Seputar Kaltim

    1.825 Warga Balikpapan Menderita TBC, DKK Bakal Rutin Gelar Skrining

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Buniyamin
    16 November 2024 pukul 16:22 WITA

    Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular DKK Balikpapan, dr. I Dewa Gede Dony Lesmana. (Foto: DKK/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan tengah mempersiapkan langkah baru untuk menanggulangi kasus tuberkulosis (TBC) yang semakin meningkat.

    Hingga akhir Oktober 2024, tercatat sekitar 1.825 kasus TBC di Kota Balikpapan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2023 lalu.

    “Untuk menekan angka kejadian TBC, DKK Balikpapan akan meluncurkan program skrining aktif mulai 2025,” ucap Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular DKK Balikpapan, dr. I Dewa Gede Dony Lesmana kepada media, Sabtu (16/11/2024).

    Ia menjelaskan, program ini mendapatkan dukungan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan target 3.500 orang sebagai sasaran skrining.

    "Skrining ini akan menyasar kelompok berisiko tinggi, seperti perokok, penderita diabetes dan mereka yang menunjukkan gejala TBC, seperti batuk lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, dan keringat malam," jelas dr Dewa.

    Meski skrining aktif baru akan dimulai pada 2025, tapi kini pemeriksaan masih dilakukan secara terbatas melalui puskesmas setempat.

    Namun dengan program skrining aktif yang lebih masif tahun 2025, diharapkan dapat mengidentifikasi lebih banyak kasus TBC dan mempercepat penanganannya.

    Selain itu, ia menekankan pentingnya pengobatan tuntas bagi penderita TBC. "Pengobatan harus dilanjutkan hingga dahak pasien negatif. Kami juga mengimbau penderita TBC untuk menjaga pola makan sehat, istirahat cukup dan mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker saat berinteraksi dengan orang lain," tambahnya.

    Lanjutnya, upaya pencegahan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah kota untuk mengurangi angka penderita TBC dan mencegah penyebaran penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. 

    “Dengan adanya skrining aktif yang lebih intensif, diharapkan Kota Balikpapan dapat segera menanggulangi kasus TBC dan menurunkan prevalensinya,” harapnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    1.825 Warga Balikpapan Menderita TBC, DKK Bakal Rutin Gelar Skrining

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Buniyamin
    16 November 2024 pukul 16:22 WITA

    Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular DKK Balikpapan, dr. I Dewa Gede Dony Lesmana. (Foto: DKK/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan tengah mempersiapkan langkah baru untuk menanggulangi kasus tuberkulosis (TBC) yang semakin meningkat.

    Hingga akhir Oktober 2024, tercatat sekitar 1.825 kasus TBC di Kota Balikpapan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2023 lalu.

    “Untuk menekan angka kejadian TBC, DKK Balikpapan akan meluncurkan program skrining aktif mulai 2025,” ucap Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular DKK Balikpapan, dr. I Dewa Gede Dony Lesmana kepada media, Sabtu (16/11/2024).

    Ia menjelaskan, program ini mendapatkan dukungan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan target 3.500 orang sebagai sasaran skrining.

    "Skrining ini akan menyasar kelompok berisiko tinggi, seperti perokok, penderita diabetes dan mereka yang menunjukkan gejala TBC, seperti batuk lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, dan keringat malam," jelas dr Dewa.

    Meski skrining aktif baru akan dimulai pada 2025, tapi kini pemeriksaan masih dilakukan secara terbatas melalui puskesmas setempat.

    Namun dengan program skrining aktif yang lebih masif tahun 2025, diharapkan dapat mengidentifikasi lebih banyak kasus TBC dan mempercepat penanganannya.

    Selain itu, ia menekankan pentingnya pengobatan tuntas bagi penderita TBC. "Pengobatan harus dilanjutkan hingga dahak pasien negatif. Kami juga mengimbau penderita TBC untuk menjaga pola makan sehat, istirahat cukup dan mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker saat berinteraksi dengan orang lain," tambahnya.

    Lanjutnya, upaya pencegahan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah kota untuk mengurangi angka penderita TBC dan mencegah penyebaran penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. 

    “Dengan adanya skrining aktif yang lebih intensif, diharapkan Kota Balikpapan dapat segera menanggulangi kasus TBC dan menurunkan prevalensinya,” harapnya.

    (Sf/By)