Seputar Kaltim

    12 Standar Pelayanan Kesehatan Ditargetkan Tuntas Tahun Ini, Ini Fokus Dinkes Kutim

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    15 Desember 2025 pukul 20:42 WITA

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kutim, Sumarno. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Dinkes Kutim) menargetkan seluruh 12 Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan tercapai 100 persen hingga akhir tahun ini. Target tersebut menjadi tolok ukur keberhasilan pelayanan kesehatan di Kutim.

    Plt Kepala Dinkes Kutim, Sumarno, mengatakan 12 SPM mencakup seluruh tahapan kehidupan masyarakat, mulai dari ibu hamil, ibu melahirkan, bayi baru lahir, balita, hingga kelompok rentan seperti pengidap HIV/AIDS.

    “SPM ini wajib tercapai 100 persen. Ada 12 SPM dari ibu hamil sampai penderita HIV/AIDS. Kalau tercapai, itu juga menjadi keberhasilan Bupati,” ujar Sumarno.

    Ia menambahkan, selain SPM, Dinkes Kutim juga menargetkan eliminasi malaria pada 2027, pengendalian HIV/AIDS dan TBC pada 2030, penurunan stunting, serta menjadikan Kutim bebas Open Defecation Free (ODF).

    “ODF itu artinya tidak ada lagi buang air besar sembarangan. Semua harus menggunakan jamban,” tambahnya.

    Sumarno menyebutkan, hampir seluruh kecamatan di Kutim sudah memiliki WC, namun tantangan utamanya adalah memastikan masyarakat benar-benar menggunakannya, terutama di wilayah bantaran sungai.

    “WC nya sudah ada, tapi yang perlu ditanamkan ke masyarakat adalah agar WC itu benar-benar digunakan,” katanya.

    Saat ini, sebagian besar kecamatan di Kutim sudah berstatus ODF. Namun masih terdapat beberapa desa di bantaran sungai yang belum sepenuhnya ODF. Untuk mengatasinya, Dinkes menyediakan WC komunal.

    “Masih ada satu dua desa di bantaran sungai. Solusinya dengan WC komunal supaya tidak buang air ke sungai,” pungkasnya.

    Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kutim secara berkelanjutan.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    12 Standar Pelayanan Kesehatan Ditargetkan Tuntas Tahun Ini, Ini Fokus Dinkes Kutim

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    15 Desember 2025 pukul 20:42 WITA

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kutim, Sumarno. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Dinkes Kutim) menargetkan seluruh 12 Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan tercapai 100 persen hingga akhir tahun ini. Target tersebut menjadi tolok ukur keberhasilan pelayanan kesehatan di Kutim.

    Plt Kepala Dinkes Kutim, Sumarno, mengatakan 12 SPM mencakup seluruh tahapan kehidupan masyarakat, mulai dari ibu hamil, ibu melahirkan, bayi baru lahir, balita, hingga kelompok rentan seperti pengidap HIV/AIDS.

    “SPM ini wajib tercapai 100 persen. Ada 12 SPM dari ibu hamil sampai penderita HIV/AIDS. Kalau tercapai, itu juga menjadi keberhasilan Bupati,” ujar Sumarno.

    Ia menambahkan, selain SPM, Dinkes Kutim juga menargetkan eliminasi malaria pada 2027, pengendalian HIV/AIDS dan TBC pada 2030, penurunan stunting, serta menjadikan Kutim bebas Open Defecation Free (ODF).

    “ODF itu artinya tidak ada lagi buang air besar sembarangan. Semua harus menggunakan jamban,” tambahnya.

    Sumarno menyebutkan, hampir seluruh kecamatan di Kutim sudah memiliki WC, namun tantangan utamanya adalah memastikan masyarakat benar-benar menggunakannya, terutama di wilayah bantaran sungai.

    “WC nya sudah ada, tapi yang perlu ditanamkan ke masyarakat adalah agar WC itu benar-benar digunakan,” katanya.

    Saat ini, sebagian besar kecamatan di Kutim sudah berstatus ODF. Namun masih terdapat beberapa desa di bantaran sungai yang belum sepenuhnya ODF. Untuk mengatasinya, Dinkes menyediakan WC komunal.

    “Masih ada satu dua desa di bantaran sungai. Solusinya dengan WC komunal supaya tidak buang air ke sungai,” pungkasnya.

    Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kutim secara berkelanjutan.

    (Sf/Rs)