Cari disini...
Seputar Kaltim
Pemberian Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya kepada 145 PNS di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda dalam rangka HUT RI ke-79, di Hotel Fugo Samarinda, Kamis (15/8/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Sebanyak 145 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menerima Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya pada peringatan HUT ke-79 Republik Indonesia.
Penganugerahan ini diberikan langsung oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dalam acara yang digelar di Hotel Fugo Samarinda pada Kamis (15/8/2024).
Penghargaan ini terbagi dalam kategori 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun masa kerja, yang menunjukkan lama pengabdian yang telah dilalui oleh para penerima.
Tanda kehormatan Satyalencana Karya Satya merupakan penghargaan atas kesetiaan, loyalitas, dan dedikasi yang telah diberikan para PNS dalam pengabdian mereka sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Dalam pidatonya, Andi Harun atau yang kerap disapa AH itu menyampaikan bahwa penganugerahan ini bukan sekadar seremonial, melainkan memiliki makna yang lebih dalam sebagai simbol kehormatan atas loyalitas dan pengabdian yang tanpa henti.
“Penghargaan ini merupakan tanda bahwa para ASN telah menunjukkan loyalitas dan konsistensi dalam menjalankan tugas sebagai pamong praja yang berperan sebagai pelayan publik,” ujar AH.
Lebih jauh, AH berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi tambahan bagi para penerima untuk terus menjalankan tugas dengan membawa prinsip-prinsip kebaikan di lingkungan kerja mereka.
Selain itu, AH juga menekankan pentingnya peningkatan akuntabilitas dan standar kinerja di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Samarinda.
Ia menyebut, berdasarkan survei pelayanan publik, lebih dari 88,6 persen masyarakat Samarinda merasa puas dengan layanan yang diberikan oleh Pemkot. Meskipun demikian, AH menegaskan bahwa evaluasi dan perbaikan harus terus dilakukan.
"Semua sudah memenuhi standar, tetapi saya ingin semuanya di atas standar. Nilai kinerja OPD rata-rata sudah bagus, di atas 70-an. Saat ini kami sedang melakukan evaluasi, dan dalam dua hari terakhir, saya menekankan pentingnya Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP)," tambahnya.
Menurutnya, capaian itu salah satu bukti transisi menuju kota pusat peradaban. Ia menekankan bahwa membangun peradaban tidak selalu tentang proyek besar, tetapi juga menyangkut hal-hal kecil yang sering terabaikan, seperti belajar antre dan memisahkan sampah organik dan non-organik.
Menurutnya, perubahan kecil ini juga merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan peradaban yang lebih maju di Samarinda.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pemberian Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya kepada 145 PNS di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda dalam rangka HUT RI ke-79, di Hotel Fugo Samarinda, Kamis (15/8/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Sebanyak 145 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menerima Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya pada peringatan HUT ke-79 Republik Indonesia.
Penganugerahan ini diberikan langsung oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dalam acara yang digelar di Hotel Fugo Samarinda pada Kamis (15/8/2024).
Penghargaan ini terbagi dalam kategori 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun masa kerja, yang menunjukkan lama pengabdian yang telah dilalui oleh para penerima.
Tanda kehormatan Satyalencana Karya Satya merupakan penghargaan atas kesetiaan, loyalitas, dan dedikasi yang telah diberikan para PNS dalam pengabdian mereka sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Dalam pidatonya, Andi Harun atau yang kerap disapa AH itu menyampaikan bahwa penganugerahan ini bukan sekadar seremonial, melainkan memiliki makna yang lebih dalam sebagai simbol kehormatan atas loyalitas dan pengabdian yang tanpa henti.
“Penghargaan ini merupakan tanda bahwa para ASN telah menunjukkan loyalitas dan konsistensi dalam menjalankan tugas sebagai pamong praja yang berperan sebagai pelayan publik,” ujar AH.
Lebih jauh, AH berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi tambahan bagi para penerima untuk terus menjalankan tugas dengan membawa prinsip-prinsip kebaikan di lingkungan kerja mereka.
Selain itu, AH juga menekankan pentingnya peningkatan akuntabilitas dan standar kinerja di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Samarinda.
Ia menyebut, berdasarkan survei pelayanan publik, lebih dari 88,6 persen masyarakat Samarinda merasa puas dengan layanan yang diberikan oleh Pemkot. Meskipun demikian, AH menegaskan bahwa evaluasi dan perbaikan harus terus dilakukan.
"Semua sudah memenuhi standar, tetapi saya ingin semuanya di atas standar. Nilai kinerja OPD rata-rata sudah bagus, di atas 70-an. Saat ini kami sedang melakukan evaluasi, dan dalam dua hari terakhir, saya menekankan pentingnya Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP)," tambahnya.
Menurutnya, capaian itu salah satu bukti transisi menuju kota pusat peradaban. Ia menekankan bahwa membangun peradaban tidak selalu tentang proyek besar, tetapi juga menyangkut hal-hal kecil yang sering terabaikan, seperti belajar antre dan memisahkan sampah organik dan non-organik.
Menurutnya, perubahan kecil ini juga merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan peradaban yang lebih maju di Samarinda.
(Sf/Rs)