Cari disini...
Seputar Kaltim
Rumah warga RT 5 Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong yang terendam banjir. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Hujan yang mengguyur Kota Tenggarong dan sekitarnya sejak beberapa waktu lalu menyebabkan 12 RT di Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong banjir, Senin (27/1/2025).
Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro mengatakan banjir ini merupakan kiriman dari beberapa wilayah salah satunya wilayah, seperti dari Spontan, Kelurahan Mangkurawang.
ia menyebut proyek gorong-gorong yang belum sepenuhnya selesai di Kelurahan Loa Ipuh diduga menjadi penghambat air lambat turun.
Selain itu, wilayah Maluhu ada enam titik yang telah dilakukan pembersihan, seperti di jalur jembatan dan gorong gorong.
"Banjirnya hanya masuk ke rumah saja, tidak sampai menyeret rumah warga. Kami pastikan aman," kata Tri Joko Kuncoro.
Untuk petani padi yang terdampak ada tiga kelompok dengan luasan lahan sekitar 20 Hektare (Ha). Kemudian, petani ikan ada sekitar enam kelompok yang mengalami kerugian.
"Kerugian materi itu di ladang sawah dan perikanan karena rata-rata petani baru tanam, ada sekitar 20 Ha sawah yang terdampak akibat banjir. Terkait dengan perikanan, banyak juga ikan yang larut, seperti ikan lele dan nila. Data kerugian masih kami lengkapi," ujarnya.
Dengan adanya banjir yang melanda Kelurahan Maluhu, Tri Joko menegaskan, aktifitas warga tetap normal.
Sementara untuk pekerjaan lainnya tetap berjalan seperti biasa, kecuali petani padi dan ikan yang mengalami kerugian.
"Ketinggian air 30 cm. Sejak tadi malam dan ini banjir kiriman dari atas Spontan. Kalau kondisi banjir belum membaik atau bahkan bertambah, kami akan siapkan posko dan dapur umum di RT 3. Saat ini kami masih mendata," tutupnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Rumah warga RT 5 Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong yang terendam banjir. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Hujan yang mengguyur Kota Tenggarong dan sekitarnya sejak beberapa waktu lalu menyebabkan 12 RT di Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong banjir, Senin (27/1/2025).
Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro mengatakan banjir ini merupakan kiriman dari beberapa wilayah salah satunya wilayah, seperti dari Spontan, Kelurahan Mangkurawang.
ia menyebut proyek gorong-gorong yang belum sepenuhnya selesai di Kelurahan Loa Ipuh diduga menjadi penghambat air lambat turun.
Selain itu, wilayah Maluhu ada enam titik yang telah dilakukan pembersihan, seperti di jalur jembatan dan gorong gorong.
"Banjirnya hanya masuk ke rumah saja, tidak sampai menyeret rumah warga. Kami pastikan aman," kata Tri Joko Kuncoro.
Untuk petani padi yang terdampak ada tiga kelompok dengan luasan lahan sekitar 20 Hektare (Ha). Kemudian, petani ikan ada sekitar enam kelompok yang mengalami kerugian.
"Kerugian materi itu di ladang sawah dan perikanan karena rata-rata petani baru tanam, ada sekitar 20 Ha sawah yang terdampak akibat banjir. Terkait dengan perikanan, banyak juga ikan yang larut, seperti ikan lele dan nila. Data kerugian masih kami lengkapi," ujarnya.
Dengan adanya banjir yang melanda Kelurahan Maluhu, Tri Joko menegaskan, aktifitas warga tetap normal.
Sementara untuk pekerjaan lainnya tetap berjalan seperti biasa, kecuali petani padi dan ikan yang mengalami kerugian.
"Ketinggian air 30 cm. Sejak tadi malam dan ini banjir kiriman dari atas Spontan. Kalau kondisi banjir belum membaik atau bahkan bertambah, kami akan siapkan posko dan dapur umum di RT 3. Saat ini kami masih mendata," tutupnya.
(Sf/By)