Cari disini...
Politik
Penyerahan surat rekomendasi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kepada Bakal Calon Gubernur Kaltim, Rudy Masud dan Seno Aji. (Foto: Instagram.com/syarifahsuraidah)
Samarinda - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang menjadi harapan Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Isran Noor-Hadi Mulyadi menjadi kendaraan politik di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2024 ini semakim sedikit.
Sebab, PPP sendiri secara resmi menyatakan dukungan Bapaslon Rudy Mas'ud dan Seno Aji. Dukungan ini diumumkan pada Jumat (26/7/2024).
Dukungan ini menjadi atensi publik karena prediksi menyebutkan pasangan Rudy-Seno akan melawan kotak kosong jika semua partai masuk dalam koalisinya.
Pengamat politik Universitas Mulawarman, Budiman Chosiah mengaku tidak terkejut dengan dinamika politik yang berkembang.
Budiman menyebut telah menduga sejak awal karena pergerakan Rudy-Seno dalam mendapatkan rekomendasi dari partai cenderung sangat cepat. Sedangkan pergerakan yang dilakukan oleh Isran-Hadi cenderung lamban.
"Maka apa yang terjadi tadi malam itu sebenarnya tidak mengagetkan saya karena ini persoalan interaksi dan komunikasi. Ini memang dimulai sejak Rudy menjadi tim pemenangan daerah, sehingga komunikasi ke pusat begitu bagus," ungkap Budiman dihubungi di Samarinda, Sabtu (27/7/2024).
Ia mengatakan peluang kotak kosong akan semakin besar. Jika menelisik jejak sejarah Isran Noor bersama Partai Demokrat, bahwa partai pernah ditinggalkan Isran kala itu, begitu pula yang terjadi di Partai Nasdem saat dirinya masih menjadi Gubernur Kaltim periode 2018-2023.
"Karena itu menjadi potensi alasan Partai Demokrat untuk mendukung Rudy Masud bisa tinggi, apalagi kini Isran Noor terkesan menunggu partai yang akan datang," jelas Budiman.
Selain itu, Rudy-Seno memiliki bekal kendaraan yang cukup besar dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), yang mana Partai Demokrat di dalam koalisi tersebut. "Jika melihat ini, maka Rudy-Seno akan mengintenskan lobi-lobi politiknya dengan Demokrat," tukasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Politik

Penyerahan surat rekomendasi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kepada Bakal Calon Gubernur Kaltim, Rudy Masud dan Seno Aji. (Foto: Instagram.com/syarifahsuraidah)
Samarinda - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang menjadi harapan Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Isran Noor-Hadi Mulyadi menjadi kendaraan politik di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2024 ini semakim sedikit.
Sebab, PPP sendiri secara resmi menyatakan dukungan Bapaslon Rudy Mas'ud dan Seno Aji. Dukungan ini diumumkan pada Jumat (26/7/2024).
Dukungan ini menjadi atensi publik karena prediksi menyebutkan pasangan Rudy-Seno akan melawan kotak kosong jika semua partai masuk dalam koalisinya.
Pengamat politik Universitas Mulawarman, Budiman Chosiah mengaku tidak terkejut dengan dinamika politik yang berkembang.
Budiman menyebut telah menduga sejak awal karena pergerakan Rudy-Seno dalam mendapatkan rekomendasi dari partai cenderung sangat cepat. Sedangkan pergerakan yang dilakukan oleh Isran-Hadi cenderung lamban.
"Maka apa yang terjadi tadi malam itu sebenarnya tidak mengagetkan saya karena ini persoalan interaksi dan komunikasi. Ini memang dimulai sejak Rudy menjadi tim pemenangan daerah, sehingga komunikasi ke pusat begitu bagus," ungkap Budiman dihubungi di Samarinda, Sabtu (27/7/2024).
Ia mengatakan peluang kotak kosong akan semakin besar. Jika menelisik jejak sejarah Isran Noor bersama Partai Demokrat, bahwa partai pernah ditinggalkan Isran kala itu, begitu pula yang terjadi di Partai Nasdem saat dirinya masih menjadi Gubernur Kaltim periode 2018-2023.
"Karena itu menjadi potensi alasan Partai Demokrat untuk mendukung Rudy Masud bisa tinggi, apalagi kini Isran Noor terkesan menunggu partai yang akan datang," jelas Budiman.
Selain itu, Rudy-Seno memiliki bekal kendaraan yang cukup besar dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), yang mana Partai Demokrat di dalam koalisi tersebut. "Jika melihat ini, maka Rudy-Seno akan mengintenskan lobi-lobi politiknya dengan Demokrat," tukasnya.
(Sf/By)