Cari disini...
Politik
Ketua Bawaslu Samarinda, Abdul Muin. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang dijadwalkan pada November 2024 mendatang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Samarinda tengah mempersiapkan langkah-langkah awal.
Ketua Bawaslu Kota Samarinda, Abdul Muin,mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima arahan teknis secara langsung dari pemerintah pusat.
Menurut Muin, salah satu persiapan yang sudah dapat dilakukan adalah mempersiapkan tenaga kerja, termasuk Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam), Panwaslu Kelurahan/Daerah (PKD), dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS).
"Saat ini kita masih menunggu arahan resmi apakah akan merekrut ulang atau mengevaluasi kembali Panwascam. Namun, untuk PKD dan PTPS, sudah pasti harus direkrut ulang," ujar Muin pada Senin (25/3/2024).
Sementara itu, pendaftaran calon Pilkada melalui jalur independen dijadwalkan akan dimulai pada bulan Mei mendatang, diikuti dengan pendaftaran melalui jalur partai politik pada bulan Agustus.
Muin menegaskan bahwa paling lambat awal April nanti, pihaknya akan mempersiapkan Panwascam untuk pilkada 2024.
"KPU sendiri akan memulai pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pada bulan April, oleh karena itu, kami perlu mempersiapkan Panwascam pada awal bulan tersebut," jelasnya.
Menurutnya langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan proses pemilihan, serta untuk memastikan bahwa seluruh tahapan pilkada dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Muin juga menyampaikan terkait dengan anggaran yang sudah tersedia sebesar Rp17 miliar.
“Dari dana tersebut pemerintah kota sudah menggelontorkan dana sebesar Rp7 miliar tapi masih belum bisa kita gunakan karena memang pilkada belum dimulai,” ungkapnya.
Ia menegaskan sejauh ini pihaknya bersiap untuk menyediakan tenaga kerja pengawasan pilkada dengan lebih selektif lagi agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
Muin berharap dengan adanya pemilihan yang lebih selektif ini bisa meminimalkan persoalan-persoalan yang pernah terjadi pada pemilu sebelumnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Politik

Ketua Bawaslu Samarinda, Abdul Muin. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang dijadwalkan pada November 2024 mendatang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Samarinda tengah mempersiapkan langkah-langkah awal.
Ketua Bawaslu Kota Samarinda, Abdul Muin,mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima arahan teknis secara langsung dari pemerintah pusat.
Menurut Muin, salah satu persiapan yang sudah dapat dilakukan adalah mempersiapkan tenaga kerja, termasuk Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam), Panwaslu Kelurahan/Daerah (PKD), dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS).
"Saat ini kita masih menunggu arahan resmi apakah akan merekrut ulang atau mengevaluasi kembali Panwascam. Namun, untuk PKD dan PTPS, sudah pasti harus direkrut ulang," ujar Muin pada Senin (25/3/2024).
Sementara itu, pendaftaran calon Pilkada melalui jalur independen dijadwalkan akan dimulai pada bulan Mei mendatang, diikuti dengan pendaftaran melalui jalur partai politik pada bulan Agustus.
Muin menegaskan bahwa paling lambat awal April nanti, pihaknya akan mempersiapkan Panwascam untuk pilkada 2024.
"KPU sendiri akan memulai pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pada bulan April, oleh karena itu, kami perlu mempersiapkan Panwascam pada awal bulan tersebut," jelasnya.
Menurutnya langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan proses pemilihan, serta untuk memastikan bahwa seluruh tahapan pilkada dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Muin juga menyampaikan terkait dengan anggaran yang sudah tersedia sebesar Rp17 miliar.
“Dari dana tersebut pemerintah kota sudah menggelontorkan dana sebesar Rp7 miliar tapi masih belum bisa kita gunakan karena memang pilkada belum dimulai,” ungkapnya.
Ia menegaskan sejauh ini pihaknya bersiap untuk menyediakan tenaga kerja pengawasan pilkada dengan lebih selektif lagi agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
Muin berharap dengan adanya pemilihan yang lebih selektif ini bisa meminimalkan persoalan-persoalan yang pernah terjadi pada pemilu sebelumnya.
(Sf/Rs)