah menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Basarnas untuk melakukan pencarian serta pemantauan di wilayah perairan," ujarnya.

    Ia menambahkan kondisi kini di perairan Kecamatan Pulau Derawan cukup buruk dengan ombak tinggi. Hingga berita ini diterbitkan pihak terkait tengah berupaya melakukan pencarian.

    "Kami berharap ketiga nelayan tersebut dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat," harapnya.

    Pihak kepolisian mengimbau nelayan dan masyarakat pesisir untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca serta memastikan alat komunikasi dan keselamatan sebelum melaut.

    "Keselamatan adalah yang utama. Tetap perhatikan perkiraan cuaca dan pantau cuaca dilaman resmi BMKG sebelum beraktivitas di luar termasuk laut. Pastikan peralatan dan komunikasi juga siap sebelum berangkat melaut," tegas AKP Amin.

    (Sf/Lo)