Seputar Kaltim

    1.215 Balita di Bontang Ditimbang Ulang Selama 65 Hari

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    27 Mei 2025 pukul 19:15 WITA

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat memimpin rapat pembahasan stunting di Bontang. (Foto: Tangkap Layar)

    Bontang - Sebanyak 1.215 balita di Bontang yang teridentifikasi stunting usai operasi timbang serentak pada 6–10 Mei 2025 akan ditimbang ulang setelah menjalani intervensi selama 56 hari.

    Wali Kota (Walkot) Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan lebih dari 10 ribu balita yang menjadi sasaran operasi timbang tahun 2025, dan sebanyak 12 persen dinyatakan stunting atau 1.215 balita.

    Pemkot Bontang akan fokus menyasar ribuan balita tersebut untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT), memberi literasi pentingnya nilai gizi baik bagi balita kepada orang tua dan keluarga, termasuk subsidi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

    “Itu semua merupakan bagian dari intervensi bagi balita maupun keluarga yang berisiko stunting,” kata dia.

    Pemkot Bontang menargetkan hasil timbang serentak ulang tersebut bisa menurunkan angka prevalensi stunting di bawah 2 persen.

    “Setelah 56 hari kita timbang ulang balita-balita tersebut, mudah-mudahan angka stunting di Bontang bisa turun,” ucap Neni.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    1.215 Balita di Bontang Ditimbang Ulang Selama 65 Hari

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    27 Mei 2025 pukul 19:15 WITA

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat memimpin rapat pembahasan stunting di Bontang. (Foto: Tangkap Layar)

    Bontang - Sebanyak 1.215 balita di Bontang yang teridentifikasi stunting usai operasi timbang serentak pada 6–10 Mei 2025 akan ditimbang ulang setelah menjalani intervensi selama 56 hari.

    Wali Kota (Walkot) Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan lebih dari 10 ribu balita yang menjadi sasaran operasi timbang tahun 2025, dan sebanyak 12 persen dinyatakan stunting atau 1.215 balita.

    Pemkot Bontang akan fokus menyasar ribuan balita tersebut untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT), memberi literasi pentingnya nilai gizi baik bagi balita kepada orang tua dan keluarga, termasuk subsidi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

    “Itu semua merupakan bagian dari intervensi bagi balita maupun keluarga yang berisiko stunting,” kata dia.

    Pemkot Bontang menargetkan hasil timbang serentak ulang tersebut bisa menurunkan angka prevalensi stunting di bawah 2 persen.

    “Setelah 56 hari kita timbang ulang balita-balita tersebut, mudah-mudahan angka stunting di Bontang bisa turun,” ucap Neni.

    (Sf/Lo)