Cari disini...
Puisi
Pekan kedua September 2026, Jembatan Kutai Kartanegara tertutup kabut asap, di Kota Tenggarong. (Lodya Astagina/Seputarfakta.com)
di antara awan dan tanah
Aku menganga
tidak pakai kaos
sambil kubaca Afrizal Malna
Pagi ini memang agak ke kiri
Walau siang belum tentu
demikian pula lubang di separuh langit
hilang belaka, jadi kelabu
Zikir dan wirid dari musala
Sejak sore kemarin
Rasanya seperti maki-maki
Entah kepada siapa
Kepada angin yang tak punya nama
kepada Pak Tua di sana itu
Kepada saudara tua peladang bukit
kepada korporasi?
Satu demi satu bulir kesakitan dan pesakitan
Kami relakan mengalir bersama tongkang
yang membawa pergi harapan orang
Tapi kadang pulang dengan kabar duka
Saat burung besi yang hidup di dua alam
datang dan didatangkan
Berbondong-bondong
Mereka menyulam awan dan hujan
dari banyaknya puntung yang tak penting
doa yang dilangitkan kembali ke bumi
datangnya begitu ditunggu
dalam bentuk air
Jalanan gelap
Angkot mangkal
Ojol standar dua
Cuaca kelam-bu. iya, kelam ibu
Tadi malam aku dengar sendiri
Ibu Pertiwi sesenggukan
Siapa yang bisa tahu
Ini kelam,Bu. Kelam
Petang hari, Lantai 2 Indekos Dikepung Jerebu
Cari disini...
Puisi

Pekan kedua September 2026, Jembatan Kutai Kartanegara tertutup kabut asap, di Kota Tenggarong. (Lodya Astagina/Seputarfakta.com)
di antara awan dan tanah
Aku menganga
tidak pakai kaos
sambil kubaca Afrizal Malna
Pagi ini memang agak ke kiri
Walau siang belum tentu
demikian pula lubang di separuh langit
hilang belaka, jadi kelabu
Zikir dan wirid dari musala
Sejak sore kemarin
Rasanya seperti maki-maki
Entah kepada siapa
Kepada angin yang tak punya nama
kepada Pak Tua di sana itu
Kepada saudara tua peladang bukit
kepada korporasi?
Satu demi satu bulir kesakitan dan pesakitan
Kami relakan mengalir bersama tongkang
yang membawa pergi harapan orang
Tapi kadang pulang dengan kabar duka
Saat burung besi yang hidup di dua alam
datang dan didatangkan
Berbondong-bondong
Mereka menyulam awan dan hujan
dari banyaknya puntung yang tak penting
doa yang dilangitkan kembali ke bumi
datangnya begitu ditunggu
dalam bentuk air
Jalanan gelap
Angkot mangkal
Ojol standar dua
Cuaca kelam-bu. iya, kelam ibu
Tadi malam aku dengar sendiri
Ibu Pertiwi sesenggukan
Siapa yang bisa tahu
Ini kelam,Bu. Kelam
Petang hari, Lantai 2 Indekos Dikepung Jerebu