Politik

    Tiga Warga Loa Kulu Gagal Salurkan Hak Pilihnya di Pemilu 2024

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyami
    14 Februari 2024 pukul 18:53 WITA

    TPS 23 Dusun Jawa Baru, Desa Loa Kulu Kota. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Tiga warga Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) gagal berpartisipasi untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2024, Rabu (14/2/2024) hari ini. 

    Warga yang telah terdaftar sebagai Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) ditolak petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 23 di Dusun Jawa Baru, Desa Loa Kulu Kota.

    Mereka tidak bisa mencoblos di TPS tersebut karena sudah terdaftar di tempat lain dan tidak membawa surat A5. Padahal, sesuai UU nomor 7 tahun 2017, DPTb boleh mencoblos di TPS mana pun asalkan sesuai dengan alamat KTP. 

    "Saya kecewa karena hak memilih saya di Pemilu tahun ini tidak bisa disalurkan karena petugas TPS tidak membolehkan. Alasannya DPT saya telah terdaftar di Samarinda padahal alamat KTP saya di Jalan Jawa Baru," kata salah satu warga yang namanya enggan disebut.

    Ketua KPU Kukar Purnomo mengaku kecewa dengan kejadian ini. Sebeb, pihaknya sudah memberi arahan kepada seluruh KPPS agar menerima DPTb yang berdomisili di daerah tertentu dari pukul 12.00 WITA sampai pukul 13.00 WITA. 

    Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak golput dan menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara yang baik.

    "Kami sudah beri arahan bahwa DPTb tidak boleh ditolak. Warga yang berdomisili di daerah tertentu boleh ikut mencoblos sesuai alamat KTP-el pukul 12.00 WITA sampai pukul 13.00 WITA. Kami harap masyarakat jangan ada yang golput," kata Purnomo.

    Ia menilai penolakan DPTb oleh KPPS Loa Kulu hanya salah paham. Sebab, KPU sudah menjelaskan PKPU dengan baik.

    Purnomo pun menyesalkan insiden ini karena mengurangi partisipasi masyarakat. "Kami sudah jelaskan peraturan Pemilu, mungkin KPPS salah paham. Tapi ini sangat disesalkan karena harus golput akibat masalah seperti ini," tutupnya.

    (Sf/By)

    Politik

    Tiga Warga Loa Kulu Gagal Salurkan Hak Pilihnya di Pemilu 2024

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyami
    14 Februari 2024 pukul 18:53 WITA

    TPS 23 Dusun Jawa Baru, Desa Loa Kulu Kota. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Tiga warga Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) gagal berpartisipasi untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2024, Rabu (14/2/2024) hari ini. 

    Warga yang telah terdaftar sebagai Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) ditolak petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 23 di Dusun Jawa Baru, Desa Loa Kulu Kota.

    Mereka tidak bisa mencoblos di TPS tersebut karena sudah terdaftar di tempat lain dan tidak membawa surat A5. Padahal, sesuai UU nomor 7 tahun 2017, DPTb boleh mencoblos di TPS mana pun asalkan sesuai dengan alamat KTP. 

    "Saya kecewa karena hak memilih saya di Pemilu tahun ini tidak bisa disalurkan karena petugas TPS tidak membolehkan. Alasannya DPT saya telah terdaftar di Samarinda padahal alamat KTP saya di Jalan Jawa Baru," kata salah satu warga yang namanya enggan disebut.

    Ketua KPU Kukar Purnomo mengaku kecewa dengan kejadian ini. Sebeb, pihaknya sudah memberi arahan kepada seluruh KPPS agar menerima DPTb yang berdomisili di daerah tertentu dari pukul 12.00 WITA sampai pukul 13.00 WITA. 

    Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak golput dan menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara yang baik.

    "Kami sudah beri arahan bahwa DPTb tidak boleh ditolak. Warga yang berdomisili di daerah tertentu boleh ikut mencoblos sesuai alamat KTP-el pukul 12.00 WITA sampai pukul 13.00 WITA. Kami harap masyarakat jangan ada yang golput," kata Purnomo.

    Ia menilai penolakan DPTb oleh KPPS Loa Kulu hanya salah paham. Sebab, KPU sudah menjelaskan PKPU dengan baik.

    Purnomo pun menyesalkan insiden ini karena mengurangi partisipasi masyarakat. "Kami sudah jelaskan peraturan Pemilu, mungkin KPPS salah paham. Tapi ini sangat disesalkan karena harus golput akibat masalah seperti ini," tutupnya.

    (Sf/By)