Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim
12 Tahun Dinanti, Jembatan Sungai Nibung Kutim Resmi Beroperasi, Akses ke Berau Kini Lancar
Sangatta - Setelah melewati proses panjang sejak 2014, Jembatan Sungai Nibung akhirnya resmi beroperasi. Peresmian dilakukan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, didampingi Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman beberapa waktu lalu.
Jembatan sepanjang kurang lebih 390 meter itu kini menjadi akses penghubung utama antara Desa Kandungan Jaya dan Desa Pelawan. Kehadirannya menandai babak baru konektivitas wilayah pesisir Kabupaten Kutim, khususnya di Kecamatan Kaubun dan Sangkulirang.
Camat Kaubun, Saprani, menyampaikan masyarakat menyambut baik difungsikannya jembatan tersebut. Selama ini, aktivitas penyeberangan masih mengandalkan ponton, yang kerap terkendala cuaca dan berdampak pada distribusi hasil perkebunan.
“Alhamdulillah, dengan adanya jembatan ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat kami. Mobilitas warga menjadi lebih mudah dan cepat," ujar Saprani.
Ia menjelaskan, sebelumnya pengiriman hasil kebun seperti kelapa sawit sering terkendala cuaca dan antrean ponton. Dengan jembatan ini, distribusi menjadi lebih lancar dan biaya angkut bisa lebih hemat.
Selain mendukung sektor perkebunan, jembatan juga a akses menuju Kabupaten Berau, termasuk kawasan wisata Biduk-Biduk.
Dengan terbukanya akses ini, kendaraan dari Kutim ke Berau diperkirakan akan semakin ramai. Kondisi tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan usaha masyarakat di sepanjang jalur penghubung, seperti warung makan, bengkel, hingga pelaku UMKM lokal.
"Akses darat terbuka lebar. Biaya logistik diprediksi lebih efisien, waktu tempuh semakin singkat," tutupnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim

12 Tahun Dinanti, Jembatan Sungai Nibung Kutim Resmi Beroperasi, Akses ke Berau Kini Lancar
Sangatta - Setelah melewati proses panjang sejak 2014, Jembatan Sungai Nibung akhirnya resmi beroperasi. Peresmian dilakukan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, didampingi Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman beberapa waktu lalu.
Jembatan sepanjang kurang lebih 390 meter itu kini menjadi akses penghubung utama antara Desa Kandungan Jaya dan Desa Pelawan. Kehadirannya menandai babak baru konektivitas wilayah pesisir Kabupaten Kutim, khususnya di Kecamatan Kaubun dan Sangkulirang.
Camat Kaubun, Saprani, menyampaikan masyarakat menyambut baik difungsikannya jembatan tersebut. Selama ini, aktivitas penyeberangan masih mengandalkan ponton, yang kerap terkendala cuaca dan berdampak pada distribusi hasil perkebunan.
“Alhamdulillah, dengan adanya jembatan ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat kami. Mobilitas warga menjadi lebih mudah dan cepat," ujar Saprani.
Ia menjelaskan, sebelumnya pengiriman hasil kebun seperti kelapa sawit sering terkendala cuaca dan antrean ponton. Dengan jembatan ini, distribusi menjadi lebih lancar dan biaya angkut bisa lebih hemat.
Selain mendukung sektor perkebunan, jembatan juga a akses menuju Kabupaten Berau, termasuk kawasan wisata Biduk-Biduk.
Dengan terbukanya akses ini, kendaraan dari Kutim ke Berau diperkirakan akan semakin ramai. Kondisi tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan usaha masyarakat di sepanjang jalur penghubung, seperti warung makan, bengkel, hingga pelaku UMKM lokal.
"Akses darat terbuka lebar. Biaya logistik diprediksi lebih efisien, waktu tempuh semakin singkat," tutupnya.
(Sf/Rs)