Cari disini...
Seputar Kaltim
Kegiatan Jambore yang diikuti 136 Remaja PIK-R Bontang. (Foto: Kominfo Bontang)
Bontang - Sebanyak 136 remaja dari 17 Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) se-Kota Bontang mengikuti kegiatan tahunan Jambore Ajang Kreativitas Generasi Berencana (Genre).
Mengusung tema "Stop Stunting, Start Caring Tanpa Fatherless, Generasi Berkualitas" di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Selasa (30/09/2025).
Tema jambore tahun ini mengangkat dua isu penting yang relevan dengan tantangan remaja saat ini. Stunting yang menjadi perhatian serius nasional, serta isu fatherless atau hilangnya peran ayah dalam pengasuhan, menjadi dua faktor kunci yang dapat memengaruhi tumbuh kembang generasi muda.
Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Nurizky Permana Jati menegaskan pentingnya peran remaja dalam menentukan arah masa depan bangsa.
Ia menyebut jambore bisa menjadi ruang yang sangat strategis untuk menyalakan semangat dan menyalurkan potensi remaja Indonesia.
“Kita berada dalam era dengan akses informasi yang sangat terbuka, namun tantangan yang dihadapi juga semakin kompleks dan penuh ketidakpastian. SDM unggul dimulai dari keluarga yang berkualitas. Keluarga yang berkualitas melahirkan remaja-remaja yang sehat, berkarakter dan siap membangun masa depan," ujar Nurizky.
Ia juga menekankan pemerintah pusat maupun daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan remaja di Bontang dan Kaltim tumbuh menjadi generasi yang siap bersaing dan membawa perubahan positif.
"Gunakan kesempatan jambore ini bukan hanya untuk berkompetisi, tapi juga untuk belajar dan berbagi pengalaman. Ini adalah momen untuk tumbuh bersama," katanya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kegiatan Jambore yang diikuti 136 Remaja PIK-R Bontang. (Foto: Kominfo Bontang)
Bontang - Sebanyak 136 remaja dari 17 Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) se-Kota Bontang mengikuti kegiatan tahunan Jambore Ajang Kreativitas Generasi Berencana (Genre).
Mengusung tema "Stop Stunting, Start Caring Tanpa Fatherless, Generasi Berkualitas" di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Selasa (30/09/2025).
Tema jambore tahun ini mengangkat dua isu penting yang relevan dengan tantangan remaja saat ini. Stunting yang menjadi perhatian serius nasional, serta isu fatherless atau hilangnya peran ayah dalam pengasuhan, menjadi dua faktor kunci yang dapat memengaruhi tumbuh kembang generasi muda.
Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Nurizky Permana Jati menegaskan pentingnya peran remaja dalam menentukan arah masa depan bangsa.
Ia menyebut jambore bisa menjadi ruang yang sangat strategis untuk menyalakan semangat dan menyalurkan potensi remaja Indonesia.
“Kita berada dalam era dengan akses informasi yang sangat terbuka, namun tantangan yang dihadapi juga semakin kompleks dan penuh ketidakpastian. SDM unggul dimulai dari keluarga yang berkualitas. Keluarga yang berkualitas melahirkan remaja-remaja yang sehat, berkarakter dan siap membangun masa depan," ujar Nurizky.
Ia juga menekankan pemerintah pusat maupun daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan remaja di Bontang dan Kaltim tumbuh menjadi generasi yang siap bersaing dan membawa perubahan positif.
"Gunakan kesempatan jambore ini bukan hanya untuk berkompetisi, tapi juga untuk belajar dan berbagi pengalaman. Ini adalah momen untuk tumbuh bersama," katanya.
(Sf/Lo)