Cari disini...
Politik
Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Kaltim, Muhammad Jasniansyah. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bergerak cepat merespons dinamika yang terjadi pada proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA dan SMK tahun ini.
Tingginya antusiasme masyarakat yang mengakses sistem secara bersamaan sempat membuat server mengalami kendala, namun kini seluruh layanan dipastikan telah kembali normal dan lancar.
Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Kaltim, Muhammad Jasniansyah, mengimbau masyarakat dan para orang tua murid untuk tetap tenang dan tidak perlu khawatir.
Ia menjelaskan, kendala teknis pada hari pertama terjadi lantaran jumlah akses yang masuk ke sistem mencapai lebih dari 80.000 pengguna secara serentak, melampaui total lulusan SMP/MTs se-Kaltim yang berada di angka 75.494 siswa.
"Sebagai bentuk mitigasi dan komitmen pelayanan publik, kami langsung berkoordinasi dengan Dinas Kominfo Kaltim dan UPTD Tekom untuk menstabilkan server," jelas Jasniansyah ditemui di Samarinda, Kamis (25/6/2026).
Untuk memberikan ketenangan dan kompensasi bagi masyarakat, Disdikbud resmi meniadakan sistem penjadwalan akses, dan memperpanjang waktu pendaftaran selama dua hari hingga hari Jumat pukul 23:59 waktu setempat.
Lebih lanjut, Jasniansyah juga menjawab keluhan beberapa pendaftar terkait Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang tidak terdeteksi di dalam sistem.
Ia memaparkan bahwa sistem saat ini secara otomatis menginjeksi data NISN lulusan dari dalam wilayah Kalimantan Timur.
Kendala biasanya dialami oleh pendaftar yang berasal dari luar daerah atau lulusan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)/Kejar Paket.
"Masyarakat tidak perlu panik. Silakan datang ke sekolah terdekat, Cabang Dinas, atau hubungi Helpdesk kami melalui nomor WhatsApp yang telah disediakan," imbaunya.
Tim operator Disdikbud bertugas secara bergantian untuk membantu menginjeksi data NISN secara manual. Kami hanya memohon kesabaran karena pesan yang masuk mencapai ribuan.
Terkait daya tampung, Disdikbud Kaltim membuka data secara transparan. Total daya tampung SMA negeri di Kaltim mencapai 29.702 kursi, sedangkan SMK negeri sebanyak 22.896 kursi. Hal ini menciptakan selisih sekitar 22.896 dari total lulusan.
Jasniansyah memberikan pandangan yang menyejukkan terkait hal ini. Ia menekankan bahwa sekolah swasta dan Madrasah Aliyah juga memiliki peran yang sangat vital dan kualitas yang sangat baik dalam ekosistem pendidikan.
"Tidak mungkin semua ditampung di negeri, kita juga harus mendukung sekolah swasta yang kualitas dan target pasarnya sudah sangat terbentuk," tambahnya.
Meski begitu, pemerintah tetap berupaya memperluas akses pendidikan melalui program revitalisasi dan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB). Pembangunan ini menyasar beberapa titik, seperti PPU, Kukar, Berau, hingga Tenggarong.
Untuk memastikan keadilan bagi warga sekitar, Disdikbud juga menerapkan jalur afirmasi, prestasi, hingga Domisili Prioritas (atau Kelurahan Prioritas untuk wilayah Samarinda), yang memberikan kuota khusus sebesar 5 persen untuk SMA dan 10 persen untuk SMK bagi anak-anak yang berdomisili sangat dekat dengan lingkungan sekolah.
"Dengan sistem yang telah normal dan panduan yang jelas ini, diharapkan seluruh calon peserta didik di Kaltim dapat terlayani dengan optimal dan mendapatkan sekolah yang tepat," tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Politik

Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Kaltim, Muhammad Jasniansyah. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bergerak cepat merespons dinamika yang terjadi pada proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA dan SMK tahun ini.
Tingginya antusiasme masyarakat yang mengakses sistem secara bersamaan sempat membuat server mengalami kendala, namun kini seluruh layanan dipastikan telah kembali normal dan lancar.
Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Kaltim, Muhammad Jasniansyah, mengimbau masyarakat dan para orang tua murid untuk tetap tenang dan tidak perlu khawatir.
Ia menjelaskan, kendala teknis pada hari pertama terjadi lantaran jumlah akses yang masuk ke sistem mencapai lebih dari 80.000 pengguna secara serentak, melampaui total lulusan SMP/MTs se-Kaltim yang berada di angka 75.494 siswa.
"Sebagai bentuk mitigasi dan komitmen pelayanan publik, kami langsung berkoordinasi dengan Dinas Kominfo Kaltim dan UPTD Tekom untuk menstabilkan server," jelas Jasniansyah ditemui di Samarinda, Kamis (25/6/2026).
Untuk memberikan ketenangan dan kompensasi bagi masyarakat, Disdikbud resmi meniadakan sistem penjadwalan akses, dan memperpanjang waktu pendaftaran selama dua hari hingga hari Jumat pukul 23:59 waktu setempat.
Lebih lanjut, Jasniansyah juga menjawab keluhan beberapa pendaftar terkait Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang tidak terdeteksi di dalam sistem.
Ia memaparkan bahwa sistem saat ini secara otomatis menginjeksi data NISN lulusan dari dalam wilayah Kalimantan Timur.
Kendala biasanya dialami oleh pendaftar yang berasal dari luar daerah atau lulusan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)/Kejar Paket.
"Masyarakat tidak perlu panik. Silakan datang ke sekolah terdekat, Cabang Dinas, atau hubungi Helpdesk kami melalui nomor WhatsApp yang telah disediakan," imbaunya.
Tim operator Disdikbud bertugas secara bergantian untuk membantu menginjeksi data NISN secara manual. Kami hanya memohon kesabaran karena pesan yang masuk mencapai ribuan.
Terkait daya tampung, Disdikbud Kaltim membuka data secara transparan. Total daya tampung SMA negeri di Kaltim mencapai 29.702 kursi, sedangkan SMK negeri sebanyak 22.896 kursi. Hal ini menciptakan selisih sekitar 22.896 dari total lulusan.
Jasniansyah memberikan pandangan yang menyejukkan terkait hal ini. Ia menekankan bahwa sekolah swasta dan Madrasah Aliyah juga memiliki peran yang sangat vital dan kualitas yang sangat baik dalam ekosistem pendidikan.
"Tidak mungkin semua ditampung di negeri, kita juga harus mendukung sekolah swasta yang kualitas dan target pasarnya sudah sangat terbentuk," tambahnya.
Meski begitu, pemerintah tetap berupaya memperluas akses pendidikan melalui program revitalisasi dan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB). Pembangunan ini menyasar beberapa titik, seperti PPU, Kukar, Berau, hingga Tenggarong.
Untuk memastikan keadilan bagi warga sekitar, Disdikbud juga menerapkan jalur afirmasi, prestasi, hingga Domisili Prioritas (atau Kelurahan Prioritas untuk wilayah Samarinda), yang memberikan kuota khusus sebesar 5 persen untuk SMA dan 10 persen untuk SMK bagi anak-anak yang berdomisili sangat dekat dengan lingkungan sekolah.
"Dengan sistem yang telah normal dan panduan yang jelas ini, diharapkan seluruh calon peserta didik di Kaltim dapat terlayani dengan optimal dan mendapatkan sekolah yang tepat," tutupnya.
(Sf/Rs)