Cari disini...
Puisi
Ilustrasi sampah dan peta Kota Bandung.
Mari berhenti on*ni atau mast*rb*si
memuaskan diri mengandalkan diksi
sudah waktunya kata jadi imajinasi
yang menegur nurani dan intuisi
Dulu kau bakar dirimu dengan api yang gagah
kini kau telan dirimu dalam sampah yang rebah
tak ada harum kembang, hanya bau yang merekah
Bandung, gunung plastikmu kini seolah muntah
Delapan puluh tiga TPS menganga sesak
lima ratus kubik di Ciwastra
dua puluh lima tronton terdesak
sembilan delapan satu kuota Sarimukti retak
lima ratus sepuluh ton menunggak,
kotamu kian terisak
Seribu enam ratus delapan puluh tiga ton mengalir berat
enam puluh persen organik membusuk tak terawat
hanya 400 dari 1597 RW yang taat
Kang Pisman sekarat, nuranimu jadi melarat
Bukan mesin yang kau tunggu datang
tapi tangan memilah yang kini menghilang
bukan armada yang kurang
tapi peduli yang tumbang
jika abai, kau tenggelam, Bandung sayang
dalam sampah yang menjulang
*
Doddi Ahmad Fauzi, adalah penyair asal Kota Bandung, Jawa Barat. Mengawali karir sebagai jurnalis pada sejumlah surat kabar nasional, Doddi aktif menulis sajak dan berpuisi. Ia lalu mendirikan sanggar Situseni.
Cari disini...
Puisi

Ilustrasi sampah dan peta Kota Bandung.
Mari berhenti on*ni atau mast*rb*si
memuaskan diri mengandalkan diksi
sudah waktunya kata jadi imajinasi
yang menegur nurani dan intuisi
Dulu kau bakar dirimu dengan api yang gagah
kini kau telan dirimu dalam sampah yang rebah
tak ada harum kembang, hanya bau yang merekah
Bandung, gunung plastikmu kini seolah muntah
Delapan puluh tiga TPS menganga sesak
lima ratus kubik di Ciwastra
dua puluh lima tronton terdesak
sembilan delapan satu kuota Sarimukti retak
lima ratus sepuluh ton menunggak,
kotamu kian terisak
Seribu enam ratus delapan puluh tiga ton mengalir berat
enam puluh persen organik membusuk tak terawat
hanya 400 dari 1597 RW yang taat
Kang Pisman sekarat, nuranimu jadi melarat
Bukan mesin yang kau tunggu datang
tapi tangan memilah yang kini menghilang
bukan armada yang kurang
tapi peduli yang tumbang
jika abai, kau tenggelam, Bandung sayang
dalam sampah yang menjulang
*
Doddi Ahmad Fauzi, adalah penyair asal Kota Bandung, Jawa Barat. Mengawali karir sebagai jurnalis pada sejumlah surat kabar nasional, Doddi aktif menulis sajak dan berpuisi. Ia lalu mendirikan sanggar Situseni.