Cari disini...
Politik
Proses penandatanganan peresmian RPB Pabrik Pakan Ternak oleh Gubernur Kaltim, Rudy Mas,ud di desa Loleng. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud, secara resmi membuka operasional Rumah Produksi Bersama (RPB) Pabrik Pakan Ternak yang berlokasi di Desa Loleng, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara pada Jumat (3/7/2026).
Fasilitas baru ini diharapkan menjadi amunisi kuat untuk menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus mendongkrak kesejahteraan peternak dan nelayan.
Peresmian tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim, jajaran pejabat pemerintah daerah, serta perwakilan institusi TNI dan Polri.
Rudy Mas'ud menyoroti pentingnya kemandirian pakan untuk keberlangsungan usaha peternakan unggas dan budidaya ikan di Kaltim.
"Kami sangat berharap rumah pakan ini bisa menjadi solusi untuk menjaga ketahanan pangan kita. Terutama untuk menyediakan pakan ternak ayam, beserta pelet ikan apung untuk nelayan atau para pembudidaya ikan di kawasan pesisir Sungai Mahakam," ungkap Rudy.
Gubernur Kaltim tersebut merincikan beberapa target utama berdirinya pabrik pakan ini. Pertama, untuk memenuhi seluruh kebutuhan pakan masyarakat lokal. Kedua, untuk mendongkrak tingkat produktivitas budidaya ternak unggas dan perikanan.
Ketiga, memberikan solusi penyediaan pakan dengan harga yang lebih terjangkau, sehingga margin keuntungan peternak dan nelayan dapat meningkat tajam.
Lebih jauh, keberadaan RPB Pabrik Pakan Ternak ini juga diyakini selaras dengan program strategis nasional.
Gubernur menyebut bahwa peningkatan produksi di sektor peternakan dan perikanan secara langsung akan mendukung kelancaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden, terutama untuk memastikan ketersediaan pasokan lauk-pauk bagi masyarakat Kaltim.
Menjawab kemungkinan adanya perluasan fasilitas serupa di masa depan, Rudy memastikan bahwa Pemerintah Provinsi akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi operasional.
"Insyaallah akan kita monitor terus dan evaluasinya akan kita tingkatkan. Kalau memang ke depan dirasa masih diperlukan tambahan mesin-mesin untuk mencetak pakan ternak maupun pakan ikan, pasti akan kita tambah. Yang terpenting, fasilitas yang ada sekarang ini bisa kita optimalkan terlebih dahulu," pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Politik

Proses penandatanganan peresmian RPB Pabrik Pakan Ternak oleh Gubernur Kaltim, Rudy Mas,ud di desa Loleng. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud, secara resmi membuka operasional Rumah Produksi Bersama (RPB) Pabrik Pakan Ternak yang berlokasi di Desa Loleng, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara pada Jumat (3/7/2026).
Fasilitas baru ini diharapkan menjadi amunisi kuat untuk menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus mendongkrak kesejahteraan peternak dan nelayan.
Peresmian tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim, jajaran pejabat pemerintah daerah, serta perwakilan institusi TNI dan Polri.
Rudy Mas'ud menyoroti pentingnya kemandirian pakan untuk keberlangsungan usaha peternakan unggas dan budidaya ikan di Kaltim.
"Kami sangat berharap rumah pakan ini bisa menjadi solusi untuk menjaga ketahanan pangan kita. Terutama untuk menyediakan pakan ternak ayam, beserta pelet ikan apung untuk nelayan atau para pembudidaya ikan di kawasan pesisir Sungai Mahakam," ungkap Rudy.
Gubernur Kaltim tersebut merincikan beberapa target utama berdirinya pabrik pakan ini. Pertama, untuk memenuhi seluruh kebutuhan pakan masyarakat lokal. Kedua, untuk mendongkrak tingkat produktivitas budidaya ternak unggas dan perikanan.
Ketiga, memberikan solusi penyediaan pakan dengan harga yang lebih terjangkau, sehingga margin keuntungan peternak dan nelayan dapat meningkat tajam.
Lebih jauh, keberadaan RPB Pabrik Pakan Ternak ini juga diyakini selaras dengan program strategis nasional.
Gubernur menyebut bahwa peningkatan produksi di sektor peternakan dan perikanan secara langsung akan mendukung kelancaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden, terutama untuk memastikan ketersediaan pasokan lauk-pauk bagi masyarakat Kaltim.
Menjawab kemungkinan adanya perluasan fasilitas serupa di masa depan, Rudy memastikan bahwa Pemerintah Provinsi akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi operasional.
"Insyaallah akan kita monitor terus dan evaluasinya akan kita tingkatkan. Kalau memang ke depan dirasa masih diperlukan tambahan mesin-mesin untuk mencetak pakan ternak maupun pakan ikan, pasti akan kita tambah. Yang terpenting, fasilitas yang ada sekarang ini bisa kita optimalkan terlebih dahulu," pungkasnya.
(Sf/Lo)