Politik

    Resmi Daftar ke KPU, Rudy Mas'ud: Pilihannya dua, menang dan harus menang

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    29 Agustus 2024 pukul 20:54 WITA

    Rudy Mas'ud dan Seno Aji telah melakukan berkas pendaftaran di KPU Kaltim. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud dan Seno Aji telah melakukan pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim 
    Kamis (29/8/2024)pagi tadi, 

    Setelah melakukan serangkaian kegiatan, Rudy Mas'ud kembali bertemu dengan awak media di Hotel Mercure, Kamis (29/8/2024). 

    Di sana ia mengungkapkan untuk memiliki prestasi dalam Pilkada ini dia memiliki dua pilihan. 

    "Kontestasi Pilkada yang bagus ini, pilihannya dua, menang atau harus menang," ungkap Rudy Mas'ud kala ditanya mengenai strategi pemenangan. 

    Ia mengakui bahwa dirinya adalah seorang petarung sejati. Ia tak memiliki rasa gentar menghadapi calon petahana.

    "Bukan hanya di politik saja, dalam kehidupan sehari-hari juga kita fighter, kalau tidak kita tidak bisa hidup," tutur Harum sapaan akrabnya Rudy Mas'ud. 

    Harum percaya diri atas kondisi ini, lantaran kursi dari partai yang berada di parlemen tersebut total untuk memberikan mendukung. Di sini ia mengharapkan dapat memiliki keterjangkauan yang luas. 

    "Kursi di DPRD Kaltim ada 55, sedangkan yang mendukung kita ada 44 kursi, begitu gambarannya, paham paham lah," jabarnya. 

    Ia menambahkan bahwa sebelum dan setelah pendaftarannya sebagai bakal calon, kerja-kerka politik sudah dilakukan. 

    "Rudy-Seno di sini hanya didorong, mesin politiknya sudah bergerak, kami bekerja secara kolektif, bagaimana bisa menarik simpatisan dan konstituen dari masing-masing partai yang mendukung dan mengusungmengusung," bebernya. 

    Terakhir dirinya memberikan berapa persen yang akan dicapainya dalam Pilkada jika semua bergerak membantu kemenangannya. 

    "Kalau ada yang nanya berapa, Bismillah minimum 50 plus satu persen, ini berdasarkan hitungan partai,  tentu yang kita hitung dan ukur," tutupnya. 

    (Sf/Rs)

    Politik

    Resmi Daftar ke KPU, Rudy Mas'ud: Pilihannya dua, menang dan harus menang

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    29 Agustus 2024 pukul 20:54 WITA

    Rudy Mas'ud dan Seno Aji telah melakukan berkas pendaftaran di KPU Kaltim. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud dan Seno Aji telah melakukan pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim 
    Kamis (29/8/2024)pagi tadi, 

    Setelah melakukan serangkaian kegiatan, Rudy Mas'ud kembali bertemu dengan awak media di Hotel Mercure, Kamis (29/8/2024). 

    Di sana ia mengungkapkan untuk memiliki prestasi dalam Pilkada ini dia memiliki dua pilihan. 

    "Kontestasi Pilkada yang bagus ini, pilihannya dua, menang atau harus menang," ungkap Rudy Mas'ud kala ditanya mengenai strategi pemenangan. 

    Ia mengakui bahwa dirinya adalah seorang petarung sejati. Ia tak memiliki rasa gentar menghadapi calon petahana.

    "Bukan hanya di politik saja, dalam kehidupan sehari-hari juga kita fighter, kalau tidak kita tidak bisa hidup," tutur Harum sapaan akrabnya Rudy Mas'ud. 

    Harum percaya diri atas kondisi ini, lantaran kursi dari partai yang berada di parlemen tersebut total untuk memberikan mendukung. Di sini ia mengharapkan dapat memiliki keterjangkauan yang luas. 

    "Kursi di DPRD Kaltim ada 55, sedangkan yang mendukung kita ada 44 kursi, begitu gambarannya, paham paham lah," jabarnya. 

    Ia menambahkan bahwa sebelum dan setelah pendaftarannya sebagai bakal calon, kerja-kerka politik sudah dilakukan. 

    "Rudy-Seno di sini hanya didorong, mesin politiknya sudah bergerak, kami bekerja secara kolektif, bagaimana bisa menarik simpatisan dan konstituen dari masing-masing partai yang mendukung dan mengusungmengusung," bebernya. 

    Terakhir dirinya memberikan berapa persen yang akan dicapainya dalam Pilkada jika semua bergerak membantu kemenangannya. 

    "Kalau ada yang nanya berapa, Bismillah minimum 50 plus satu persen, ini berdasarkan hitungan partai,  tentu yang kita hitung dan ukur," tutupnya. 

    (Sf/Rs)