Cari disini...
Politik
Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Husni Fahruddin. (Foto: Arsensia Serlyani/ Seputarfakta.com)
Samarinda — Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Samarinda dipastikan berlangsung tanpa kontestasi setelah dr Andi Satya Adi Saputra disepakati sebagai calon tunggal Ketua DPD Partai Golkar Kota Samarinda.
Kesepakatan tersebut disampaikan Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Husni Fahruddin. Ia menyebut dinamika pencalonan di internal Golkar Samarinda berakhir setelah para kandidat menyepakati dr Adi sebagai figur yang didorong memimpin partai di tingkat kota.
"Semalam kita sudah klirkan secara musyawarah mufakat, sehingga mengaklamasikan dr Adi. Yang lain bersatu padu untuk mendorong dr Adi," ujar Husni, Sabtu (8/8/2026).
Dengan kesepakatan tersebut, Musda Golkar Samarinda tidak lagi menghadirkan persaingan antarkandidat.
Husni menegaskan dr Adi menjadi satu-satunya calon dan tinggal mengikuti tahapan Musda sesuai mekanisme organisasi. "Calon tunggal. Tinggal ikuti acara Musda-nya," ungkapnya.
Selain soal kepemimpinan partai, Husni juga mengungkap konsekuensi politik bagi figur yang terpilih sebagai ketua DPD Golkar di tingkat kabupaten/kota.
Menurut dia, dalam ketentuan yang disampaikan pada pleno pertama DPD Partai Golkar Kaltim, ketua terpilih memiliki kewajiban untuk maju sebagai calon kepala daerah. "Wajib hukumnya," tegas Husni.
Jika dr Adi resmi memimpin Golkar Samarinda, kata Husni, ia juga wajib maju sebagai calon Wali Kota Samarinda.
"Kalau hari ini dr Adi terpilih menjadi ketua DPD Partai Golkar Kota Samarinda, maka wajib menjadi calon wali kota Kota Samarinda. Begitu juga dengan kabupaten/kota yang lain," jelasnya.
Nama dr Andi Satya Adi Saputra sendiri sebelumnya memang telah muncul dalam dinamika Musda Golkar Samarinda. Ia tercatat sebagai salah satu anggota Fraksi Golkar DPRD Kaltim dan sebelumnya telah mengembalikan formulir pendaftaran calon Ketua Golkar Samarinda.
Sementara itu, Husni menyebut proses menuju calon tunggal tersebut tidak terlepas dari dinamika internal Golkar. Sebelumnya terdapat sejumlah nama yang disebut ikut berkontestasi, termasuk Sapto Setyo Pramono dan dr Adi.
Sebelumnya, sejumlah nama disebut ikut dalam dinamika pencalonan, termasuk Sapto Setyo Pramono dan dr Adi. Namun, proses tersebut akhirnya berujung pada kesepakatan bersama untuk mengusung satu nama melalui musyawarah mufakat.
Dengan demikian, tahapan selanjutnya tinggal menunggu pelaksanaan Musda dan penetapan sesuai mekanisme organisasi.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Politik

Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Husni Fahruddin. (Foto: Arsensia Serlyani/ Seputarfakta.com)
Samarinda — Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Samarinda dipastikan berlangsung tanpa kontestasi setelah dr Andi Satya Adi Saputra disepakati sebagai calon tunggal Ketua DPD Partai Golkar Kota Samarinda.
Kesepakatan tersebut disampaikan Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Husni Fahruddin. Ia menyebut dinamika pencalonan di internal Golkar Samarinda berakhir setelah para kandidat menyepakati dr Adi sebagai figur yang didorong memimpin partai di tingkat kota.
"Semalam kita sudah klirkan secara musyawarah mufakat, sehingga mengaklamasikan dr Adi. Yang lain bersatu padu untuk mendorong dr Adi," ujar Husni, Sabtu (8/8/2026).
Dengan kesepakatan tersebut, Musda Golkar Samarinda tidak lagi menghadirkan persaingan antarkandidat.
Husni menegaskan dr Adi menjadi satu-satunya calon dan tinggal mengikuti tahapan Musda sesuai mekanisme organisasi. "Calon tunggal. Tinggal ikuti acara Musda-nya," ungkapnya.
Selain soal kepemimpinan partai, Husni juga mengungkap konsekuensi politik bagi figur yang terpilih sebagai ketua DPD Golkar di tingkat kabupaten/kota.
Menurut dia, dalam ketentuan yang disampaikan pada pleno pertama DPD Partai Golkar Kaltim, ketua terpilih memiliki kewajiban untuk maju sebagai calon kepala daerah. "Wajib hukumnya," tegas Husni.
Jika dr Adi resmi memimpin Golkar Samarinda, kata Husni, ia juga wajib maju sebagai calon Wali Kota Samarinda.
"Kalau hari ini dr Adi terpilih menjadi ketua DPD Partai Golkar Kota Samarinda, maka wajib menjadi calon wali kota Kota Samarinda. Begitu juga dengan kabupaten/kota yang lain," jelasnya.
Nama dr Andi Satya Adi Saputra sendiri sebelumnya memang telah muncul dalam dinamika Musda Golkar Samarinda. Ia tercatat sebagai salah satu anggota Fraksi Golkar DPRD Kaltim dan sebelumnya telah mengembalikan formulir pendaftaran calon Ketua Golkar Samarinda.
Sementara itu, Husni menyebut proses menuju calon tunggal tersebut tidak terlepas dari dinamika internal Golkar. Sebelumnya terdapat sejumlah nama yang disebut ikut berkontestasi, termasuk Sapto Setyo Pramono dan dr Adi.
Sebelumnya, sejumlah nama disebut ikut dalam dinamika pencalonan, termasuk Sapto Setyo Pramono dan dr Adi. Namun, proses tersebut akhirnya berujung pada kesepakatan bersama untuk mengusung satu nama melalui musyawarah mufakat.
Dengan demikian, tahapan selanjutnya tinggal menunggu pelaksanaan Musda dan penetapan sesuai mekanisme organisasi.
(Sf/Lo)