Politik

    Lebih Seribu Lembar Surat Suara di Samarinda Rusak

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    17 Januari 2024 pukul 13:04 WITA

    Firman Hidayat, Ketua KPU Samarinda saat Ditemui Seputar Fakta di Ruangannya, Selasa (16/1/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda Firman Hidayat, menyebut hingga Selasa (16/1/2024), tercatat total seribu lebih surat suara yang rusak, di Gudang KPU Samarinda. 

    "Yang rusak sampai hari ini ada 1093 lembar surat suara," kata Firman, Selasa petang. 

    Kerusakan surat suara itu, kata Firman diketahui ketika pihaknya melakukan proses pelipatan sejak awal Januari. 

    Kerusakan itu, lanjut Firman bisa saja terus bertambah, karena proses pelipatan surat suara masih berlangsung. Ia membeber, proses pelipatan surat suara ditarget rampung di Rabu (17/1/2024) hari ini. 

    Firman merinci, kerusakan yang terjadi berupa kertas yang koyak, dan terdapat bercak tinta di dalam kolom partai maupun calon.

    "Ada yang robek pas di lipatan itu, sekitar 15 senti lah yang robek. Nah kami ini gak ambil risiko, karena akan sama nanti tampaknya ketika pemilihan nanti," bebernya

    Surat suara yang rusak itu, lanjut Firman nantinya akan diajukan untuk dilakukan penggantian sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan. Waktu penggantian itu prediksinya memakan waktu kurang lebih lima hari.

    "Karena saya pikir untuk kerusakan ini lumrah dalam setiap pemilu, tidak hanya terjadi di kota Samarinda saja, jadi untuk antri di percetakannya ini yang lama nanti," tuturnya.

    Firman bilang, untuk percetakan sendiri itu berada di Kota Gresik Jawa Timur (Jatim) untuk se- Kalimantan Timur (Kaltim). Karena itulah membutuhkan waktu yang cukup untuk penggantian surat suara yang rusak.

    "DPD itu di Jakarta, untuk Presiden dan lain-lain ada di Gresik Jatim," bebernya.

    Untuk itu, Firman mengungkap, masih menunggu proses pelipatan rampung dan akan dilakukan sortir ulang terhadap kertas yang dianggap rusak.

    "Kami akan sortir dulu kerusakan-kerusakan, karena kalau semakin banyak surat suara yang rusak akan memakan waktu lama juga dari percetakan. Untuk menghemat waktu kami akan sortir lagi, mudah-mudahan ada yang masih bisa kita pakai, tapi yang benar benar tidak bisa kita pakai kami akan sisihkan," jelasnya kepada Seputar Fakta.

    Firman menjabarkan, hasil pelipatan surat suara dengan kondisi layak terdapat 617.156 surat suara untuk hasil pelipatan tanggal 13 sampai dengan 15. Sedangkan, untuk jumlah total surat suara yang harus ada sebanyak 3.088.385.

    Sementara itu, Zuroya (20) petugas lipat suara juga mengakui adanya kerusakan di setiap kotak surat suara. Setiap harinya ia bisa melipat sampai dengan sepuluh kotak. Dengan satu kotaknya, berisi 500 lembar surat suara.

    "Ada kerusakan, kadang satu dua biji, kaya tintanya tembus. Untuk kerobekan misal satu kotak ada satu, tapi itu jarang sih," jelasnya saat ditanya Seputar Fakta di Gudang KPU, Senin (15/1/2024).

    (Sf/Rs)

    Politik

    Lebih Seribu Lembar Surat Suara di Samarinda Rusak

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    17 Januari 2024 pukul 13:04 WITA

    Firman Hidayat, Ketua KPU Samarinda saat Ditemui Seputar Fakta di Ruangannya, Selasa (16/1/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda Firman Hidayat, menyebut hingga Selasa (16/1/2024), tercatat total seribu lebih surat suara yang rusak, di Gudang KPU Samarinda. 

    "Yang rusak sampai hari ini ada 1093 lembar surat suara," kata Firman, Selasa petang. 

    Kerusakan surat suara itu, kata Firman diketahui ketika pihaknya melakukan proses pelipatan sejak awal Januari. 

    Kerusakan itu, lanjut Firman bisa saja terus bertambah, karena proses pelipatan surat suara masih berlangsung. Ia membeber, proses pelipatan surat suara ditarget rampung di Rabu (17/1/2024) hari ini. 

    Firman merinci, kerusakan yang terjadi berupa kertas yang koyak, dan terdapat bercak tinta di dalam kolom partai maupun calon.

    "Ada yang robek pas di lipatan itu, sekitar 15 senti lah yang robek. Nah kami ini gak ambil risiko, karena akan sama nanti tampaknya ketika pemilihan nanti," bebernya

    Surat suara yang rusak itu, lanjut Firman nantinya akan diajukan untuk dilakukan penggantian sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan. Waktu penggantian itu prediksinya memakan waktu kurang lebih lima hari.

    "Karena saya pikir untuk kerusakan ini lumrah dalam setiap pemilu, tidak hanya terjadi di kota Samarinda saja, jadi untuk antri di percetakannya ini yang lama nanti," tuturnya.

    Firman bilang, untuk percetakan sendiri itu berada di Kota Gresik Jawa Timur (Jatim) untuk se- Kalimantan Timur (Kaltim). Karena itulah membutuhkan waktu yang cukup untuk penggantian surat suara yang rusak.

    "DPD itu di Jakarta, untuk Presiden dan lain-lain ada di Gresik Jatim," bebernya.

    Untuk itu, Firman mengungkap, masih menunggu proses pelipatan rampung dan akan dilakukan sortir ulang terhadap kertas yang dianggap rusak.

    "Kami akan sortir dulu kerusakan-kerusakan, karena kalau semakin banyak surat suara yang rusak akan memakan waktu lama juga dari percetakan. Untuk menghemat waktu kami akan sortir lagi, mudah-mudahan ada yang masih bisa kita pakai, tapi yang benar benar tidak bisa kita pakai kami akan sisihkan," jelasnya kepada Seputar Fakta.

    Firman menjabarkan, hasil pelipatan surat suara dengan kondisi layak terdapat 617.156 surat suara untuk hasil pelipatan tanggal 13 sampai dengan 15. Sedangkan, untuk jumlah total surat suara yang harus ada sebanyak 3.088.385.

    Sementara itu, Zuroya (20) petugas lipat suara juga mengakui adanya kerusakan di setiap kotak surat suara. Setiap harinya ia bisa melipat sampai dengan sepuluh kotak. Dengan satu kotaknya, berisi 500 lembar surat suara.

    "Ada kerusakan, kadang satu dua biji, kaya tintanya tembus. Untuk kerobekan misal satu kotak ada satu, tapi itu jarang sih," jelasnya saat ditanya Seputar Fakta di Gudang KPU, Senin (15/1/2024).

    (Sf/Rs)