Cari disini...
Seputar Kaltim
Anak-anak sekolah rakyat yang menghadiri acara yang dibuka oleh Menteri Sosial di Samarinda. (Foto : Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan masa depan anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Komitmen ini diwujudkan melalui pengoperasian 165 sekolah rakyat yang tersebar di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Kalimantan Timur.
Saat melakukan kunjungan ke Samarinda, Gus Ipul memastikan bahwa seluruh siswa yang bersekolah di sekolah rakyat akan mendapatkan fasilitas yang memadai dan setara dengan sekolah pada umumnya.
Fasilitas ini mencakup akomodasi seperti asrama, seragam sekolah lengkap, konsumsi berupa makan dan camilan, hingga perlengkapan sekolah lainnya.
"Anak-anak sekolah rakyat berhak memiliki masa depan yang cerah. Mereka yang berada dalam posisi kurang mampu, harus dibantu dan disekolahkan sama seperti anak-anak yang lain," ujar Gus Ipul.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan sekolah rakyat ini bertujuan untuk mengatasi masalah klasik dalam dunia pendidikan, yakni masih banyaknya anak yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi setelah lulus SD.
Padahal, pendidikan merupakan kunci untuk memutus mata rantai kemiskinan.
"Setiap tahun, selalu ada anak-anak yang lulus SD tetapi tidak melanjutkan ke jenjang SMP. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menyelesaikan masalah pendidikan di daerah, salah satunya dengan pendirian Sekolah Rakyat ini," jelasnya.
Lebih lanjut, Gus Ipul menyebutkan bahwa siswa yang menjadi sasaran program ini adalah mereka yang masuk dalam desil 1 dan 2, yaitu kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.
"Inilah kelompok yang oleh Presiden kita diminta untuk diperhatikan, diberikan atensi, dan ambil langkah-langkah nyata guna memberdayakan mereka," imbuhnya.
Di sekolah rakyat, para guru telah melakukan pemetaan potensi dan talenta para siswa sejak dini. Hal ini memungkinkan guru untuk membimbing dan mengarahkan siswa sesuai dengan bakat dan kemampuan mereka.
Setelah lulus, pemerintah juga berupaya mengawal para siswa untuk memastikan mereka mendapatkan jalur terbaik.
"Pemerintah berupaya mengawal mereka setelah lulus, apakah mereka ingin melanjutkan kuliah, menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi, atau langsung bekerja. Semua pilihan itu tentu bergantung pada siswa masing-masing," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Anak-anak sekolah rakyat yang menghadiri acara yang dibuka oleh Menteri Sosial di Samarinda. (Foto : Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan masa depan anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Komitmen ini diwujudkan melalui pengoperasian 165 sekolah rakyat yang tersebar di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Kalimantan Timur.
Saat melakukan kunjungan ke Samarinda, Gus Ipul memastikan bahwa seluruh siswa yang bersekolah di sekolah rakyat akan mendapatkan fasilitas yang memadai dan setara dengan sekolah pada umumnya.
Fasilitas ini mencakup akomodasi seperti asrama, seragam sekolah lengkap, konsumsi berupa makan dan camilan, hingga perlengkapan sekolah lainnya.
"Anak-anak sekolah rakyat berhak memiliki masa depan yang cerah. Mereka yang berada dalam posisi kurang mampu, harus dibantu dan disekolahkan sama seperti anak-anak yang lain," ujar Gus Ipul.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan sekolah rakyat ini bertujuan untuk mengatasi masalah klasik dalam dunia pendidikan, yakni masih banyaknya anak yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi setelah lulus SD.
Padahal, pendidikan merupakan kunci untuk memutus mata rantai kemiskinan.
"Setiap tahun, selalu ada anak-anak yang lulus SD tetapi tidak melanjutkan ke jenjang SMP. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menyelesaikan masalah pendidikan di daerah, salah satunya dengan pendirian Sekolah Rakyat ini," jelasnya.
Lebih lanjut, Gus Ipul menyebutkan bahwa siswa yang menjadi sasaran program ini adalah mereka yang masuk dalam desil 1 dan 2, yaitu kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.
"Inilah kelompok yang oleh Presiden kita diminta untuk diperhatikan, diberikan atensi, dan ambil langkah-langkah nyata guna memberdayakan mereka," imbuhnya.
Di sekolah rakyat, para guru telah melakukan pemetaan potensi dan talenta para siswa sejak dini. Hal ini memungkinkan guru untuk membimbing dan mengarahkan siswa sesuai dengan bakat dan kemampuan mereka.
Setelah lulus, pemerintah juga berupaya mengawal para siswa untuk memastikan mereka mendapatkan jalur terbaik.
"Pemerintah berupaya mengawal mereka setelah lulus, apakah mereka ingin melanjutkan kuliah, menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi, atau langsung bekerja. Semua pilihan itu tentu bergantung pada siswa masing-masing," pungkasnya.
(Sf/Rs)