Politik

    Transformasi Ekonomi Kutim 2027, Bank Kutim dan Perumdam Dapat Penguatan Modal

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    29 Juli 2026 pukul 11:15 WITA

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman (Foto:Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Transformasi ekonomi menjadi fokus pembangunan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada 2027. Salah satu langkah yang disiapkan pemerintah daerah ialah mengalokasikan penyertaan modal kepada PT BPR Kutim dan Perumdam Tirta Tuah Benua guna memperkuat pembiayaan sektor produktif serta mendorong pengembangan produk air minum dalam kemasan Sangattaqua.

    Ardiansyah mengatakan pemerintah telah melakukan proyeksi kemampuan fiskal sebagai dasar penyusunan APBD 2027. Pada tahun depan, tema pembangunan yang diusung adalah transformasi ekonomi.

    Menurutnya, pemerintah memproyeksikan pendapatan daerah sebesar Rp6,1 triliun dan belanja daerah Rp6,075 triliun. Selisih keduanya menghasilkan surplus sebesar Rp25 miliar yang seluruhnya diarahkan untuk penyertaan modal kepada dua BUMD tersebut.

    "Surplus ini tidak kita arahkan untuk penerimaan pembiayaan. Seluruhnya kita gunakan sebagai penyertaan modal, Rp10 miliar untuk Bank Kutim dan Rp15 miliar untuk PDAM (Perumdam)," ujar Ardiansyah. 

    Ia menjelaskan, tambahan modal sebesar Rp10 miliar kepada PT BPR Kutim diharapkan semakin memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta kontraktor lokal. Menurutnya, Bank Kutim memiliki tingkat kesehatan yang baik sehingga diharapkan terus meningkatkan kinerjanya. 

    "Bank Kutim ini salah satu BPR yang sangat sehat di Kalimantan Timur. Saat sempat muncul informasi mengenai merger, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempersilakan Bank Kutim tetap mandiri karena tingkat kesehatannya cukup baik. Kita ingin performanya terus meningkat sehingga Bank Kutim dapat memberikan kesempatan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan kontraktor untuk memperoleh modal," katanya.

    Di sisi lain, Perumdam Tirta Tuah Benua juga mendapat tambahan modal untuk mempercepat pengembangan usaha air minum dalam kemasan Sangattaqua. Ardiansyah menyebut fasilitas produksi kini hampir siap beroperasi setelah dilengkapi mesin pencetak gelas kemasan.

    Ia optimistis Sangattaqua dapat diluncurkan tahun ini setelah seluruh proses administrasi dan perizinan rampung.

    "Kemarin saya tinjau, mesinnya sudah ada. Mudah-mudahan setelah semua prosesnya selesai, Sangattaqua bisa diluncurkan tahun ini dan menjadi kebanggaan masyarakat Kutim," ucapnya.

    Sementara itu, penyertaan modal baru difokuskan kepada dua BUMD tersebut. Adapun BUMD lainnya masih menjalani proses pembenahan.

    "Sementara itu yang akan kita dorong. Untuk BUMD yang lain ini para dokter masih menyuntik, ngasih obat dan belum selesai penyakitnya ya," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Politik

    Transformasi Ekonomi Kutim 2027, Bank Kutim dan Perumdam Dapat Penguatan Modal

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    29 Juli 2026 pukul 11:15 WITA

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman (Foto:Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Transformasi ekonomi menjadi fokus pembangunan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada 2027. Salah satu langkah yang disiapkan pemerintah daerah ialah mengalokasikan penyertaan modal kepada PT BPR Kutim dan Perumdam Tirta Tuah Benua guna memperkuat pembiayaan sektor produktif serta mendorong pengembangan produk air minum dalam kemasan Sangattaqua.

    Ardiansyah mengatakan pemerintah telah melakukan proyeksi kemampuan fiskal sebagai dasar penyusunan APBD 2027. Pada tahun depan, tema pembangunan yang diusung adalah transformasi ekonomi.

    Menurutnya, pemerintah memproyeksikan pendapatan daerah sebesar Rp6,1 triliun dan belanja daerah Rp6,075 triliun. Selisih keduanya menghasilkan surplus sebesar Rp25 miliar yang seluruhnya diarahkan untuk penyertaan modal kepada dua BUMD tersebut.

    "Surplus ini tidak kita arahkan untuk penerimaan pembiayaan. Seluruhnya kita gunakan sebagai penyertaan modal, Rp10 miliar untuk Bank Kutim dan Rp15 miliar untuk PDAM (Perumdam)," ujar Ardiansyah. 

    Ia menjelaskan, tambahan modal sebesar Rp10 miliar kepada PT BPR Kutim diharapkan semakin memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta kontraktor lokal. Menurutnya, Bank Kutim memiliki tingkat kesehatan yang baik sehingga diharapkan terus meningkatkan kinerjanya. 

    "Bank Kutim ini salah satu BPR yang sangat sehat di Kalimantan Timur. Saat sempat muncul informasi mengenai merger, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempersilakan Bank Kutim tetap mandiri karena tingkat kesehatannya cukup baik. Kita ingin performanya terus meningkat sehingga Bank Kutim dapat memberikan kesempatan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan kontraktor untuk memperoleh modal," katanya.

    Di sisi lain, Perumdam Tirta Tuah Benua juga mendapat tambahan modal untuk mempercepat pengembangan usaha air minum dalam kemasan Sangattaqua. Ardiansyah menyebut fasilitas produksi kini hampir siap beroperasi setelah dilengkapi mesin pencetak gelas kemasan.

    Ia optimistis Sangattaqua dapat diluncurkan tahun ini setelah seluruh proses administrasi dan perizinan rampung.

    "Kemarin saya tinjau, mesinnya sudah ada. Mudah-mudahan setelah semua prosesnya selesai, Sangattaqua bisa diluncurkan tahun ini dan menjadi kebanggaan masyarakat Kutim," ucapnya.

    Sementara itu, penyertaan modal baru difokuskan kepada dua BUMD tersebut. Adapun BUMD lainnya masih menjalani proses pembenahan.

    "Sementara itu yang akan kita dorong. Untuk BUMD yang lain ini para dokter masih menyuntik, ngasih obat dan belum selesai penyakitnya ya," pungkasnya.

    (Sf/Rs)