Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan.(Freepik)
Penajam - Dinas Kesehatan (Dinkes) Penajam Paser Utara (PPU) mulai menjalankan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) untuk masyarakat yang sedang berulang tahun di 11 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di empat kecamatan pada pertengahan Februari 2025 ini.
Lokasi pelaksanaannya diterapkan di Puskemas Penajam, Puskesmas Pembantu Nipah-nipah, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Petung, Sotek, Sepaku III, Maridan, Bukit Raya, Waru, Rawa Mulia, Gunung Intan, Kecamatan Babulu.
“Tiga Puskesmas di Kecamatan Penajam, satu di Kecamatan Waru, tiga di Kecamatan Babulu dan empat di Kecamatan Sepaku,” ucap Kabid Kesmas Dinkes PPU, Ariyani, Jumat (21/2/2025).
Program yang telah dilaunching oleh Penjabat (Pj) Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin di UPT Puskesmas Petung, Kecamatan Penajam sejak 17 Februari 2025 lalu ini melayani pemeriksaan kesehatan dasar, seperti pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, pengecekan kolesterol dan lainnya.
Namun sebelum itu, masyarakat yang sedang berulang tahun dan ingin melakukan PKG diwajibkan untuk menginstal aplikasi Satu Sehat yang telah tersedia di IOS dan Google Play Store.
Setelah itu, calon penerima manfaat diharuskan untuk mendaftar diri terlebih dahulu dengan mengisi beberapa kolom kosong yang telah tercantum dalam aplikasi.
Meski terkesan ribet, proses registrasi akun ini memiliki tujuan untuk memudahkan lembaga kesehatan saat mengindentifikasi hari ulang tahun seseorang.
“Program ini bisa dimanfaatkan semua kalangan masyarakat tanpa terkecuali, mulai dari bayi baru lahir hingga Lanjut Usia (Lansia). Tapi, bagi yang masih kesulitan menggunakan aplikasi Satu Sehat, terutama anak kecil dan Lansia yang sebagian tidak memahami teknologi akan dibantu oleh Puskemas terdekat,” ungkapnya.
Jika saat pemeriksaan ditemukan indikasi penyakit serius, maka pasien akan dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Pemeriksaan ini bersifat skrining saja, bukan pengobatan. Tapi jika benar-benar ditemukan penyakit yang serius, kita segera merujuk si pasien ke rumah sakit agar bisa tertangani dengan baik,” jelas Ariyani.
Kini, kata dia, berbagai peralatan medis seperti alat kesehatan dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) telah tersedia di masing-masing puskesmas sebagai bentuk kesiapan dalam menjalankan program yang dicanangkan Presiden Prabowo tersebut.
“Kita sebenarnya masih menunggu distribusi tambahan dari Kementerian Kesehatan karena sasarannya cukup luas. Tapi, kami berharap program ini dapat berjalan efektif, terutama dalam mencegah penyakit sebelum menjadi parah," tandasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi pemeriksaan kesehatan.(Freepik)
Penajam - Dinas Kesehatan (Dinkes) Penajam Paser Utara (PPU) mulai menjalankan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) untuk masyarakat yang sedang berulang tahun di 11 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di empat kecamatan pada pertengahan Februari 2025 ini.
Lokasi pelaksanaannya diterapkan di Puskemas Penajam, Puskesmas Pembantu Nipah-nipah, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Petung, Sotek, Sepaku III, Maridan, Bukit Raya, Waru, Rawa Mulia, Gunung Intan, Kecamatan Babulu.
“Tiga Puskesmas di Kecamatan Penajam, satu di Kecamatan Waru, tiga di Kecamatan Babulu dan empat di Kecamatan Sepaku,” ucap Kabid Kesmas Dinkes PPU, Ariyani, Jumat (21/2/2025).
Program yang telah dilaunching oleh Penjabat (Pj) Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin di UPT Puskesmas Petung, Kecamatan Penajam sejak 17 Februari 2025 lalu ini melayani pemeriksaan kesehatan dasar, seperti pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, pengecekan kolesterol dan lainnya.
Namun sebelum itu, masyarakat yang sedang berulang tahun dan ingin melakukan PKG diwajibkan untuk menginstal aplikasi Satu Sehat yang telah tersedia di IOS dan Google Play Store.
Setelah itu, calon penerima manfaat diharuskan untuk mendaftar diri terlebih dahulu dengan mengisi beberapa kolom kosong yang telah tercantum dalam aplikasi.
Meski terkesan ribet, proses registrasi akun ini memiliki tujuan untuk memudahkan lembaga kesehatan saat mengindentifikasi hari ulang tahun seseorang.
“Program ini bisa dimanfaatkan semua kalangan masyarakat tanpa terkecuali, mulai dari bayi baru lahir hingga Lanjut Usia (Lansia). Tapi, bagi yang masih kesulitan menggunakan aplikasi Satu Sehat, terutama anak kecil dan Lansia yang sebagian tidak memahami teknologi akan dibantu oleh Puskemas terdekat,” ungkapnya.
Jika saat pemeriksaan ditemukan indikasi penyakit serius, maka pasien akan dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Pemeriksaan ini bersifat skrining saja, bukan pengobatan. Tapi jika benar-benar ditemukan penyakit yang serius, kita segera merujuk si pasien ke rumah sakit agar bisa tertangani dengan baik,” jelas Ariyani.
Kini, kata dia, berbagai peralatan medis seperti alat kesehatan dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) telah tersedia di masing-masing puskesmas sebagai bentuk kesiapan dalam menjalankan program yang dicanangkan Presiden Prabowo tersebut.
“Kita sebenarnya masih menunggu distribusi tambahan dari Kementerian Kesehatan karena sasarannya cukup luas. Tapi, kami berharap program ini dapat berjalan efektif, terutama dalam mencegah penyakit sebelum menjadi parah," tandasnya.
(Sf/By)