Politik

    Reuni Isran-Demokrat, Berbuah Manis Dukungan di Pilgub Kaltim 2024

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    10 Agustus 2024 pukul 13:24 WITA

    Bakal Calon Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor yang sedang berpidato di Kantor Demokrat Pusat. (Foto: tangkapan layar youtube Demokrat).

    Samarinda - Ketua Umum DPP Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengucapkan selamat datang kembali kepada Isran Noor di Partai Demokrat.

    Ini diumumkan oleh AHY ketika penyerahan surat rekomendasi untuk Isran Noor-Hadi Mulyadi maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Timur (Kaltim) 2024.

    "Spesial juga cerita di sini bahwa Bapak Isran Noor sempat melanglang buana, tapi sudah kembali menjadi kader Partai Demokrat. Welcome home, sebuah penyampaian selamat datang kembali berjuang bersama Partai Demokrat," ungkap AHY di Jakarta, Kamis (8/8/2024).

    Ucapan selamat datang dan rasa syukur kembalinya Isran juga datang dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Kaltim, Irwan.

    “Alhamdulillah, Welcome Home Pak Isran Noor, Back For Good. Saya pribadi yakin bahwa Kai Isran tidak pernah benar-benar meninggalkan Demokrat. Seperti yang disampaikan Ketum AHY, beliau hanya melanglang buana dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk kembali ke rumah. Saya mengartikan ini sebagai kembali untuk kebaikan Kalimantan Timur,” ujar Irwan dalam keterangan di media sosialnya.

    Sambutan hangat kedua tokoh Partai Demokrat tersebut menjadi hadiah terbesar Isran sehingga memiliki asa mengarungi proses Pilgub Kaltim 2024 ini. 

    Meski demikian, perjalanan partai Isran Noor ini dianggap liar oleh pengamat politik dari Universitas Mulawarman, Budiman.

    Sebab, perjalanan partai Isran dimulai sejak dirinya pensiun dari PNS, memilih menjadi kader Partai Demokrat dan kemudian ia menjadi Ketua DPC Demokrat Kutim hingga Ketua DPD Kaltim sampai mengantarkannya di Pilbup Kutim.

    Setelah tidak lagi menjabat sebagai Bupati pada 2015 silam, Isran ditunjuk menjadi Ketua Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Tapi jabatannya itu tak berselang lama, yakni hanya satu tahun.

    Isran berpartai lagi setelah ia menjabat sebagai Gubernur Kaltim periode 2018-2023.

    Isran menjadi kader Partai Golkar hingga menjadi kandidat Ketua DPD Golkar, tapi kemudian diserobot oleh Partai Nasdem dan menjadikannya Ketua DPW Partai Nasdem Kaltim.

    "Kenapa saya katakan agak liar? beliau ini ikatannya terhadap sebuah partai itu cenderung sangat-sangat kurang dan gampangnya meninggalkan partai," ungkap Budiman ditemui di Hotel Aston, Jumat (9/8/2024).

    Menurutnya, partai membutuhkan eksistensi, terutama dalam menghadirkan seorang kader di legislatif maupun eksekutif, sehingga langkah Demokrat ini sudah tepat untuk mengikat Isran Noor menjadi seorang kader dalam kontestasi lima tahunan ini.

    "Demokrat itu ‘kan lagi membangun citra baru ya, dalam artian pernah jaya kemudian tenggelam. Ini membutuhkan sebenarnya sosok figur yang bisa mengangkat partainya dan saya rasa itu menjadi kesempatan untuk sekarang," jelasnya.

    Budiman mengatakan Partai Demokrat adalah sebagai pembuka ruang demokrasi. "Setidaknya Demokrat ini bisa membuat investasi demokrasi, bahkan kalau Pak Isran bisa mengambil suara partai PDIP, maka bisa dikatakan sebenarnya Demokrat ini adalah pembuka jalan untuk menyehatkan demokrasi di Kaltim," tukasnya.

    (Sf/By)

    Politik

    Reuni Isran-Demokrat, Berbuah Manis Dukungan di Pilgub Kaltim 2024

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    10 Agustus 2024 pukul 13:24 WITA

    Bakal Calon Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor yang sedang berpidato di Kantor Demokrat Pusat. (Foto: tangkapan layar youtube Demokrat).

    Samarinda - Ketua Umum DPP Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengucapkan selamat datang kembali kepada Isran Noor di Partai Demokrat.

    Ini diumumkan oleh AHY ketika penyerahan surat rekomendasi untuk Isran Noor-Hadi Mulyadi maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Timur (Kaltim) 2024.

    "Spesial juga cerita di sini bahwa Bapak Isran Noor sempat melanglang buana, tapi sudah kembali menjadi kader Partai Demokrat. Welcome home, sebuah penyampaian selamat datang kembali berjuang bersama Partai Demokrat," ungkap AHY di Jakarta, Kamis (8/8/2024).

    Ucapan selamat datang dan rasa syukur kembalinya Isran juga datang dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Kaltim, Irwan.

    “Alhamdulillah, Welcome Home Pak Isran Noor, Back For Good. Saya pribadi yakin bahwa Kai Isran tidak pernah benar-benar meninggalkan Demokrat. Seperti yang disampaikan Ketum AHY, beliau hanya melanglang buana dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk kembali ke rumah. Saya mengartikan ini sebagai kembali untuk kebaikan Kalimantan Timur,” ujar Irwan dalam keterangan di media sosialnya.

    Sambutan hangat kedua tokoh Partai Demokrat tersebut menjadi hadiah terbesar Isran sehingga memiliki asa mengarungi proses Pilgub Kaltim 2024 ini. 

    Meski demikian, perjalanan partai Isran Noor ini dianggap liar oleh pengamat politik dari Universitas Mulawarman, Budiman.

    Sebab, perjalanan partai Isran dimulai sejak dirinya pensiun dari PNS, memilih menjadi kader Partai Demokrat dan kemudian ia menjadi Ketua DPC Demokrat Kutim hingga Ketua DPD Kaltim sampai mengantarkannya di Pilbup Kutim.

    Setelah tidak lagi menjabat sebagai Bupati pada 2015 silam, Isran ditunjuk menjadi Ketua Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Tapi jabatannya itu tak berselang lama, yakni hanya satu tahun.

    Isran berpartai lagi setelah ia menjabat sebagai Gubernur Kaltim periode 2018-2023.

    Isran menjadi kader Partai Golkar hingga menjadi kandidat Ketua DPD Golkar, tapi kemudian diserobot oleh Partai Nasdem dan menjadikannya Ketua DPW Partai Nasdem Kaltim.

    "Kenapa saya katakan agak liar? beliau ini ikatannya terhadap sebuah partai itu cenderung sangat-sangat kurang dan gampangnya meninggalkan partai," ungkap Budiman ditemui di Hotel Aston, Jumat (9/8/2024).

    Menurutnya, partai membutuhkan eksistensi, terutama dalam menghadirkan seorang kader di legislatif maupun eksekutif, sehingga langkah Demokrat ini sudah tepat untuk mengikat Isran Noor menjadi seorang kader dalam kontestasi lima tahunan ini.

    "Demokrat itu ‘kan lagi membangun citra baru ya, dalam artian pernah jaya kemudian tenggelam. Ini membutuhkan sebenarnya sosok figur yang bisa mengangkat partainya dan saya rasa itu menjadi kesempatan untuk sekarang," jelasnya.

    Budiman mengatakan Partai Demokrat adalah sebagai pembuka ruang demokrasi. "Setidaknya Demokrat ini bisa membuat investasi demokrasi, bahkan kalau Pak Isran bisa mengambil suara partai PDIP, maka bisa dikatakan sebenarnya Demokrat ini adalah pembuka jalan untuk menyehatkan demokrasi di Kaltim," tukasnya.

    (Sf/By)