Politik

    Pengamat Lihat Siasat Gerindra Ulur Pengumuman Dukungan Andi Harun, Ada Intrik Wakil Harus dari Kader

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    12 Agustus 2024 pukul 17:49 WITA

    Pendamping Andi Harun untuk maju di Pilkada Samarinda masih menjadi misteri. (Kolase dari Seputarfakta.com)

    Samarinda - Tak lama lagi pendaftaran pasangan calon kepala daerah akan dibuka, tepat pada tanggal 27 Agustus 2024. Namun pergerakan politik di Kota Samarinda hingga saat ini stagnan. Belum ada dukungan dari partai untuk calon tertentu. Walaupun kini calon yang diunggulkan adalah petahana, yaitu Andi Harun. 

    Hal demikian masih menjadi pertanyaan publik, siapakah yang akan mendampingi Andi Harun dalam kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilwali) 2024 ini. 

    Seperti tak habis akal, pandangan akademisi dari Universitas Mulawarman, Budiman Chosiah menyebut adanya gejolak yang menghasilkan perdebatan sangat alot di internal partai Gerindra. Yang mana terdapat sejumlah opsional dalam pemilihan wakil wali kota.

    "Kalaupun mungkin ada kendala, saya meyakini kalau pak AH lewat Gerindra, pasti Gerindra itu memaksakan harus orang Gerindra juga, saya kira itu yang membikin alot, mengapa lama dan belum ada deklarasi," ungkap Budiman dihubungi di Samarinda, Senin (12/88/2024).

    Budiman juga menggambarkan kondisi di internal Gerindra saat ini. "Kalau saya Gerindra, saya pengennya wakilnya juga Gerindra, apalagi surveinya sekarang, siapapun pasangannya pasti akan menang. Jadi, situ ku dukung, wakil ku Gerindra. Atau wakilnya dari manapun, tetap naturalisasi ke Gerindra. Karena partai juga tidak mau rugi, apalagi potensi menangnya tinggi," paparnya.

    Saat penjaringan calon wakil wali kota, DPC Partai Gerindra menerima lamaran sebanyak 13 calon. Diantaranya kader Gerindra terdapat dua nama yakni Fuad Fakhruddin dan Uji Hardana. Kedua calon pendamping Andi Harun ini juga memiliki latar belakang yang cukup mumpuni.

    Peluang Andi Harun meninggalkan Gerindra juga sangat tipis. Melihat kekuatan Partai Gerindra di parlemen tak bisa dianggap enteng, karena memiliki 11 kursi. Tentu ini menjadi ancaman bagi Andi Harun apabila keluar dari partai atau mencalonkan sebagai calon tunggal. Karena, masa pemerintahan mendatang kebijakannya akan sangat sulit diterima oleh wakil rakyat.

    "Kalau saya bisa memprediksi kemungkinan kecil Gerindra tidak mengusung beliau," tukasnya.

    (Sf/Rs)

    Politik

    Pengamat Lihat Siasat Gerindra Ulur Pengumuman Dukungan Andi Harun, Ada Intrik Wakil Harus dari Kader

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    12 Agustus 2024 pukul 17:49 WITA

    Pendamping Andi Harun untuk maju di Pilkada Samarinda masih menjadi misteri. (Kolase dari Seputarfakta.com)

    Samarinda - Tak lama lagi pendaftaran pasangan calon kepala daerah akan dibuka, tepat pada tanggal 27 Agustus 2024. Namun pergerakan politik di Kota Samarinda hingga saat ini stagnan. Belum ada dukungan dari partai untuk calon tertentu. Walaupun kini calon yang diunggulkan adalah petahana, yaitu Andi Harun. 

    Hal demikian masih menjadi pertanyaan publik, siapakah yang akan mendampingi Andi Harun dalam kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilwali) 2024 ini. 

    Seperti tak habis akal, pandangan akademisi dari Universitas Mulawarman, Budiman Chosiah menyebut adanya gejolak yang menghasilkan perdebatan sangat alot di internal partai Gerindra. Yang mana terdapat sejumlah opsional dalam pemilihan wakil wali kota.

    "Kalaupun mungkin ada kendala, saya meyakini kalau pak AH lewat Gerindra, pasti Gerindra itu memaksakan harus orang Gerindra juga, saya kira itu yang membikin alot, mengapa lama dan belum ada deklarasi," ungkap Budiman dihubungi di Samarinda, Senin (12/88/2024).

    Budiman juga menggambarkan kondisi di internal Gerindra saat ini. "Kalau saya Gerindra, saya pengennya wakilnya juga Gerindra, apalagi surveinya sekarang, siapapun pasangannya pasti akan menang. Jadi, situ ku dukung, wakil ku Gerindra. Atau wakilnya dari manapun, tetap naturalisasi ke Gerindra. Karena partai juga tidak mau rugi, apalagi potensi menangnya tinggi," paparnya.

    Saat penjaringan calon wakil wali kota, DPC Partai Gerindra menerima lamaran sebanyak 13 calon. Diantaranya kader Gerindra terdapat dua nama yakni Fuad Fakhruddin dan Uji Hardana. Kedua calon pendamping Andi Harun ini juga memiliki latar belakang yang cukup mumpuni.

    Peluang Andi Harun meninggalkan Gerindra juga sangat tipis. Melihat kekuatan Partai Gerindra di parlemen tak bisa dianggap enteng, karena memiliki 11 kursi. Tentu ini menjadi ancaman bagi Andi Harun apabila keluar dari partai atau mencalonkan sebagai calon tunggal. Karena, masa pemerintahan mendatang kebijakannya akan sangat sulit diterima oleh wakil rakyat.

    "Kalau saya bisa memprediksi kemungkinan kecil Gerindra tidak mengusung beliau," tukasnya.

    (Sf/Rs)