Politik

    Tiga Mata Air Sumber Baku PDAM di Kaliorang Hilang, Jimmi Minta Tindakan Tegas

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    17 Juni 2026 pukul 11:02 WITA

    Ketua DPRD Kutim, Jimmi. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta -  Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi, menegaskan aktivitas yang diduga menyebabkan kerusakan kawasan sumber air baku Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB) di Kecamatan Kaliorang harus ditindak tegas.

    Hal itu disampaikan menyusul temuan dari empat titik mata air yang selama ini menjadi sumber pasokan air baku PDAM di Kaliorang, kini hanya tersisa satu titik yang masih aktif. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh perambahan hutan dan aktivitas yang merusak kawasan penyangga sumber air. 

    Menurut Jimmi, keberadaan sumber air bersih harus menjadi prioritas utama dan mendapat perhatian serius dari semua pihak karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

    "Itu memang harus ditindak tegas. Artinya, kalau menyangkut kepentingan masyarakat, terutama sumber daya alam seperti air bersih, harus menjadi perhatian khusus untuk dijaga," ujar Jimmi. 

    Ia menilai keberadaan sumber air harus dijaga karena menyangkut kekayaan alam dan kebutuhan primer masyarakat.

    "Itu menyangkut kekayaan alam dan kebutuhan primer masyarakat. Air bersih adalah kebutuhan dasar yang harus dijaga bersama," katanya.

    Jimmi juga menegaskan perlunya ketegasan dari pemerintah maupun pihak swasta dalam menjaga sumber air bagi masyarakat.

    "Ini memang harus ditekankan. Ketegasan itu harus ada, baik dari pemerintah maupun swasta," tegasnya.

    Sebelumnya, hasil peninjauan lapangan yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Kaliorang bersama Perumdam TTB menemukan tiga dari empat mata air di kawasan sumber air baku PDAM tidak lagi aktif. 

    Akibatnya, pasokan air baku mengalami penurunan signifikan dan berpotensi mengganggu layanan air bersih bagi masyarakat Kaliorang dan Sangkulirang.

    (Sf/Lo)

    Politik

    Tiga Mata Air Sumber Baku PDAM di Kaliorang Hilang, Jimmi Minta Tindakan Tegas

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    17 Juni 2026 pukul 11:02 WITA

    Ketua DPRD Kutim, Jimmi. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta -  Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi, menegaskan aktivitas yang diduga menyebabkan kerusakan kawasan sumber air baku Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB) di Kecamatan Kaliorang harus ditindak tegas.

    Hal itu disampaikan menyusul temuan dari empat titik mata air yang selama ini menjadi sumber pasokan air baku PDAM di Kaliorang, kini hanya tersisa satu titik yang masih aktif. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh perambahan hutan dan aktivitas yang merusak kawasan penyangga sumber air. 

    Menurut Jimmi, keberadaan sumber air bersih harus menjadi prioritas utama dan mendapat perhatian serius dari semua pihak karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

    "Itu memang harus ditindak tegas. Artinya, kalau menyangkut kepentingan masyarakat, terutama sumber daya alam seperti air bersih, harus menjadi perhatian khusus untuk dijaga," ujar Jimmi. 

    Ia menilai keberadaan sumber air harus dijaga karena menyangkut kekayaan alam dan kebutuhan primer masyarakat.

    "Itu menyangkut kekayaan alam dan kebutuhan primer masyarakat. Air bersih adalah kebutuhan dasar yang harus dijaga bersama," katanya.

    Jimmi juga menegaskan perlunya ketegasan dari pemerintah maupun pihak swasta dalam menjaga sumber air bagi masyarakat.

    "Ini memang harus ditekankan. Ketegasan itu harus ada, baik dari pemerintah maupun swasta," tegasnya.

    Sebelumnya, hasil peninjauan lapangan yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Kaliorang bersama Perumdam TTB menemukan tiga dari empat mata air di kawasan sumber air baku PDAM tidak lagi aktif. 

    Akibatnya, pasokan air baku mengalami penurunan signifikan dan berpotensi mengganggu layanan air bersih bagi masyarakat Kaliorang dan Sangkulirang.

    (Sf/Lo)