Cari disini...
Politik
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud saat mengunjungi SMA Negeri 10 Samarinda. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Wajah SMA Negeri 10 Samarinda kini tengah bertransformasi. Berubah nama menjadi Sekolah Garuda Transformasi, institusi pendidikan yang diproyeksikan untuk mencetak generasi emas Kalimantan Timur ini terus berbenah.
Untuk memastikan kelancaran proses belajar mengajar pasca-libur sekolah, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud, turun langsung melakukan tinjauan lapangan melihat progres perbaikan infrastruktur dan fasilitas pendukung, khususnya asrama siswa dan akses jalan, pada Selasa (21/7/2026).
Tinjauan lapangan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Rudy Mas'ud dengan didampingi oleh Wakil Gubernur Seno Aji, Sekretaris Daerah, jajaran Asisten, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan Direksi Perusahaan Daerah (Perusda) di lingkungan Pemprov Kaltim.
"Kita ingin memastikan bahwa proses belajar mengajar untuk SMA 10 negeri yang bertransformasi menjadi Sekolah Garuda ini berjalan dengan baik. Sebelumnya, sekolah ini memang difokuskan untuk mencetak generasi-generasi emas dari seluruh wilayah Kalimantan Timur," ungkap Rudy Mas'ud di sela-sela kunjungannya.
Dalam tinjauan tersebut, Gubernur Kaltim memberikan apresiasi khusus kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kaltim yang bergerak cepat mengaspal akses jalan di lingkungan sekolah. Pengaspalan jalan tersebut berhasil diselesaikan hanya dalam waktu 10 hari dan kini tinggal menunggu tahap pembuatan marka jalan.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud saat mengunjungi SMA Negeri 10 Samarinda. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Selain akses jalan, fokus utama pemerintah saat ini adalah pembenahan asrama yang diproyeksikan mampu menampung lebih dari 400 siswa-siswi dari seluruh penjuru Kaltim, mulai dari Kutai Timur hingga kabupaten terjauh seperti Mahakam Ulu.
Rudy Mas'ud mendapati sejumlah fasilitas dasar asrama sebelumnya dalam kondisi kurang layak, sehingga perbaikan total langsung dikebut dengan dukungan kontribusi dari berbagai Perusda Kaltim.
"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Perusda Pemprov Kaltim yang bahu-membahu membereskan fasilitas. Mulai dari sanitasi hingga listrik, karena hampir semua kabel didesain atau dibangun ulang akibat kondisinya yang sudah tidak layak, rusak, atau hilang," jelasnya.
Saat ini, pengerjaan fasilitas sanitasi di lantai bawah asrama telah selesai, sementara pembenahan di lantai dua untuk asrama putra dan putri masih terus berlanjut.
Senada dengan hal tersebut, Kepala SMAN 10 Samarinda, Ni Made Adnyani, turut menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian serius jajaran Pemprov Kaltim. Ia mengungkapkan bahwa perbaikan fasilitas kali ini merupakan langkah yang sangat dinantikan oleh pihak sekolah.
"Sejak awal dibangun, gedung-gedung ini belum pernah diperbaiki sama sekali. Baru pada saat ini ada perbaikan menyeluruh yang menjadi fokus Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur. Prioritas perbaikan kami saat ini adalah Asrama 3 dan 10 ruang kelas yang akan digunakan oleh siswa kelas 10," terang Ni Made.
Ia juga merinci secara khusus keterlibatan berbagai instansi yang secara bergotong-royong membenahi fasilitas sekolah agar aman dan nyaman digunakan.
"Dukungan sejauh ini sangat luar biasa. MMP Sangatta banyak membantu perbaikan jaringan listrik, kemudian Bank Kaltimtara (BPD) menangani sanitasi air. Selain PUPR yang mengaspal jalan, BPBD dan Damkar juga turun langsung memotong pohon-pohon besar yang membahayakan keselamatan murid-murid kami," paparnya.
Mengenai alokasi anggaran secara keseluruhan, pihak Pemprov Kaltim menjelaskan bahwa pendanaan perbaikan saat ini masih mengandalkan program pemeliharaan (maintenance) dari Dinas PUPR dan kontribusi kolaboratif dari BUMD/Perusda. Untuk alokasi anggaran khusus pendidikan dan perbaikan lanjutan, pemerintah masih akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Pemprov Kaltim bersama pihak sekolah berharap sinergi dari seluruh elemen ini terus terjaga, agar proses transformasi Sekolah Garuda sebagai kawah candradimuka bagi pelajar berprestasi di Kaltim dapat berjalan maksimal.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Politik

Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud saat mengunjungi SMA Negeri 10 Samarinda. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Wajah SMA Negeri 10 Samarinda kini tengah bertransformasi. Berubah nama menjadi Sekolah Garuda Transformasi, institusi pendidikan yang diproyeksikan untuk mencetak generasi emas Kalimantan Timur ini terus berbenah.
Untuk memastikan kelancaran proses belajar mengajar pasca-libur sekolah, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud, turun langsung melakukan tinjauan lapangan melihat progres perbaikan infrastruktur dan fasilitas pendukung, khususnya asrama siswa dan akses jalan, pada Selasa (21/7/2026).
Tinjauan lapangan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Rudy Mas'ud dengan didampingi oleh Wakil Gubernur Seno Aji, Sekretaris Daerah, jajaran Asisten, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan Direksi Perusahaan Daerah (Perusda) di lingkungan Pemprov Kaltim.
"Kita ingin memastikan bahwa proses belajar mengajar untuk SMA 10 negeri yang bertransformasi menjadi Sekolah Garuda ini berjalan dengan baik. Sebelumnya, sekolah ini memang difokuskan untuk mencetak generasi-generasi emas dari seluruh wilayah Kalimantan Timur," ungkap Rudy Mas'ud di sela-sela kunjungannya.
Dalam tinjauan tersebut, Gubernur Kaltim memberikan apresiasi khusus kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kaltim yang bergerak cepat mengaspal akses jalan di lingkungan sekolah. Pengaspalan jalan tersebut berhasil diselesaikan hanya dalam waktu 10 hari dan kini tinggal menunggu tahap pembuatan marka jalan.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud saat mengunjungi SMA Negeri 10 Samarinda. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Selain akses jalan, fokus utama pemerintah saat ini adalah pembenahan asrama yang diproyeksikan mampu menampung lebih dari 400 siswa-siswi dari seluruh penjuru Kaltim, mulai dari Kutai Timur hingga kabupaten terjauh seperti Mahakam Ulu.
Rudy Mas'ud mendapati sejumlah fasilitas dasar asrama sebelumnya dalam kondisi kurang layak, sehingga perbaikan total langsung dikebut dengan dukungan kontribusi dari berbagai Perusda Kaltim.
"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Perusda Pemprov Kaltim yang bahu-membahu membereskan fasilitas. Mulai dari sanitasi hingga listrik, karena hampir semua kabel didesain atau dibangun ulang akibat kondisinya yang sudah tidak layak, rusak, atau hilang," jelasnya.
Saat ini, pengerjaan fasilitas sanitasi di lantai bawah asrama telah selesai, sementara pembenahan di lantai dua untuk asrama putra dan putri masih terus berlanjut.
Senada dengan hal tersebut, Kepala SMAN 10 Samarinda, Ni Made Adnyani, turut menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian serius jajaran Pemprov Kaltim. Ia mengungkapkan bahwa perbaikan fasilitas kali ini merupakan langkah yang sangat dinantikan oleh pihak sekolah.
"Sejak awal dibangun, gedung-gedung ini belum pernah diperbaiki sama sekali. Baru pada saat ini ada perbaikan menyeluruh yang menjadi fokus Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur. Prioritas perbaikan kami saat ini adalah Asrama 3 dan 10 ruang kelas yang akan digunakan oleh siswa kelas 10," terang Ni Made.
Ia juga merinci secara khusus keterlibatan berbagai instansi yang secara bergotong-royong membenahi fasilitas sekolah agar aman dan nyaman digunakan.
"Dukungan sejauh ini sangat luar biasa. MMP Sangatta banyak membantu perbaikan jaringan listrik, kemudian Bank Kaltimtara (BPD) menangani sanitasi air. Selain PUPR yang mengaspal jalan, BPBD dan Damkar juga turun langsung memotong pohon-pohon besar yang membahayakan keselamatan murid-murid kami," paparnya.
Mengenai alokasi anggaran secara keseluruhan, pihak Pemprov Kaltim menjelaskan bahwa pendanaan perbaikan saat ini masih mengandalkan program pemeliharaan (maintenance) dari Dinas PUPR dan kontribusi kolaboratif dari BUMD/Perusda. Untuk alokasi anggaran khusus pendidikan dan perbaikan lanjutan, pemerintah masih akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Pemprov Kaltim bersama pihak sekolah berharap sinergi dari seluruh elemen ini terus terjaga, agar proses transformasi Sekolah Garuda sebagai kawah candradimuka bagi pelajar berprestasi di Kaltim dapat berjalan maksimal.
(Sf/Rs)