Cari disini...
Politik
Pengamat Politik dari Universitas Mulawarman, Syaiful Bachtiar. (Kolase oleh Seputarfakta.com)
Samarinda - Perjalanan para calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) dalam menyiarkan gagasan hanya tersisa 46 hari sebelum pemilihan. Dengan waktu yang tersisa, tentu masih bisa dimanfaatkan oleh para pasangan calon (paslon) untuk menggaet suara pemilih.
Beragamnya karakteristik pemilih menjadi tantangan tersendiri bagi para paslon. Sehingga perlu dilakukan kampanye yang atraktif untuk mengambil hati seorang pemilih. Apalagi kini masih terdapat pemilih yang bimbang dalam menentukan pilihannya. Ada pula pemilih yang sudah menyimpan pilihan, namun dihadapkan dengan keraguan. Tipikal pemilih tersebut dapat berpaling hati sesuai dengan seberapa besar paslon lain dapat meyakinkan. Fenomena yang dihadapi pemilih ini disebut dengan swing voter.
Hal itu telah diwanti-wanti oleh Pengamat Politik dari Universitas Mulawarman, Syaiful Bachtiar terhadap para paslon yang tidak ingin kecolongan suara dari pemilih. Ia menjabarkan karakteristik swing voter yang terjadi di Kaltim. Menurutnya hal itu terjadi pada kalangan generasi z.
"Di Kaltim swing voter, masuk ke pemilih pemula kisaran usia 17-23 tahun. Tergolong gen z itu berpotensi menjadi bagian cluster swing voter," ungkap Syaiful dihubungi di Samarinda, Senin (14/10/2024). Selain itu, swing voter terdapat pada pemilih yang berpandangan rasional dari kalangan masyarakat yang tingkat pendidikannya tergolong tinggi. Visi misi dan program menjadi acuan utama dalam menentukan pilihannya.
Syaiful menekankan pola yang diterapkan oleh paslon dalam kampanye harus membuat kemasan yang baik. "Diperlukan strategi khusus, dan para tim kampanyenya punya strategi agar menyentuh pada dunia mereka (swing voter). Harus didekati khusus, kalau pemilih rasional, maka tentu kemasannya juga harus bagus ke publik," tuturnya.
Melihat survei terkini yang dilakukan oleh Global Insight Analytics yang dilaksanakan pada 17-25 September 2024 merekam kondisi pemilih. Sebanyak 10,1 persen responden masih belum menentukan pilihan atau swim voter.
Sementara itu, masing-masing para paslon, baik dari nomor urut kosong satu Isran Noor-Hadi Mulyadi maupun nomor urut kosong dua Rudy Mas'ud-Seno Aji. Menanggapi fenomena pemilih kepada arah tersebut, Isran tetap mengungkapkan optimistisnya seluruh kalangan masyarakat masih berada mendukungnya. "Iya, sangat optimis," ungkap Isran saat ditemui di Samarinda.
Sementara itu dari pasangan Rudy, beberapa kali dalam sejumlah wawancara, selalu mengungkapkan tidak takut menghadapi siapa pun lawannya. Serta dirinya juga sudah mengerahkan seluruh pasukannya untuk menggaet suara sebanyak-banyaknya, terutama suara swim voter.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Politik

Pengamat Politik dari Universitas Mulawarman, Syaiful Bachtiar. (Kolase oleh Seputarfakta.com)
Samarinda - Perjalanan para calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) dalam menyiarkan gagasan hanya tersisa 46 hari sebelum pemilihan. Dengan waktu yang tersisa, tentu masih bisa dimanfaatkan oleh para pasangan calon (paslon) untuk menggaet suara pemilih.
Beragamnya karakteristik pemilih menjadi tantangan tersendiri bagi para paslon. Sehingga perlu dilakukan kampanye yang atraktif untuk mengambil hati seorang pemilih. Apalagi kini masih terdapat pemilih yang bimbang dalam menentukan pilihannya. Ada pula pemilih yang sudah menyimpan pilihan, namun dihadapkan dengan keraguan. Tipikal pemilih tersebut dapat berpaling hati sesuai dengan seberapa besar paslon lain dapat meyakinkan. Fenomena yang dihadapi pemilih ini disebut dengan swing voter.
Hal itu telah diwanti-wanti oleh Pengamat Politik dari Universitas Mulawarman, Syaiful Bachtiar terhadap para paslon yang tidak ingin kecolongan suara dari pemilih. Ia menjabarkan karakteristik swing voter yang terjadi di Kaltim. Menurutnya hal itu terjadi pada kalangan generasi z.
"Di Kaltim swing voter, masuk ke pemilih pemula kisaran usia 17-23 tahun. Tergolong gen z itu berpotensi menjadi bagian cluster swing voter," ungkap Syaiful dihubungi di Samarinda, Senin (14/10/2024). Selain itu, swing voter terdapat pada pemilih yang berpandangan rasional dari kalangan masyarakat yang tingkat pendidikannya tergolong tinggi. Visi misi dan program menjadi acuan utama dalam menentukan pilihannya.
Syaiful menekankan pola yang diterapkan oleh paslon dalam kampanye harus membuat kemasan yang baik. "Diperlukan strategi khusus, dan para tim kampanyenya punya strategi agar menyentuh pada dunia mereka (swing voter). Harus didekati khusus, kalau pemilih rasional, maka tentu kemasannya juga harus bagus ke publik," tuturnya.
Melihat survei terkini yang dilakukan oleh Global Insight Analytics yang dilaksanakan pada 17-25 September 2024 merekam kondisi pemilih. Sebanyak 10,1 persen responden masih belum menentukan pilihan atau swim voter.
Sementara itu, masing-masing para paslon, baik dari nomor urut kosong satu Isran Noor-Hadi Mulyadi maupun nomor urut kosong dua Rudy Mas'ud-Seno Aji. Menanggapi fenomena pemilih kepada arah tersebut, Isran tetap mengungkapkan optimistisnya seluruh kalangan masyarakat masih berada mendukungnya. "Iya, sangat optimis," ungkap Isran saat ditemui di Samarinda.
Sementara itu dari pasangan Rudy, beberapa kali dalam sejumlah wawancara, selalu mengungkapkan tidak takut menghadapi siapa pun lawannya. Serta dirinya juga sudah mengerahkan seluruh pasukannya untuk menggaet suara sebanyak-banyaknya, terutama suara swim voter.
(Sf/Rs)