Cari disini...
Politik
Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi Wongso saat ditemui media di Command Center Diskominfo Samarinda, Rabu (14/2/2024). (Foto: Tria/Seputargakta.com)
Samarinda - Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024 telah dilaksanakan sejak, Rabu (14/2/2024) pagi. Sejumlah pejabat pemerintah seperti Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda telah menggunakan hak pilihnya lewat Tempat Pemungutan Suara (TPS) masing-masing.
Wawali Samarinda, Rusmadi Wongso, mengikuti video conference pascapemungutan suara, di Gedung Command Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda.
Rusmadi menyampaikan, tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilu kali ini meningkat, dibanding dengan Pemilu sebelumnya di tahun 2019.
“Jadi ini video conference Pj gubernur Kaltim bersamaan Forkopimda Provinsi melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan pemilu pada hari ini. Dan tadi kami sudah laporkan bahwa pemungutan suara berjalan dengan aman lancar,” jelas Rusmadi saat ditemui wartawan, Rabu (14/2/2024) siang.
Rusmadi mengatakan, dalam kunjungan yang dilakukannya bersama Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Akmal Malik, tingkat partisipasi masyarakat jauh meningkat.
“Baru jam 10 pagi tadi sudah mencapai 40 sampai 50 persen,” ungkapnya.
Rusmadi bersama dengan rombongan Pj Gubernur mendatangi sejumlah TPS yang ada di Samarinda. Total tempat yang didatanginya ada 10 TPS. Salah satunya TPS yang ada di Loa Janan Ilir.
“Kami kunjungan TPS terakhir di Loa Janan Ilir, dan itu ada yang melaporkan sudah sampai 95% partisipasinya. Jadi kami optimis, tingkat partisipasinya meningkat dari pilihan legislatif dan Presiden tahun 2019,” paparnya.
Mantan Sekretaris Daerah Kaltim itu juga mengatakan, dalam video conference yang dilakukannya tidak terjadi kendala yang berarti. Hanya di awal, soal suara yang tidak terlalu terdengar, tapi sudah bisa diatasi.
Dengan ini, Rusmadi berharap, partisipasi Pemilu 2024 di Samarinda bisa meningkat hingga 80 persen. Di mana pada Pemilu sebelumnya di tahun 2019 hanya mencapai 72 persen.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Politik

Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi Wongso saat ditemui media di Command Center Diskominfo Samarinda, Rabu (14/2/2024). (Foto: Tria/Seputargakta.com)
Samarinda - Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024 telah dilaksanakan sejak, Rabu (14/2/2024) pagi. Sejumlah pejabat pemerintah seperti Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda telah menggunakan hak pilihnya lewat Tempat Pemungutan Suara (TPS) masing-masing.
Wawali Samarinda, Rusmadi Wongso, mengikuti video conference pascapemungutan suara, di Gedung Command Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda.
Rusmadi menyampaikan, tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilu kali ini meningkat, dibanding dengan Pemilu sebelumnya di tahun 2019.
“Jadi ini video conference Pj gubernur Kaltim bersamaan Forkopimda Provinsi melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan pemilu pada hari ini. Dan tadi kami sudah laporkan bahwa pemungutan suara berjalan dengan aman lancar,” jelas Rusmadi saat ditemui wartawan, Rabu (14/2/2024) siang.
Rusmadi mengatakan, dalam kunjungan yang dilakukannya bersama Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Akmal Malik, tingkat partisipasi masyarakat jauh meningkat.
“Baru jam 10 pagi tadi sudah mencapai 40 sampai 50 persen,” ungkapnya.
Rusmadi bersama dengan rombongan Pj Gubernur mendatangi sejumlah TPS yang ada di Samarinda. Total tempat yang didatanginya ada 10 TPS. Salah satunya TPS yang ada di Loa Janan Ilir.
“Kami kunjungan TPS terakhir di Loa Janan Ilir, dan itu ada yang melaporkan sudah sampai 95% partisipasinya. Jadi kami optimis, tingkat partisipasinya meningkat dari pilihan legislatif dan Presiden tahun 2019,” paparnya.
Mantan Sekretaris Daerah Kaltim itu juga mengatakan, dalam video conference yang dilakukannya tidak terjadi kendala yang berarti. Hanya di awal, soal suara yang tidak terlalu terdengar, tapi sudah bisa diatasi.
Dengan ini, Rusmadi berharap, partisipasi Pemilu 2024 di Samarinda bisa meningkat hingga 80 persen. Di mana pada Pemilu sebelumnya di tahun 2019 hanya mencapai 72 persen.
(Sf/Rs)