Cari disini...
Politik
Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud dan Seno aji. (Foto: Maulana/Seoutarfakta.com)
Samarinda - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur nomor urut dua, Rudy Mas’ud dan Seno Aji meyakini program unggulannya, yakni pendidikan gratis dapat berjalan dengan lancar.
Alasan Rudy Mas’ud memiliki rasa percaya diri ini karena program yang dibangga-banggakan tersebut telah melalui seluruh proses perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim.
Adapun orang yang dibalik perhitungan tersebut adalah Seno Aji. Seno berpengalaman dalam mengawasi dan mengontrol Pemerintah Provinsi Kaltim selama lima tahun belakangan ini.
Tentu hal ini merupakan modal utama baginya untuk dapat menghitung seluruh pembiayaan atas janji-janji politiknya di kemudian hari.
Banyak masyarakat yang meragukan atas janji politiknya tersebut. Tapi pasangan calon (paslon) ini dengan tekadnya tak gentar untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Seno mengakui hasil hitungannya tersebut mencakup seluruh indikator penting dalam pendidikan gratis. Seperti jumlah siswa, mahasiswa, baik dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
“Terkait pendidikan gratis, kita sudah hitung, berapa jumlah mahasiswa, negeri dan swasta, yang ada di Kaltim, dan luar Kaltim, kita sudah hitung. Termasuk berapa rata-rata UKT mereka setiap semester, kita juga sudah hitung,” papar Seno dalam pertemuan dengan media di Kantor DPD Golkar Kaltim, Jalan Mulawarman Samarinda, Senin (23/9/2024).
Ia mengalkulasikan dari anggaran Beasiswa Kalimantan Timur (BKT) kini dengan nilai Rp250 miliar. Jika anggaran tersebut dapat menyasar kepada satu mahasiswa sebesar Rp10 juta secara rata-rata, maka 25 ribu mahasiswa akan merasakan.
“Sekarang kita punya 100 ribu mahasiswa, maka kita harus berikan anggaran pendidikan yang sudah ada itu sebesar Rp1 triliun,” ujarnya.
Sedangkan, menurutnya anggaran pendidikan 20 persen dari APBD Kaltim yaitu sebesar Rp25 triliun tersebut akan dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa.
Tidak hanya itu, kata dia, anggaran yang digunakan untuk pendidikan gratis tidak akan mengganggu kestabilan anggaran infrastruktur dan peningkatan kapasitas guru.
Seno beranggapan sinergi dengan pusat juga menjadi bagian yang penting untuk menambah jumlah anggaran pendidikan tersebut. Sehingga tidak hanya mengandalkan dan membebankan APBD saja.
“Jadi jangan (beranggapan), wah ini nanti nyolong duit dari mana engga jelas. Kita menghasilkan anggaran memang untuk kesejahteraan rakyat. Jadi teman-teman semua dan masyarakat umum jangan khawatir,” tukasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Politik

Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud dan Seno aji. (Foto: Maulana/Seoutarfakta.com)
Samarinda - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur nomor urut dua, Rudy Mas’ud dan Seno Aji meyakini program unggulannya, yakni pendidikan gratis dapat berjalan dengan lancar.
Alasan Rudy Mas’ud memiliki rasa percaya diri ini karena program yang dibangga-banggakan tersebut telah melalui seluruh proses perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim.
Adapun orang yang dibalik perhitungan tersebut adalah Seno Aji. Seno berpengalaman dalam mengawasi dan mengontrol Pemerintah Provinsi Kaltim selama lima tahun belakangan ini.
Tentu hal ini merupakan modal utama baginya untuk dapat menghitung seluruh pembiayaan atas janji-janji politiknya di kemudian hari.
Banyak masyarakat yang meragukan atas janji politiknya tersebut. Tapi pasangan calon (paslon) ini dengan tekadnya tak gentar untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Seno mengakui hasil hitungannya tersebut mencakup seluruh indikator penting dalam pendidikan gratis. Seperti jumlah siswa, mahasiswa, baik dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
“Terkait pendidikan gratis, kita sudah hitung, berapa jumlah mahasiswa, negeri dan swasta, yang ada di Kaltim, dan luar Kaltim, kita sudah hitung. Termasuk berapa rata-rata UKT mereka setiap semester, kita juga sudah hitung,” papar Seno dalam pertemuan dengan media di Kantor DPD Golkar Kaltim, Jalan Mulawarman Samarinda, Senin (23/9/2024).
Ia mengalkulasikan dari anggaran Beasiswa Kalimantan Timur (BKT) kini dengan nilai Rp250 miliar. Jika anggaran tersebut dapat menyasar kepada satu mahasiswa sebesar Rp10 juta secara rata-rata, maka 25 ribu mahasiswa akan merasakan.
“Sekarang kita punya 100 ribu mahasiswa, maka kita harus berikan anggaran pendidikan yang sudah ada itu sebesar Rp1 triliun,” ujarnya.
Sedangkan, menurutnya anggaran pendidikan 20 persen dari APBD Kaltim yaitu sebesar Rp25 triliun tersebut akan dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa.
Tidak hanya itu, kata dia, anggaran yang digunakan untuk pendidikan gratis tidak akan mengganggu kestabilan anggaran infrastruktur dan peningkatan kapasitas guru.
Seno beranggapan sinergi dengan pusat juga menjadi bagian yang penting untuk menambah jumlah anggaran pendidikan tersebut. Sehingga tidak hanya mengandalkan dan membebankan APBD saja.
“Jadi jangan (beranggapan), wah ini nanti nyolong duit dari mana engga jelas. Kita menghasilkan anggaran memang untuk kesejahteraan rakyat. Jadi teman-teman semua dan masyarakat umum jangan khawatir,” tukasnya.
(Sf/Rs)