Cari disini...
Politik
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, menilai mahasiswa memiliki peran penting dalam pembangunan daerah melalui gagasan, masukan dan kritik yang konstruktif terhadap kebijakan pemerintah.
Menurutnya, organisasi mahasiswa bukan hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda. Melalui organisasi, ia berharap lahir kader-kader muda yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat dan daerah.
“Esensi dari berorganisasi itu bukan untuk mencari dualisme atau memicu perpecahan. Organisasi ini hadir untuk melahirkan dan menelurkan generasi baru yang siap membangun bangsa,” ujar Mahyunadi saat membuka Konferensi Cabang (Konfercab) IX Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kutim di Ruang Panel DPRD Kutim beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan, dinamika dalam organisasi merupakan bagian dari proses demokrasi. Namun, perbedaan pandangan tidak boleh menjadi alasan untuk menghambat tujuan utama organisasi.
“Jangan ada lagi dualisme-dualisme. Energi kita harusnya habis untuk memikirkan rakyat dan daerah, bukan habis untuk bertengkar di internal,” tegasnya.
Mahyunadi menyebut, pemerintah daerah membutuhkan peran aktif dari kalangan mahasiswa sebagai kelompok intelektual muda. Pemikiran kritis dan masukan dari mahasiswa dinilai penting untuk memperkuat berbagai program pembangunan di Kutim.
“Mahasiswa adalah mitra strategis pemerintah. Pemikiran dan kritik yang membangun sangat dibutuhkan demi kemajuan daerah,” katanya.
Ia menjelaskan, salah satu tantangan Kutim ke depan adalah memperkuat sektor ekonomi di luar pertambangan. Pemerintah daerah tengah berupaya mengoptimalkan potensi seperti pariwisata dan UMKM agar perekonomian daerah semakin beragam.
Keterlibatan mahasiswa dalam memberikan ide dan rekomendasi pembangunan juga dinilai penting agar kebijakan yang dijalankan pemerintah dapat berjalan lebih baik.
Ia berharap kepengurusan baru mampu menjaga soliditas organisasi dan menghadirkan gagasan yang bermanfaat bagi pembangunan Kutim.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Politik

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, menilai mahasiswa memiliki peran penting dalam pembangunan daerah melalui gagasan, masukan dan kritik yang konstruktif terhadap kebijakan pemerintah.
Menurutnya, organisasi mahasiswa bukan hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda. Melalui organisasi, ia berharap lahir kader-kader muda yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat dan daerah.
“Esensi dari berorganisasi itu bukan untuk mencari dualisme atau memicu perpecahan. Organisasi ini hadir untuk melahirkan dan menelurkan generasi baru yang siap membangun bangsa,” ujar Mahyunadi saat membuka Konferensi Cabang (Konfercab) IX Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kutim di Ruang Panel DPRD Kutim beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan, dinamika dalam organisasi merupakan bagian dari proses demokrasi. Namun, perbedaan pandangan tidak boleh menjadi alasan untuk menghambat tujuan utama organisasi.
“Jangan ada lagi dualisme-dualisme. Energi kita harusnya habis untuk memikirkan rakyat dan daerah, bukan habis untuk bertengkar di internal,” tegasnya.
Mahyunadi menyebut, pemerintah daerah membutuhkan peran aktif dari kalangan mahasiswa sebagai kelompok intelektual muda. Pemikiran kritis dan masukan dari mahasiswa dinilai penting untuk memperkuat berbagai program pembangunan di Kutim.
“Mahasiswa adalah mitra strategis pemerintah. Pemikiran dan kritik yang membangun sangat dibutuhkan demi kemajuan daerah,” katanya.
Ia menjelaskan, salah satu tantangan Kutim ke depan adalah memperkuat sektor ekonomi di luar pertambangan. Pemerintah daerah tengah berupaya mengoptimalkan potensi seperti pariwisata dan UMKM agar perekonomian daerah semakin beragam.
Keterlibatan mahasiswa dalam memberikan ide dan rekomendasi pembangunan juga dinilai penting agar kebijakan yang dijalankan pemerintah dapat berjalan lebih baik.
Ia berharap kepengurusan baru mampu menjaga soliditas organisasi dan menghadirkan gagasan yang bermanfaat bagi pembangunan Kutim.
(Sf/Lo)