Politik

    Sabani-Syukri Yakin Program yang Dibuat Bisa Atasi Keresahan Warga Balikpapan 

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan nomor urut 2, Muhammad Sa'bani - Syukri Wahid sampaikan konsep atasi keresahan warga Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan pada Pilkada 2024 telah melakukan debat publik pertama di Hotel Novotel Balikpapan, Rabu (23/10/2024) malam.

    Dalam debat masing-masing Paslon telah memaparkan program kerjanya, seperti yang disampaikan Paslon nomor urut 3 Muhammad Sa'bani dan Syukri Wahid. Dimana ia memaparkan terkait konsep dan solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat.

    “Saya merasa konsep-konsep yang kami rancang dapat kita jalankan sebagai solusi atas keresahan masyarakat Balikpapan selama ini,” ucap Sa’bani ditemui media usai debat. 

    Ia mengatakan, kegelisahan masyarakat muncul akibat merasa tidak diurus, kurangnya komunikasi, transparansi, dan penyerapan aspirasi yang minim dalam proses pembuatan kebijakan.

    Dan jika dipercaya sebagai pemimpin kota Balikpapan, ia optimis akan mampu membawa perubahan yang lebih baik untuk warga Balikpapan. 

    “Salah satu yang menjadi isu krusial yakni masalah banjir. Kami telah mengusulkan dua konsep utama yakni penampungan dan peresapan air. Kenapa? Supaya air hujan itu mengalir ke laut,” tegasnya.

    Dia menambahkan bahwa untuk menampung air, pihaknya akan membuat kolam-kolam penampungan yang dirancang secara mekanis. Sementara untuk daerah rawan genangan, Sabani menjelaskan pentingnya teknik penyerapan air melalui istilah geologi waterloose.

    “Kami akan bor itu, sehingga air akan masuk dan menjaga di bawah tanah. Itulah konsep kita supaya air tidak terbuang sia-sia,” lanjutnya.

    Tidak hanya itu, ia juga menyoroti sembilan program prioritas yang telah disiapkan. Pertama adalah meningkatkan jangkauan air bersih yang selama ini menjadi keluhan.

    “Nah, itu dalam lima tahun ke depan akan kita selesaikan. Maka itu pentingnya kolaborasi dalam mengatasi masalah itu,” imbuhnya.

    Kemudian pentingya akses pendidikan yang merata. Karena selama ini orangtua selalu mengeluh jika tidak masyk di sekolah negeri. Maka itu pentingnya kolaborasi yang baik untuk sekolah swasta.

    Lalu dalam sektor kesehatan, Sabani menekankan bahwa layanan kesehatan tidak hanya sekadar gratis, tetapi juga harus memperbaiki sistem yang ada. 

    “Kesehatan kita tidak hanya sekadar gratis, tapi bagaimana tidak ribet masalahnya di rumah sakit dan fasilitas kesehatan,” paparnya.

    (Sf/Rs)

    Politik

    Sabani-Syukri Yakin Program yang Dibuat Bisa Atasi Keresahan Warga Balikpapan 

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan nomor urut 2, Muhammad Sa'bani - Syukri Wahid sampaikan konsep atasi keresahan warga Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan pada Pilkada 2024 telah melakukan debat publik pertama di Hotel Novotel Balikpapan, Rabu (23/10/2024) malam.

    Dalam debat masing-masing Paslon telah memaparkan program kerjanya, seperti yang disampaikan Paslon nomor urut 3 Muhammad Sa'bani dan Syukri Wahid. Dimana ia memaparkan terkait konsep dan solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat.

    “Saya merasa konsep-konsep yang kami rancang dapat kita jalankan sebagai solusi atas keresahan masyarakat Balikpapan selama ini,” ucap Sa’bani ditemui media usai debat. 

    Ia mengatakan, kegelisahan masyarakat muncul akibat merasa tidak diurus, kurangnya komunikasi, transparansi, dan penyerapan aspirasi yang minim dalam proses pembuatan kebijakan.

    Dan jika dipercaya sebagai pemimpin kota Balikpapan, ia optimis akan mampu membawa perubahan yang lebih baik untuk warga Balikpapan. 

    “Salah satu yang menjadi isu krusial yakni masalah banjir. Kami telah mengusulkan dua konsep utama yakni penampungan dan peresapan air. Kenapa? Supaya air hujan itu mengalir ke laut,” tegasnya.

    Dia menambahkan bahwa untuk menampung air, pihaknya akan membuat kolam-kolam penampungan yang dirancang secara mekanis. Sementara untuk daerah rawan genangan, Sabani menjelaskan pentingnya teknik penyerapan air melalui istilah geologi waterloose.

    “Kami akan bor itu, sehingga air akan masuk dan menjaga di bawah tanah. Itulah konsep kita supaya air tidak terbuang sia-sia,” lanjutnya.

    Tidak hanya itu, ia juga menyoroti sembilan program prioritas yang telah disiapkan. Pertama adalah meningkatkan jangkauan air bersih yang selama ini menjadi keluhan.

    “Nah, itu dalam lima tahun ke depan akan kita selesaikan. Maka itu pentingnya kolaborasi dalam mengatasi masalah itu,” imbuhnya.

    Kemudian pentingya akses pendidikan yang merata. Karena selama ini orangtua selalu mengeluh jika tidak masyk di sekolah negeri. Maka itu pentingnya kolaborasi yang baik untuk sekolah swasta.

    Lalu dalam sektor kesehatan, Sabani menekankan bahwa layanan kesehatan tidak hanya sekadar gratis, tetapi juga harus memperbaiki sistem yang ada. 

    “Kesehatan kita tidak hanya sekadar gratis, tapi bagaimana tidak ribet masalahnya di rumah sakit dan fasilitas kesehatan,” paparnya.

    (Sf/Rs)