Politik

    Rotasi Besar-besaran Pemprov Kaltim, 110 ASN Dilantik, Gubernur Harum Tekankan Prinsip Tour of Duty

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    29 Juni 2026 pukul 13:25 WITA

    Prosesi penandatanganan ASN yang dilantik. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, secara resmi melakukan rotasi jabatan dan melantik 110 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (29/6/2026). Upacara pengambilan sumpah jabatan ini dilangsungkan di Pendopo Lamin Etam, Samarinda.

    Berdasarkan data resmi, formasi 110 PNS yang dilantik terdiri dari 9 orang Pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II), 45 PNS pada Jabatan Administrator, 37 PNS pada Jabatan Pengawas, serta 19 PNS pada Jabatan Fungsional.

    Kesembilan pejabat pimpinan tinggi pratama yang menempati posisi baru tersebut adalah Puguh Harjanto, dilantik sebagai Staf Ahli Bidang III Pemprov Kaltim (sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kaltim).

    Aji Muhammad Fitra Firnanda, dilantik sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemprov Kaltim (sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Kaltim).

    Muhammad Faisal, dilantik sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kaltim (sebelumnya menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim).

    Ririn Sari Dewi, dilantik sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim (sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pariwisata Kaltim).

    Arief Murdiyanto, dilantik sebagai Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim (sebelumnya menjabat Staf Ahli Bidang III Setdaprov Kaltim).

    Siti Sugiyanti, dilantik sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kaltim (sebelumnya bertugas di Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah).

    Syarifah Alawiyah, dilantik sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kaltim (sebelumnya menjabat Kepala Biro Adpim Setdaprov Kaltim).

    drg. Ahmad Jais, dilantik sebagai Direktur RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan (sebelumnya merupakan Plt Direktur RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan).

    dr. Mazniati, dilantik sebagai Wakil Direktur Penunjang RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan (sebelumnya menjabat Plt Direktur RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda).

    Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, menegaskan bahwa rotasi ini merupakan upaya penataan organisasi, penguatan kinerja birokrasi, serta pelaksanaan prinsip tour of duty. 

    Prinsip ini bertujuan untuk memperkaya pengalaman dan kompetensi pengembangan karier seorang PNS.

    “Kami menegaskan bahwa setiap jabatan adalah amanah, bukan sekadar kedudukan. Amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi untuk melayani masyarakat Kalimantan Timur,” tegas Gubernur yang akrab disapa Harum tersebut.

    Penempatan para pejabat ini merupakan wujud implementasi Sistem Merit berbasis Manajemen Talenta, di mana setiap penugasan diukur berdasarkan kompetensi, kinerja, potensi, integritas, dan kebutuhan organisasi. 

    Melalui sistem ini, pemerintah daerah berupaya membangun pola pembinaan karier yang objektif dan transparan agar mendapatkan pemimpin terbaik di posisi yang tepat (the right person in the right place).

    Fokus utama perombakan kali ini adalah mengisi kursi-kursi pimpinan dinas yang sebelumnya dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt). Rudy mencontohkan pergeseran Aji Muhammad Fitra Firnanda dari Kepala Dinas PUPR menjadi Asisten I. 

    Ia menjamin transisi tersebut tidak akan mengganggu kinerja, karena pejabat lama akan mendampingi masa transisi Plt yang baru melalui transfer of knowledge.

    Lebih lanjut, Rudy memberikan instruksi tegas kepada jajaran yang baru dilantik agar tidak lagi membuang waktu untuk sekadar beradaptasi.

    "Pastinya bahwa kepala dinas yang baru ini tidak untuk beradaptasi lagi, tapi untuk berakselerasi. Kita harus segera mengejar target, karena bulan emas kita ada di bulan Juli dan Agustus ini," ungkapnya.

    Terkait masih adanya beberapa posisi yang belum terisi definitif, Pemprov Kaltim menargetkan pelantikan tahap berikutnya dapat digelar pada awal bulan depan, menyesuaikan dengan sinkronisasi BKN. 

    Pengisian jabatan yang tersisa direncanakan akan melalui jalur seleksi terbuka (open bidding) yang bisa diikuti ASN dari kabupaten/kota maupun provinsi lain.

    (Sf/Rs)

    Politik

    Rotasi Besar-besaran Pemprov Kaltim, 110 ASN Dilantik, Gubernur Harum Tekankan Prinsip Tour of Duty

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    29 Juni 2026 pukul 13:25 WITA

    Prosesi penandatanganan ASN yang dilantik. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, secara resmi melakukan rotasi jabatan dan melantik 110 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (29/6/2026). Upacara pengambilan sumpah jabatan ini dilangsungkan di Pendopo Lamin Etam, Samarinda.

    Berdasarkan data resmi, formasi 110 PNS yang dilantik terdiri dari 9 orang Pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II), 45 PNS pada Jabatan Administrator, 37 PNS pada Jabatan Pengawas, serta 19 PNS pada Jabatan Fungsional.

    Kesembilan pejabat pimpinan tinggi pratama yang menempati posisi baru tersebut adalah Puguh Harjanto, dilantik sebagai Staf Ahli Bidang III Pemprov Kaltim (sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kaltim).

    Aji Muhammad Fitra Firnanda, dilantik sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemprov Kaltim (sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Kaltim).

    Muhammad Faisal, dilantik sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kaltim (sebelumnya menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim).

    Ririn Sari Dewi, dilantik sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim (sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pariwisata Kaltim).

    Arief Murdiyanto, dilantik sebagai Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim (sebelumnya menjabat Staf Ahli Bidang III Setdaprov Kaltim).

    Siti Sugiyanti, dilantik sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kaltim (sebelumnya bertugas di Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah).

    Syarifah Alawiyah, dilantik sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kaltim (sebelumnya menjabat Kepala Biro Adpim Setdaprov Kaltim).

    drg. Ahmad Jais, dilantik sebagai Direktur RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan (sebelumnya merupakan Plt Direktur RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan).

    dr. Mazniati, dilantik sebagai Wakil Direktur Penunjang RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan (sebelumnya menjabat Plt Direktur RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda).

    Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, menegaskan bahwa rotasi ini merupakan upaya penataan organisasi, penguatan kinerja birokrasi, serta pelaksanaan prinsip tour of duty. 

    Prinsip ini bertujuan untuk memperkaya pengalaman dan kompetensi pengembangan karier seorang PNS.

    “Kami menegaskan bahwa setiap jabatan adalah amanah, bukan sekadar kedudukan. Amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi untuk melayani masyarakat Kalimantan Timur,” tegas Gubernur yang akrab disapa Harum tersebut.

    Penempatan para pejabat ini merupakan wujud implementasi Sistem Merit berbasis Manajemen Talenta, di mana setiap penugasan diukur berdasarkan kompetensi, kinerja, potensi, integritas, dan kebutuhan organisasi. 

    Melalui sistem ini, pemerintah daerah berupaya membangun pola pembinaan karier yang objektif dan transparan agar mendapatkan pemimpin terbaik di posisi yang tepat (the right person in the right place).

    Fokus utama perombakan kali ini adalah mengisi kursi-kursi pimpinan dinas yang sebelumnya dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt). Rudy mencontohkan pergeseran Aji Muhammad Fitra Firnanda dari Kepala Dinas PUPR menjadi Asisten I. 

    Ia menjamin transisi tersebut tidak akan mengganggu kinerja, karena pejabat lama akan mendampingi masa transisi Plt yang baru melalui transfer of knowledge.

    Lebih lanjut, Rudy memberikan instruksi tegas kepada jajaran yang baru dilantik agar tidak lagi membuang waktu untuk sekadar beradaptasi.

    "Pastinya bahwa kepala dinas yang baru ini tidak untuk beradaptasi lagi, tapi untuk berakselerasi. Kita harus segera mengejar target, karena bulan emas kita ada di bulan Juli dan Agustus ini," ungkapnya.

    Terkait masih adanya beberapa posisi yang belum terisi definitif, Pemprov Kaltim menargetkan pelantikan tahap berikutnya dapat digelar pada awal bulan depan, menyesuaikan dengan sinkronisasi BKN. 

    Pengisian jabatan yang tersisa direncanakan akan melalui jalur seleksi terbuka (open bidding) yang bisa diikuti ASN dari kabupaten/kota maupun provinsi lain.

    (Sf/Rs)