Seputar Kaltim

    1.219 Balita Stunting di Bontang Dapat Pemberian Makanan Tambahan Selama 3 Bulan

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    21 Agustus 2025 pukul 20:49 WITA

    Launching PMT bagi balita stunting dan ibu hamil di Bontang. (Foto: Firmanza/Kominfo Bontang)

    Bontang - Sebanyak 1.219 balita di Kota Bontang tercatat mengalami stunting. Guna menekan angka tersebut, pemerintah memberikan intervensi melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) agar tumbuh kembang anak tetap optimal.

    Pemkot Bontang telah meluncurkan program PMT bagi balita dan ibu hamil dengan masalah gizi, Kamis (21/08/2025) di CV Firman Jaya, Tanjung Laut Indah.

    Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, Bahtiar Mabe mengatakan jumlah balita stunting paling banyak ditemukan di Lok Tuan, yakni 213 balita, Tanjung Laut Indah 124 balita, Tanjung Laut 113 balita, Berbas Tengah 92 balita, Bontang Lestari 86 balita, Berbas Pantai 82 balita dan Guntung 65 balita.

    Lalu di Bontang Kuala 45 balita, Gunung Telihan 99 balita, Api-Api 77 balita, Bontang Baru: 71 balita, Gunung Elai 51 balita, Belimbing 50 balita, Satimpo 33 balita dan Kanaan 18 balita.

    Data tersebut didapat dari hasil pemantauan lapangan dan kegiatan timbang serentak yang telah kami lakukan beberapa waktu lalu. “Hasil tersebut sebagai acuan untuk pemberian intervensi PMT,” ujarnya.

    Melalui program PMT diharapkan dapat mengatasi permasalahan gizi buruk pada balita dan ibu hamil. Ini juga menjadu upaya  pemkot untuk mewujudkan Bontang zero stunting. PMT akan dilakukan secara berkelanjutan kurang lebih tiga bulan atau hingga yang bersangkutan telah mencapai pemenuhan gizi yang maksimal.

    “Kami juga juga melakukan MoU dengan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT). Kerja sama ini bertujuan menghadirkan tenaga ahli yang akan membantu proses pendampingan dan penanganan kasus stunting di Bontang,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    1.219 Balita Stunting di Bontang Dapat Pemberian Makanan Tambahan Selama 3 Bulan

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    21 Agustus 2025 pukul 20:49 WITA

    Launching PMT bagi balita stunting dan ibu hamil di Bontang. (Foto: Firmanza/Kominfo Bontang)

    Bontang - Sebanyak 1.219 balita di Kota Bontang tercatat mengalami stunting. Guna menekan angka tersebut, pemerintah memberikan intervensi melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) agar tumbuh kembang anak tetap optimal.

    Pemkot Bontang telah meluncurkan program PMT bagi balita dan ibu hamil dengan masalah gizi, Kamis (21/08/2025) di CV Firman Jaya, Tanjung Laut Indah.

    Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, Bahtiar Mabe mengatakan jumlah balita stunting paling banyak ditemukan di Lok Tuan, yakni 213 balita, Tanjung Laut Indah 124 balita, Tanjung Laut 113 balita, Berbas Tengah 92 balita, Bontang Lestari 86 balita, Berbas Pantai 82 balita dan Guntung 65 balita.

    Lalu di Bontang Kuala 45 balita, Gunung Telihan 99 balita, Api-Api 77 balita, Bontang Baru: 71 balita, Gunung Elai 51 balita, Belimbing 50 balita, Satimpo 33 balita dan Kanaan 18 balita.

    Data tersebut didapat dari hasil pemantauan lapangan dan kegiatan timbang serentak yang telah kami lakukan beberapa waktu lalu. “Hasil tersebut sebagai acuan untuk pemberian intervensi PMT,” ujarnya.

    Melalui program PMT diharapkan dapat mengatasi permasalahan gizi buruk pada balita dan ibu hamil. Ini juga menjadu upaya  pemkot untuk mewujudkan Bontang zero stunting. PMT akan dilakukan secara berkelanjutan kurang lebih tiga bulan atau hingga yang bersangkutan telah mencapai pemenuhan gizi yang maksimal.

    “Kami juga juga melakukan MoU dengan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT). Kerja sama ini bertujuan menghadirkan tenaga ahli yang akan membantu proses pendampingan dan penanganan kasus stunting di Bontang,” tandasnya.

    (Sf/Lo)