Politik

    Safari Jumat Pemkab PPU, Warga Keluhkan Jalan Rusak hingga Harga Sawit Anjlok

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    22 Mei 2026 pukul 16:29 WITA

    Pemkab PPU melaksanakan Safari Jumat di Masjid Darul Aman, Kecamatan Waru, menjadi sarana silaturahmi sekaligus ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat. (Foto: Humas Setkab PPU)

    Penajam - Safari Jumat Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) di Masjid Darul Aman, Kecamatan Waru, Jumat (22/5/2026) menjadi ruang warga menyampaikan langsung berbagai keluhan kepada pemerintah daerah.

    Mulai dari harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang turun drastis, jalan rusak, banjir akibat air pasang, hingga kondisi menara masjid yang retak turut disampaikan masyarakat dalam sesi dialog bersama Bupati PPU, Mudyat Noor dan Wakil Bupati PPU, Waris Muin.

    Mudyat mengatakan, Safari Jumat sengaja menjadi ruang pemerintah mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan. Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga turut dilibatkan agar aspirasi warga bisa langsung ditindaklanjuti maupun dijelaskan sesuai kewenangannya.

    "Pemerintah daerah terus berupaya agar APBD benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama di tengah kondisi fiskal yang saat ini cukup berat," ujar Mudyat.

    Dalam dialog tersebut, warga menyoroti turunnya harga sawit yang disebut mencapai Rp800 per kilogram. Kondisi itu dikeluhkan lantaran berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat, khususnya petani sawit di wilayah Waru.

    Menanggapi hal itu, Mudyat menyebut harga sawit dipengaruhi banyak faktor, termasuk persoalan tata niaga di lapangan. "Memang banyak permainan harga sawit. Kita semua berharap penurunan harga bisa segera diatasi," katanya.

    Selain persoalan ekonomi, warga juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang rusak. Namun Mudyat menegaskan, tidak seluruh jalan menjadi kewenangan pemerintah kabupaten.

    "Soal jalan, ada jalan nasional dan ada jalan provinsi. Pemerintah kabupaten sebatas mengusulkan. Jadi jangan ada anggapan pemda tidak peduli terhadap kerusakan jalan yang menjadi kewenangan provinsi ataupun pusat," jelasnya.

    Keluhan lain datang dari pengurus Masjid Darul Aman yang menyampaikan kondisi menara masjid mengalami pergeseran hingga menyebabkan retak di sejumlah bagian bangunan.

    Menurut Mudyat, faktor keselamatan jemaah harus menjadi prioritas utama. Ia bahkan merekomendasikan agar menara tersebut dibongkar untuk menghindari risiko yang membahayakan masyarakat.

    Warga juga mengeluhkan minimnya bantuan hewan kurban untuk masjid yang tidak memiliki donatur tetap, hingga rendahnya insentif marbot dan imam masjid yang disebut masih berkisar Rp200 ribu.

    Tak hanya itu, persoalan banjir akibat air pasang juga menjadi perhatian warga sekitar masjid. Mereka berharap pemerintah dapat membangun tanggul untuk mengatasi genangan yang kerap terjadi di kawasan permukiman.

    Warga setempat bahkan menyatakan siap menghibahkan lahan apabila pembangunan tanggul direalisasikan pemerintah.

    Sementara Wakil Bupati PPU, Waris Muin mengajak masyarakat tetap menjaga komunikasi dengan pemerintah daerah dan menyampaikan keluhan melalui jalur yang tepat.

    "Kalau ada keluhan silakan disampaikan. Jangan justru membuat berita hoaks atau informasi yang tidak berimbang. Mari kita pecahkan persoalan bersama-sama," ujarnya.

    (Sf/Lo)

    Politik

    Safari Jumat Pemkab PPU, Warga Keluhkan Jalan Rusak hingga Harga Sawit Anjlok

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    22 Mei 2026 pukul 16:29 WITA

    Pemkab PPU melaksanakan Safari Jumat di Masjid Darul Aman, Kecamatan Waru, menjadi sarana silaturahmi sekaligus ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat. (Foto: Humas Setkab PPU)

    Penajam - Safari Jumat Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) di Masjid Darul Aman, Kecamatan Waru, Jumat (22/5/2026) menjadi ruang warga menyampaikan langsung berbagai keluhan kepada pemerintah daerah.

    Mulai dari harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang turun drastis, jalan rusak, banjir akibat air pasang, hingga kondisi menara masjid yang retak turut disampaikan masyarakat dalam sesi dialog bersama Bupati PPU, Mudyat Noor dan Wakil Bupati PPU, Waris Muin.

    Mudyat mengatakan, Safari Jumat sengaja menjadi ruang pemerintah mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan. Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga turut dilibatkan agar aspirasi warga bisa langsung ditindaklanjuti maupun dijelaskan sesuai kewenangannya.

    "Pemerintah daerah terus berupaya agar APBD benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama di tengah kondisi fiskal yang saat ini cukup berat," ujar Mudyat.

    Dalam dialog tersebut, warga menyoroti turunnya harga sawit yang disebut mencapai Rp800 per kilogram. Kondisi itu dikeluhkan lantaran berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat, khususnya petani sawit di wilayah Waru.

    Menanggapi hal itu, Mudyat menyebut harga sawit dipengaruhi banyak faktor, termasuk persoalan tata niaga di lapangan. "Memang banyak permainan harga sawit. Kita semua berharap penurunan harga bisa segera diatasi," katanya.

    Selain persoalan ekonomi, warga juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang rusak. Namun Mudyat menegaskan, tidak seluruh jalan menjadi kewenangan pemerintah kabupaten.

    "Soal jalan, ada jalan nasional dan ada jalan provinsi. Pemerintah kabupaten sebatas mengusulkan. Jadi jangan ada anggapan pemda tidak peduli terhadap kerusakan jalan yang menjadi kewenangan provinsi ataupun pusat," jelasnya.

    Keluhan lain datang dari pengurus Masjid Darul Aman yang menyampaikan kondisi menara masjid mengalami pergeseran hingga menyebabkan retak di sejumlah bagian bangunan.

    Menurut Mudyat, faktor keselamatan jemaah harus menjadi prioritas utama. Ia bahkan merekomendasikan agar menara tersebut dibongkar untuk menghindari risiko yang membahayakan masyarakat.

    Warga juga mengeluhkan minimnya bantuan hewan kurban untuk masjid yang tidak memiliki donatur tetap, hingga rendahnya insentif marbot dan imam masjid yang disebut masih berkisar Rp200 ribu.

    Tak hanya itu, persoalan banjir akibat air pasang juga menjadi perhatian warga sekitar masjid. Mereka berharap pemerintah dapat membangun tanggul untuk mengatasi genangan yang kerap terjadi di kawasan permukiman.

    Warga setempat bahkan menyatakan siap menghibahkan lahan apabila pembangunan tanggul direalisasikan pemerintah.

    Sementara Wakil Bupati PPU, Waris Muin mengajak masyarakat tetap menjaga komunikasi dengan pemerintah daerah dan menyampaikan keluhan melalui jalur yang tepat.

    "Kalau ada keluhan silakan disampaikan. Jangan justru membuat berita hoaks atau informasi yang tidak berimbang. Mari kita pecahkan persoalan bersama-sama," ujarnya.

    (Sf/Lo)