Seputar Kaltim

    10 UMKM dan IKM Dilibatkan dalam Sosialisasi Pengelolaan Sampah

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    21 Juni 2024 pukul 19:19 WITA

    Pelaku UMKM dan IKM saat mengikuti kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Sebanyak 10 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) mengikuti sosialiasi pengelolaan sampah rumah tangga yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kukar.
     
    Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar telah memfasilitasi tempat bagi pelaku UMKM dan IKM untuk berjualan pada even tersebut.

    Pedagang kuliner asal Kota Tenggarong, Siti Aminah mengaku baru pertama kali mengikuti even tersebut. 

    "Dengan dilibatkan kami di even seperti ini sangat membantu sekali karena ini juga bentuk dukungan untuk mempromosikan produk saya lebih luas lagi. Saya juga siap apabila dilibatkan kembali," kata Pelaku UMKM Siti Aminah Jumat (21/6/2024).
     
    Aminah menyebut jenis kuliner yang dijual yakni jamu manjalita, kripik singkong, kripik pisang, kripik sukun, bolu panggang, bolu pecak.
     
    "Saya jual dari harga Rp10 ribu sampai Rp30 ribu," sebutnya.
     
    Menurutnya, dengan banyak melibatkan pelaku UMKM dan IKM pada even tersebut pasti dapat meningkatkan penjualan dan perekonomian keluarga. 

    "Apalagi saya baru saja berjualan langsung dapat tawaran untuk berjualan di kegiatan seperti ini," ucapnya.
     
    Pelaku IKM asal Kota Tenggarong, Eda mengaku kegiatan seperti ini merupakan kesempatan bagi pelaku IKM untuk menunjukan produk lokal yang memiliki kualitas terbaik. 

    Selama ini, kata dia, metode pemasaran yang digunakan hanya melalui online, kalau melalui online ini konsumen hanya dapat melihat dari gambar saja bukan secara langsung.
     
    "Saya menjual mukena. Saat ini pasarnya sudah sampai ke Palangkaraya, Bandung, Makassar dan Malang," imbuhnya.

    Kerajinan mukena di jual dengan harga Rp 279 ribu hingga Rp369 ribu tergantung dari tingkat kerumitannya dalam produksinya. 

    Untuk memprodukai mukena sebanyak 10 lembar,  diperlukan waktu selama tiga hari.
     
    Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fhatullah mengatakan siap mendukung pelaku UMKM dan IKM di Kukar. 

    Dukungan tersebut diberikan melalui fasilitasi perijinan hingga pembinaan pelatihan untuk pemasarannya.
     
    "Kami ingin UMKM dan IKM di Kukar makin tumbuh perekonomiannya. Sehingga mereka naik kelas, kami juga ingin kualitas produk lokal ini bisa bersaing diluar," ungkap Sayid Fhatullah.

    Ia berpesan kepada pelaku UMKM dan IKM untuk terus meningkatkan kreativitas, produktivitas hingga kualitas. Sehingga produk lokal asal Kukar ini mampu bersaing dengan produk luar. 

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    10 UMKM dan IKM Dilibatkan dalam Sosialisasi Pengelolaan Sampah

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    21 Juni 2024 pukul 19:19 WITA

    Pelaku UMKM dan IKM saat mengikuti kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Sebanyak 10 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) mengikuti sosialiasi pengelolaan sampah rumah tangga yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kukar.
     
    Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar telah memfasilitasi tempat bagi pelaku UMKM dan IKM untuk berjualan pada even tersebut.

    Pedagang kuliner asal Kota Tenggarong, Siti Aminah mengaku baru pertama kali mengikuti even tersebut. 

    "Dengan dilibatkan kami di even seperti ini sangat membantu sekali karena ini juga bentuk dukungan untuk mempromosikan produk saya lebih luas lagi. Saya juga siap apabila dilibatkan kembali," kata Pelaku UMKM Siti Aminah Jumat (21/6/2024).
     
    Aminah menyebut jenis kuliner yang dijual yakni jamu manjalita, kripik singkong, kripik pisang, kripik sukun, bolu panggang, bolu pecak.
     
    "Saya jual dari harga Rp10 ribu sampai Rp30 ribu," sebutnya.
     
    Menurutnya, dengan banyak melibatkan pelaku UMKM dan IKM pada even tersebut pasti dapat meningkatkan penjualan dan perekonomian keluarga. 

    "Apalagi saya baru saja berjualan langsung dapat tawaran untuk berjualan di kegiatan seperti ini," ucapnya.
     
    Pelaku IKM asal Kota Tenggarong, Eda mengaku kegiatan seperti ini merupakan kesempatan bagi pelaku IKM untuk menunjukan produk lokal yang memiliki kualitas terbaik. 

    Selama ini, kata dia, metode pemasaran yang digunakan hanya melalui online, kalau melalui online ini konsumen hanya dapat melihat dari gambar saja bukan secara langsung.
     
    "Saya menjual mukena. Saat ini pasarnya sudah sampai ke Palangkaraya, Bandung, Makassar dan Malang," imbuhnya.

    Kerajinan mukena di jual dengan harga Rp 279 ribu hingga Rp369 ribu tergantung dari tingkat kerumitannya dalam produksinya. 

    Untuk memprodukai mukena sebanyak 10 lembar,  diperlukan waktu selama tiga hari.
     
    Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fhatullah mengatakan siap mendukung pelaku UMKM dan IKM di Kukar. 

    Dukungan tersebut diberikan melalui fasilitasi perijinan hingga pembinaan pelatihan untuk pemasarannya.
     
    "Kami ingin UMKM dan IKM di Kukar makin tumbuh perekonomiannya. Sehingga mereka naik kelas, kami juga ingin kualitas produk lokal ini bisa bersaing diluar," ungkap Sayid Fhatullah.

    Ia berpesan kepada pelaku UMKM dan IKM untuk terus meningkatkan kreativitas, produktivitas hingga kualitas. Sehingga produk lokal asal Kukar ini mampu bersaing dengan produk luar. 

    (Sf/By)