Seputar Kaltim

    142 Sekolah Negeri dan Swasta di PPU Manfaatkan IFP untuk Pembelajaran Interaktif 

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    23 Desember 2025 pukul 14:07 WITA

    Bupati PPU, Mudyat Noor saat mengecek papan tulis digital di SMPN 13 Waru (Dok: istimewa)

    Penajam – Sebanyak 142 SD-SMP negeri dan swasta di Penajam Paser Utara (PPU) telah dilengkapi fasilitas Interactive Flat Panel (IFP) atau papan tulis digital.

    Sarana itu merupakan bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menunjang proses pembelajaran yang interaktif.

    Bupati PPU, Mudyat Noor menegaskan sarana pembelajaran berbasis digital tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal oleh guru dan siswa dalam proses belajar mengajar.

    “Hampir seluruh sekolah di PPU telah menerima fasilitas IFP dari Kemendikdasmen,” ujar Mudyat, Selasa (23/12/2025).

    Ia menyampaikan sempat meninjau SMPN 13 PPU untuk memastikan fasilitas IFP digunakan secara optimal dalam mendukung proses pembelajaran berbasis digital.

    Peninjauan fasilitas dan sarana pendukung sekolah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program transformasi dan akselerasi pendidikan berbasis digital di PPU.

    “Perangkat IFP memiliki fungsi yang sangat luar biasa, tidak hanya membantu guru dalam menyampaikan materi, tapi juga menjadi media pembelajaran langsung bagi siswa di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini,” jelas Mudyat.

    Mudyat berharap perangkat ini mampu membuka peluang baru bagi guru dan siswa dalam memanfaatkan teknologi secara optimal di kelas. Ia juga meminta agar fasilitas ini dijaga dan dirawat dengan baik, karena manfaatnya sangat dibutuhkan dalam penerapan metode pembelajaran digital. 

    Mudyat menilai kehadiran IFP di sekolah menjadi peluang besar untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif. 

    Menurutnya, guru dapat menyajikan materi dengan berbagai fitur digital, sementara siswa dapat menikmati proses belajar yang lebih menarik dan sesuai dengan perkembangan teknologi masa kini.

    “Adanya IFP di setiap sekolah ini diharapkan menjadi langkah awal menuju transformasi pendidikan yang lebih maju, inklusif dan berkelanjutan di PPU, sekaligus menyelaraskan antara program pemerintah daerah di bidang pendidikan dengan program pemerintah pusat,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    142 Sekolah Negeri dan Swasta di PPU Manfaatkan IFP untuk Pembelajaran Interaktif 

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    23 Desember 2025 pukul 14:07 WITA

    Bupati PPU, Mudyat Noor saat mengecek papan tulis digital di SMPN 13 Waru (Dok: istimewa)

    Penajam – Sebanyak 142 SD-SMP negeri dan swasta di Penajam Paser Utara (PPU) telah dilengkapi fasilitas Interactive Flat Panel (IFP) atau papan tulis digital.

    Sarana itu merupakan bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menunjang proses pembelajaran yang interaktif.

    Bupati PPU, Mudyat Noor menegaskan sarana pembelajaran berbasis digital tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal oleh guru dan siswa dalam proses belajar mengajar.

    “Hampir seluruh sekolah di PPU telah menerima fasilitas IFP dari Kemendikdasmen,” ujar Mudyat, Selasa (23/12/2025).

    Ia menyampaikan sempat meninjau SMPN 13 PPU untuk memastikan fasilitas IFP digunakan secara optimal dalam mendukung proses pembelajaran berbasis digital.

    Peninjauan fasilitas dan sarana pendukung sekolah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program transformasi dan akselerasi pendidikan berbasis digital di PPU.

    “Perangkat IFP memiliki fungsi yang sangat luar biasa, tidak hanya membantu guru dalam menyampaikan materi, tapi juga menjadi media pembelajaran langsung bagi siswa di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini,” jelas Mudyat.

    Mudyat berharap perangkat ini mampu membuka peluang baru bagi guru dan siswa dalam memanfaatkan teknologi secara optimal di kelas. Ia juga meminta agar fasilitas ini dijaga dan dirawat dengan baik, karena manfaatnya sangat dibutuhkan dalam penerapan metode pembelajaran digital. 

    Mudyat menilai kehadiran IFP di sekolah menjadi peluang besar untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif. 

    Menurutnya, guru dapat menyajikan materi dengan berbagai fitur digital, sementara siswa dapat menikmati proses belajar yang lebih menarik dan sesuai dengan perkembangan teknologi masa kini.

    “Adanya IFP di setiap sekolah ini diharapkan menjadi langkah awal menuju transformasi pendidikan yang lebih maju, inklusif dan berkelanjutan di PPU, sekaligus menyelaraskan antara program pemerintah daerah di bidang pendidikan dengan program pemerintah pusat,” tandasnya.

    (Sf/Lo)