Cari disini...
Politik
Rapat Paripurna ke-13 Masa Persidangan I DPRD Kota Bontang Tahun 2026. (Foto: Hendra/ Kominfo Bontang)
Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memfokuskan belanja modal dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027 pada lima agenda utama pembangunan fisik.
Lima agenda tersebut yakni pembangunan Rumah Sakit Taman Sehat, peningkatan Jalan Kapten Piere Tendean di Bontang Kuala, penataan trotoar pada koridor jalan nasional, pengendalian banjir, serta pembangunan sarana dan prasarana olahraga.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat menyampaikan jawaban pemerintah atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Kota Bontang Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna ke-13 Masa Persidangan I DPRD Kota Bontang Tahun 2026, Selasa (22/9/2026).
Agus Haris mengatakan, pemusatan belanja modal dilakukan dengan mempertimbangkan keterbatasan fiskal daerah. Pemerintah memilih mengarahkan anggaran pada kegiatan yang memiliki urgensi tinggi, kesiapan teknis, manfaat luas dan dapat dilaksanakan dalam tahun anggaran.
“Ruang belanja modal akan dipusatkan pada kegiatan yang memiliki urgensi tinggi, kesiapan teknis, manfaat luas dan kemampuan untuk dilaksanakan dalam tahun anggaran,” jelas Agus Haris.
Salah satu prioritas yang menjadi perhatian adalah pengendalian banjir. Pemerintah menyatakan penanganan banjir dilakukan secara sistematis dengan memperhatikan kapasitas drainase, aliran sungai, tanggul dan perkuatan tebing, bangunan pengendali, pemeliharaan saluran, serta titik-titik rawan.
“Keberhasilannya tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi dari berkurangnya titik, durasi dan tingkat gangguan genangan terhadap masyarakat,” tegasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Politik

Rapat Paripurna ke-13 Masa Persidangan I DPRD Kota Bontang Tahun 2026. (Foto: Hendra/ Kominfo Bontang)
Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memfokuskan belanja modal dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027 pada lima agenda utama pembangunan fisik.
Lima agenda tersebut yakni pembangunan Rumah Sakit Taman Sehat, peningkatan Jalan Kapten Piere Tendean di Bontang Kuala, penataan trotoar pada koridor jalan nasional, pengendalian banjir, serta pembangunan sarana dan prasarana olahraga.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat menyampaikan jawaban pemerintah atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Kota Bontang Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna ke-13 Masa Persidangan I DPRD Kota Bontang Tahun 2026, Selasa (22/9/2026).
Agus Haris mengatakan, pemusatan belanja modal dilakukan dengan mempertimbangkan keterbatasan fiskal daerah. Pemerintah memilih mengarahkan anggaran pada kegiatan yang memiliki urgensi tinggi, kesiapan teknis, manfaat luas dan dapat dilaksanakan dalam tahun anggaran.
“Ruang belanja modal akan dipusatkan pada kegiatan yang memiliki urgensi tinggi, kesiapan teknis, manfaat luas dan kemampuan untuk dilaksanakan dalam tahun anggaran,” jelas Agus Haris.
Salah satu prioritas yang menjadi perhatian adalah pengendalian banjir. Pemerintah menyatakan penanganan banjir dilakukan secara sistematis dengan memperhatikan kapasitas drainase, aliran sungai, tanggul dan perkuatan tebing, bangunan pengendali, pemeliharaan saluran, serta titik-titik rawan.
“Keberhasilannya tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi dari berkurangnya titik, durasi dan tingkat gangguan genangan terhadap masyarakat,” tegasnya.
(Sf/Lo)