Politik

    Lantik 5 Pejabat, Ardiansyah Ungkap Pola Baru Promosi ASN Kutim Berbasis Manajemen Talenta

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    28 Agustus 2026 pukul 20:11 WITA

    Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah/janji lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, (Foto: Lisda/Seputarfakta.com).

    Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman melantik lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemkab Kutim, Jumat (28/8/2026). 

    Dalam pelantikan tersebut, ia menegaskan pengisian dan rotasi jabatan ASN kini menggunakan manajemen talenta melalui Sistem Informasi Manajemen Talenta ASN (SIMATA) BKN.

    Ardiansyah mengatakan, pengisian jabatan kini mengacu pada data dan rekam kompetensi ASN yang tercatat dalam sistem digital.

    “Tidak ada lagi pengisian jabatan tanpa melalui manajemen talenta yang artinya semua berbasis data yang ada di ASN digital,” ujar Ardiansyah. 

    Menurutnya, seluruh PNS di Kutim perlu aktif melengkapi data serta meningkatkan kompetensi yang menjadi bagian dari pemetaan manajemen talenta.

    Ardiansyah menyebut, pengisian dalam pemetaan tersebut masih belum optimal, terutama pada kotak 7, 8 dan 9 yang berkaitan dengan ASN yang ingin mendapatkan promosi.

    Karena itu, perangkat daerah yang menjadi Person In Charge (PIC) diminta aktif memberikan informasi kepada PNS mengenai pengisian data serta berbagai kesempatan pengembangan kompetensi.

    “Di mana pun posisinya, apa pun pangkat dan golongannya, terutama untuk promosi, kita sudah tidak lagi menggunakan sistem seleksi terbuka (selter),” katanya.

    Ardiansyah mengatakan, kesempatan pengembangan kompetensi dapat dilakukan melalui pelatihan maupun kegiatan yang dibuka kementerian. Berbagai kegiatan tersebut dapat dimanfaatkan ASN untuk melengkapi pemetaan dalam manajemen talenta.

    Ia juga mengingatkan pejabat pimpinan tinggi pratama yang baru dilantik agar tetap memperhatikan pengembangan kompetensi. Sebab, setelah mendapatkan jabatan, proses pemetaan dalam manajemen talenta tetap berjalan.

    Pemetaan tersebut tetap diperlukan karena rotasi jabatan nantinya menyesuaikan kebutuhan organisasi. Ardiansyah meminta ASN tidak membedakan jabatan sebagai “jabatan basah” maupun “jabatan kering”. Seluruh ASN memiliki tanggung jawab dalam menjalankan pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    Ia juga menekankan pentingnya kebersamaan antarperangkat daerah agar tidak muncul anggapan satu organisasi perangkat daerah lebih unggul dibandingkan lainnya.

    “Kita adalah abdi negara, abdi masyarakat dan aparatur sipil negara, pegawai Republik Indonesia,” pungkasnya.

    Dalam pelantikan tersebut, lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik yakni:

    1. Ade Ahmad Yulkafillah sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

    2. Dyah Ratnaningrum sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan.

    3. Idam Kholid sebagai Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum.

    4. Failu sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan, Administrasi Umum, dan Hak Asasi Manusia (HAM).

    5. Nora Ramadani sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Keuangan.

    (Sf/Lo)

    Politik

    Lantik 5 Pejabat, Ardiansyah Ungkap Pola Baru Promosi ASN Kutim Berbasis Manajemen Talenta

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    28 Agustus 2026 pukul 20:11 WITA

    Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah/janji lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, (Foto: Lisda/Seputarfakta.com).

    Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman melantik lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemkab Kutim, Jumat (28/8/2026). 

    Dalam pelantikan tersebut, ia menegaskan pengisian dan rotasi jabatan ASN kini menggunakan manajemen talenta melalui Sistem Informasi Manajemen Talenta ASN (SIMATA) BKN.

    Ardiansyah mengatakan, pengisian jabatan kini mengacu pada data dan rekam kompetensi ASN yang tercatat dalam sistem digital.

    “Tidak ada lagi pengisian jabatan tanpa melalui manajemen talenta yang artinya semua berbasis data yang ada di ASN digital,” ujar Ardiansyah. 

    Menurutnya, seluruh PNS di Kutim perlu aktif melengkapi data serta meningkatkan kompetensi yang menjadi bagian dari pemetaan manajemen talenta.

    Ardiansyah menyebut, pengisian dalam pemetaan tersebut masih belum optimal, terutama pada kotak 7, 8 dan 9 yang berkaitan dengan ASN yang ingin mendapatkan promosi.

    Karena itu, perangkat daerah yang menjadi Person In Charge (PIC) diminta aktif memberikan informasi kepada PNS mengenai pengisian data serta berbagai kesempatan pengembangan kompetensi.

    “Di mana pun posisinya, apa pun pangkat dan golongannya, terutama untuk promosi, kita sudah tidak lagi menggunakan sistem seleksi terbuka (selter),” katanya.

    Ardiansyah mengatakan, kesempatan pengembangan kompetensi dapat dilakukan melalui pelatihan maupun kegiatan yang dibuka kementerian. Berbagai kegiatan tersebut dapat dimanfaatkan ASN untuk melengkapi pemetaan dalam manajemen talenta.

    Ia juga mengingatkan pejabat pimpinan tinggi pratama yang baru dilantik agar tetap memperhatikan pengembangan kompetensi. Sebab, setelah mendapatkan jabatan, proses pemetaan dalam manajemen talenta tetap berjalan.

    Pemetaan tersebut tetap diperlukan karena rotasi jabatan nantinya menyesuaikan kebutuhan organisasi. Ardiansyah meminta ASN tidak membedakan jabatan sebagai “jabatan basah” maupun “jabatan kering”. Seluruh ASN memiliki tanggung jawab dalam menjalankan pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    Ia juga menekankan pentingnya kebersamaan antarperangkat daerah agar tidak muncul anggapan satu organisasi perangkat daerah lebih unggul dibandingkan lainnya.

    “Kita adalah abdi negara, abdi masyarakat dan aparatur sipil negara, pegawai Republik Indonesia,” pungkasnya.

    Dalam pelantikan tersebut, lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik yakni:

    1. Ade Ahmad Yulkafillah sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

    2. Dyah Ratnaningrum sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan.

    3. Idam Kholid sebagai Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum.

    4. Failu sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan, Administrasi Umum, dan Hak Asasi Manusia (HAM).

    5. Nora Ramadani sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Keuangan.

    (Sf/Lo)