Seputar Fakta

    Seputar Indonesia

    Ulama Kharismatik Lombok TGH Marzuki Berpulang Saat Pimpin Doa di Forum Internasional

    Penulis:Arman Maulana|Redaktur:Rusdianto
    28 Oktober 2026 pukul 20:25 WITA

    Suasana khidmat saat doa pembuka Kongres Internasional Bahasa Sasak di Mataram dipimpin oleh almarhum TGH Marzuki, sebelum peristiwa duka terjadi di atas panggung. (Foto: Tangkapan Layar IG antaranewsntb)

    Mataram - Suasana duka menyelimuti gelaran Kongres Internasional Bahasa Sasak di samarinda6, Rabu (28/10/2026) pagi. Seorang ulama sepuh sekaligus tokoh adat Sasak yang dihormati, Drs. H. Lalu Nurudin Marzuki, berpulang ke rahmatullah tepat saat menjalankan tugas mulia.

    Ulama yang karib disapa TGH Marzuki itu tutup usia di usia senja setelah tiba-tiba ambruk saat memimpin doa pembuka acara di Gedung BPSDM NTB.

    Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar jam 9 pagi WITA. Di hadapan ratusan peserta kongres, almarhum dengan khusyuk membacakan doa pembuka. Namun di detik-detik terakhir doa, tubuhnya mendadak limbung dan terjatuh di atas panggung.

    Kepanikan sempat terjadi. Panitia dan sejumlah tokoh yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan pertama. Tanpa menunggu lama, almarhum dievakuasi menggunakan kendaraan Patwal Satpol PP menuju RS Universitas Mataram (RS Unram).

    Upaya medis maksimal telah dilakukan. Namun kurang dari satu jam sejak insiden, tepatnya sekitar 40 menit setelah dilarikan, kabar kepergiannya diumumkan secara resmi kepada seluruh peserta kongres. Tangis haru pun pecah di ruangan.

    Bagi masyarakat Lombok, kepergian putra asal Penujak, Praya Barat, Lombok Tengah ini merupakan kehilangan besar. TGH Marzuki dikenal sebagai figur yang langka, mampu merangkul dua dunia sekaligus: agama dan budaya.

    Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, yang turut hadir, langsung mengajak seluruh hadirin menundukkan kepala untuk mendoakan almarhum.

    "Kita doakan bersama almarhum Ustaz Nuruddin Marzuki. Sampai akhir hayat, beliau telah memberi sumbangsih luar biasa untuk kemajuan adat Sasak," ucap Wagub yang akrab disapa Dinda itu.

    Semasa hidup, TGH Marzuki tercatat sebagai salah satu pembina di Majelis Adat Sasak (MAS). Perannya vital dalam merajut harmonisasi antara syariat Islam dengan tradisi Sasak yang adi luhung.

    Tak hanya di mimbar dakwah, kepeduliannya juga menyentuh dunia pendidikan. Ia mengabdikan diri sebagai Pembina PAUD Batu Gepeng di Ampenan, Mataram.

    Di berbagai forum budaya, baik tingkat daerah hingga internasional, almarhum selalu hadir sebagai perekat silaturahmi dan penjaga marwah masyarakat Sasak.

    (Sf/Rs)

    Seputar Indonesia

    Ulama Kharismatik Lombok TGH Marzuki Berpulang Saat Pimpin Doa di Forum Internasional

    Penulis:Arman Maulana|Redaktur:Rusdianto
    28 Oktober 2026 pukul 20:25 WITA

    Suasana khidmat saat doa pembuka Kongres Internasional Bahasa Sasak di Mataram dipimpin oleh almarhum TGH Marzuki, sebelum peristiwa duka terjadi di atas panggung. (Foto: Tangkapan Layar IG antaranewsntb)

    Mataram - Suasana duka menyelimuti gelaran Kongres Internasional Bahasa Sasak di samarinda6, Rabu (28/10/2026) pagi. Seorang ulama sepuh sekaligus tokoh adat Sasak yang dihormati, Drs. H. Lalu Nurudin Marzuki, berpulang ke rahmatullah tepat saat menjalankan tugas mulia.

    Ulama yang karib disapa TGH Marzuki itu tutup usia di usia senja setelah tiba-tiba ambruk saat memimpin doa pembuka acara di Gedung BPSDM NTB.

    Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar jam 9 pagi WITA. Di hadapan ratusan peserta kongres, almarhum dengan khusyuk membacakan doa pembuka. Namun di detik-detik terakhir doa, tubuhnya mendadak limbung dan terjatuh di atas panggung.

    Kepanikan sempat terjadi. Panitia dan sejumlah tokoh yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan pertama. Tanpa menunggu lama, almarhum dievakuasi menggunakan kendaraan Patwal Satpol PP menuju RS Universitas Mataram (RS Unram).

    Upaya medis maksimal telah dilakukan. Namun kurang dari satu jam sejak insiden, tepatnya sekitar 40 menit setelah dilarikan, kabar kepergiannya diumumkan secara resmi kepada seluruh peserta kongres. Tangis haru pun pecah di ruangan.

    Bagi masyarakat Lombok, kepergian putra asal Penujak, Praya Barat, Lombok Tengah ini merupakan kehilangan besar. TGH Marzuki dikenal sebagai figur yang langka, mampu merangkul dua dunia sekaligus: agama dan budaya.

    Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, yang turut hadir, langsung mengajak seluruh hadirin menundukkan kepala untuk mendoakan almarhum.

    "Kita doakan bersama almarhum Ustaz Nuruddin Marzuki. Sampai akhir hayat, beliau telah memberi sumbangsih luar biasa untuk kemajuan adat Sasak," ucap Wagub yang akrab disapa Dinda itu.

    Semasa hidup, TGH Marzuki tercatat sebagai salah satu pembina di Majelis Adat Sasak (MAS). Perannya vital dalam merajut harmonisasi antara syariat Islam dengan tradisi Sasak yang adi luhung.

    Tak hanya di mimbar dakwah, kepeduliannya juga menyentuh dunia pendidikan. Ia mengabdikan diri sebagai Pembina PAUD Batu Gepeng di Ampenan, Mataram.

    Di berbagai forum budaya, baik tingkat daerah hingga internasional, almarhum selalu hadir sebagai perekat silaturahmi dan penjaga marwah masyarakat Sasak.

    (Sf/Rs)