Puisi

    BANDUNG LAUTAN SAMPAH

    Penulis:Doddi Ahmad Fauzi|Redaktur:Rusdianto
    06 Oktober 2026 pukul 16:41 WITA

    Ilustrasi sampah dan peta Kota Bandung.

     

    Mari berhenti on*ni atau mast*rb*si

    memuaskan diri mengandalkan diksi

    sudah waktunya kata jadi imajinasi

    yang menegur nurani dan intuisi

     

    Dulu kau bakar dirimu dengan api yang gagah

    kini kau telan dirimu dalam sampah yang rebah

    tak ada harum kembang, hanya bau yang merekah

    Bandung, gunung plastikmu kini seolah muntah

     

    Delapan puluh tiga TPS menganga sesak

    lima ratus kubik di Ciwastra

    dua puluh lima tronton terdesak

    sembilan delapan satu kuota Sarimukti retak

    lima ratus sepuluh ton menunggak,

    kotamu kian terisak

     

    Seribu enam ratus delapan puluh tiga ton mengalir berat

    enam puluh persen organik membusuk tak terawat

    hanya 400 dari 1597 RW yang taat

     

    Kang Pisman sekarat, nuranimu jadi melarat

     

    Bukan mesin yang kau tunggu datang

    tapi tangan memilah yang kini menghilang

    bukan armada yang kurang

    tapi peduli yang tumbang

    jika abai, kau tenggelam, Bandung sayang

    dalam sampah yang menjulang

    *

    Doddi Ahmad Fauzi, adalah penyair asal Kota Bandung, Jawa Barat. Mengawali karir sebagai jurnalis pada sejumlah surat kabar nasional, Doddi aktif menulis sajak dan berpuisi. Ia lalu mendirikan sanggar Situseni. 

    Puisi

    BANDUNG LAUTAN SAMPAH

    Penulis:Doddi Ahmad Fauzi|Redaktur:Rusdianto
    06 Oktober 2026 pukul 16:41 WITA

    Ilustrasi sampah dan peta Kota Bandung.

     

    Mari berhenti on*ni atau mast*rb*si

    memuaskan diri mengandalkan diksi

    sudah waktunya kata jadi imajinasi

    yang menegur nurani dan intuisi

     

    Dulu kau bakar dirimu dengan api yang gagah

    kini kau telan dirimu dalam sampah yang rebah

    tak ada harum kembang, hanya bau yang merekah

    Bandung, gunung plastikmu kini seolah muntah

     

    Delapan puluh tiga TPS menganga sesak

    lima ratus kubik di Ciwastra

    dua puluh lima tronton terdesak

    sembilan delapan satu kuota Sarimukti retak

    lima ratus sepuluh ton menunggak,

    kotamu kian terisak

     

    Seribu enam ratus delapan puluh tiga ton mengalir berat

    enam puluh persen organik membusuk tak terawat

    hanya 400 dari 1597 RW yang taat

     

    Kang Pisman sekarat, nuranimu jadi melarat

     

    Bukan mesin yang kau tunggu datang

    tapi tangan memilah yang kini menghilang

    bukan armada yang kurang

    tapi peduli yang tumbang

    jika abai, kau tenggelam, Bandung sayang

    dalam sampah yang menjulang

    *

    Doddi Ahmad Fauzi, adalah penyair asal Kota Bandung, Jawa Barat. Mengawali karir sebagai jurnalis pada sejumlah surat kabar nasional, Doddi aktif menulis sajak dan berpuisi. Ia lalu mendirikan sanggar Situseni.